Langkat, Sumut – Anggota DPR RI Nasril Bahar menyatakan koperasi merupakan wadah yang sangat penting untuk memulai upaya mandiri. Sebab itu manajemen koperasi hendaknya mampu mengembangkan setiap usahanya guna memajukan seluruh anggotanya.
Pernyataan ini sampaikan Nasril Bahar dalam reses DPR RI sekaligus silaturrahmi dengan pengurus Persatuan Abang Beca Muslim (PABM) Kabupaten Langkat di Hinai, Langkat, Kamis (19/3/2009). Dalam kesempatan itu turut hadir Caleg PAN untuk DPRD Langkat Subaktiar dan Caleg PAN untuk DPRD Sumut HM Syukri Munir.

Dalam acara yang turut dihadiri sejumlah kader PAN tersebut, Nasril menyatakan dukungannya atas pembentukan koperasi yang diinisiasi sekitar 120 abang beca di Hinai yang tergabung dalam PABM.

Menurutnya ini sebuah langkah maju yang dapat menjadi tahapan ke arah yang lebih baik.

“Insya Allah, jika diseriusi dengan baik, sebuah koperasi akan dapat dijadikan peluang ke arah kemandirian, berdikari, dan tentu saja ini sebuah langkah yang sangat kita dukung untuk kesejahteraan para anggotanya,” ujar Nasril Bahar.

Dalam kesempatan itu, Nasril juga mengingatkan keseriusan merupakan sesuatu yang tidak bisa tidak. Dengan demikian sebuah koperasi yang awalnya kecil, bisa berkembang ke arah yang lebih. Selain itu, nilai-nilai kebersamaan harus pula dijunjung tinggi.

“Pengembangan usaha bisa dilakukan melalui perbengkelan maupun unit-unit usaha yang berbentuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM),” ujar Nasril.

Nasril Bahar yang saat ini duduk di Komisi VI DPR RI, salah satunya membidang UKM, lebih lanjut menyatakan, banyak peluang permodalan yang bisa diperoleh dari UKM, apakah dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat, maupun dana yang bisa diperoleh dari lembaga-lembaga pemerintah lainnya, serta dana commnity development (comdev) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memang sudah ada alokasinya.

Nasril Bahar yang berasal dari Fraksi PAN saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PAN. Pada Pemilu lalu di terpilih dari dari Daerah Pemilihan Sumut III, dan pada Pemilu 2009 ini, Nasril Bahar kembali dicalonkan dari Sumut III yang melingkupi daerah Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Kabupaten Tanah Karo, Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat, Kota Siantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Batubara, Kabupaten Asahan dan Kota Tanjung Balai.(*)

Batubara –Nasril Bahar tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Siang itu, Senin (16/3/2009) dia ditepungtawari warga Banjar yang bermukim di Kampung Banjar, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, sekitar 100 kilometer dari Medan.
Acara ini merupakan bentuk dukungan yang diberikan warga desa tersebut terhadap Nasril Bahar yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumut III, yang salah satunya Kabupaten Batubara. Pada kesempatan yang sama, turut ditepungtawari juga Yahdi Khoir, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Batubara yang juga mencalonkan diri sebagai anggota parlemen tingkat kabupaten.

Dalam sambutannya Nasril menyatakan, dia sungguh tidak menyangka akan ada penyambutan seperti ini. Semula ketika menerima undangan datang ke desa itu, disangka hanya sebuah pertemuan biasa untuk berdiskusi dan tukar pikiran tentang hal-hal atau masalah-masalah pembangunan dan ketidakadilan yang dialami warga.

“Ternyata justru disambut dengan meriah seperti ini. Saya bersyukur, Alhamdulillah, namun juga haru. Hal ini sangat di luar dugaan,” ujar Nasril yang disambut tepuk tangan sekitar 100 warga yang hadir pada kesempatan itu.

Dalam bagian lain sambutannya, Nasril menyatakan, kondisi bangsa hingga saat ini masih jauh dari ideal. Perlu banyak tindakan secaa bersama untuk membantu membuatnya menjadi seperti yang diharapkan. Masyarakat di desa sesungguhnya memegang peranan penting dalam memberikan sumbangsih dalam upaya ini dengan meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya.

“Salah satunya pendidikan. Warga harus mendapat pendidikan yang baik, anak-anak kita di desa ini hendaknya dapat memperoleh pendidikan yang baik. Dengan begitu, masa depan akan lebih baik. Insya Allah, ke depan daerah ini akan semakin baik,” ujar Nasril. (rar/)

Tindakan kepolisian yang melakukan penyitaan terhadap material bahan baku pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Medan diprotes keras. Upaya itu dinilai sebagai tindakan yang menghambat perkembangan di sektor riil.
Ketua Forum Daerah (Forda) Usaha Kecil Menengah (UKM) Sumatera Utara (Sumut) Cahyo Pramono menyatakan, Selasa (17/3/2009), pihaknya sangat keberatan dengan penyitaan sejumlah material produksi dari sebuah usaha rumahan di Medan. Penyitaan itu dinilai tidak berdasar, apalagi dengan alasan perizinan.

Kasus yang dipermasalahkan Cahyo, dialami toko penyuplai bahan campuran makanan milik Imelda di komplek pertokoan Medan Mega Trade Centre (MMTC), Blok F 17, Jl. Pancing Medan. Dalam kejadian yang berlangsung pekan lalu tersebut, polisi tidak hanya melakukan menyegelan tempat usaha, sejumlah tepung dan bumbu bahan campuran pembuatan makanan ringan yang ada dalam toko diangkut. Selain itu juga menyita satu unit mobil Mitsubishi L-300 milik Imelda.

“Ironis juga kalau polisi menjadikan alasan surat izin untuk melakukan penyegelan, padahal wewenang itu ada Disperindag, sekiranya memang tidak ada izin, tetapi izinnya ada, ” kata Cahyo di Medan.

Sementara pemilik toko Imelda menyatakan, dia memiliki surat izin usaha, termasuk surat keterangan dari Balai POM yang menjelaskan kehalalan produk yang dijualnya. Namun dia tidak bisa berbuat banyak ketika polisi melakukan penyitaan dan sekarang barang-barang tersebut diketahuinya berada di Polda Sumut.

“Heran juga, kalau polisi menduga dagangan saya ilegal, mobil saya tidak perlu disita. Sudah empat hari ditahan di Polda,” kata Imelda.

Berkenaan dengan masalah ini Nasril Bahar, anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi masalah UKM, menyatakan kecamannya. “Kita minta Polda Sumut agar memperhatikan masalah ini. Situasi seperti ini tidak kondusif terhadap perkembangan sektor riil. Tahun lalu masalahnya sudah menurun, kenapa sekarang sudah mulai muncul lagi,” ujar Nasril di Medan. (rar/)

Kabanjahe – Dua tahun belakangan ini, handphone M Rapi Ginting (34) sering berdering tak peduli waktu. Kadang tengah malam, sering pula menjelang shubuh. Umumnya penelepon mengajukan pertanyaan yang sama, apa bisa mempergunakan ambulance gratis yang dikelolanya untuk mengantar kerabat ke sebuah daerah.
Inilah bagian dari keseharian Ginting. Banyak membutuhkannya karena dia mengelola tiga unit ambulance gratis Partai Amanat Nasional (PAN). Dia harus siap mengantar dan menjeput pasien maupun korban yang meninggal dunia, kemana saja. Mulai dari kawasan Kabupaten Karo, hingga Pak-pak Bharat, Tapanuli Utara dan pernah pula hingga ke Riau.

“Namanya ambulance ini memang didedikasikan untuk membantu masyarakat, maka kita harus siap kapan saja. Ini komitmen,” kata Rapi Ginting, akhir pekan lalu.

Ketiga ambulance yang dipoolkan di kediamannya, Jl. Samura, Kabanjahe tersebut, awalnya hanya satu unit, jenis Suzuki Carry. Ambulance tersebut bantuan dari Nasril Bahar, anggota DPR RI dari Fraksi Amanat Nasional yang berasal dari Daerah Pemilihan Sumut III yang mencakup Kabupaten Karo.

Rapi Ginting yang sekarang ini menjabat Sekretaris DPD PAN Karo dan juga Caleg DPRD Karo dari PAN untuk Daerah Pemilihan Karo, kemudian bertindak sebagai relawan dan menyupiri sendiri ambulance tersebut. Sebagai relawan sebuah fasilitas yang gratis, terkadang dia harus menyediakan sendiri uang untuk kebutuhannya selama mengantar jenazah atau pasien yang sakit.

“Keluarga pasien atau korban hanya kita minta menanggung minyak saja, lainnya tidak. Karena untuk kebutuhan makan supir, merupakan bagian dari layanan kita. Namun kalau memang keluarga pasien merupakan orang yang tidak berpunya sama sekali, minyak juga kita yang menanggung,” ujar Rapi Ginting dikarunia dua orang anak dari pernikahannya dengan Sederhana Br Perangin-angin.

Dalam sehari, ambulance ini bisa mengantar antara tiga hingga empat jenazah maupun orang sakit. Bahkan pernah 10 kali dalam sehari. Banyaknya trip ini karena banyak pihak yang menghubungi, termasuk polisi. Jika ada kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban luka parah atau meninggal dunia, polisi biasanya langsung menghubungi Rapi Ginting agar dapat membantu membawa korban ke rumah sakit. Namun jika sedang tidak mengantar kemana-mana, mobil ambulance tersebut diparkirkan di RSU Kabanjahe, di dekat Ruang V Askeskin.

Satu tahun lebih setelah ambulance gratis pertama itu, ambulance itu berkembang menjadi tiga unit. Dua unit tambahan itu masing-masing jenis Daihatsu Zebra dan Mitsubishi L-300. Penambahan ambulance itu merupakan hasil swadaya para relawan maupun donasi beberapa warga yang merasa terbantu dengan kehadiran ambulance pertama.

Seiring dengan bertambahnya ambulance, ada relawan lainnya yang bersedia membantu Rapi Ginting, yakni Rambah Sembiring, Esron Pinem, Ali Ginting dan Icon Kembaren. Mereka yang secara rutin bergantian menyupiri ambulance ini.

Untuk perbaikan kendaraan, biasanya terpenuhi dari donasi beberapa warga yang ingin membantu keberlangsungan ambulance gratis tersebut, serta dukungan dari Nasril Bahar. Perhatian yang besar ini justru membuat Rapi dan kawan-kawan lebih gigih dalam berbuat.

”Kita sudah sampaikan kepada masyarakat, Ambulance Gratis PAN bisa dihubungi selama 24 jam. Nomor kontak untuk dihubungi kami letakkan di rumah sakit maupun beberapa tempat lain,” kata Rapi Gniting sambil menyebutkan nomor hotlinenya, 081329931111.

Rutinitas membawa ambulance ini, justu membuat Rapi punya beberapa pengalaman unik. Pernah sekali sirene meraung-raung dengan sendirinya padahal tidak dinyalakan. Pernah dia juga membawa mayat dari Karo yang sudah membusuk selama empat hari menuju RSU Pirngadi, Medan.

Semua ini dilayani Rapi dengan senang hati. Dia punya alasan tersendiri mengapa bersedia menjadi relawan, padahal sebagai petani, mengurus ladangnya saja sudah cukup menyita waktu.

”Senang rasanya jika bisa membantu masyarakat secara langsung. Masyarakat pun bisa langsung merasakan sendiri kiprah partai, dan mengetahui bagaimana kader-kader PAN sudah bekerja untuk masyarakat. Bukan sekedar slogan. Kita pun bisa lebih membaur dengan berbagai kalangan masyarakat,” ujar Rapi Ginting. (rar)

SIMALUNGUN (Waspada): Pemuda merupakan generasi harapan masa depan bangsa, diharapkan dapat berperan aktif untuk turut mewarnai pelaksanaan pembangunan di negara Indonesia, khususnya di daerah Kabupaten Simalungun.
Demikian Bupati Simalungun HT Zulkarnain Damanik, dalam sambutannya saat menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah se-kabupaten Simalungun dan Tabligh Akbar, di Serbelawan, Minggu (22/2).

Dikatakan, sebagai generasi masa depan bangsa, pemuda juga dituntut untuk selalu meningkatkan pengetahuannya sehingga nantinya menjadi penerus bangsa yang memiliki ilmu pengetahuan dan mampu untuk menghadapi berbagai tantang. Selain itu, sebagai pemuda harus mampu menjadi penutan dan contoh yang baik ditengah-tengah masyakat.

“Pemuda Muhammadiyah tidak saja dapat dipercaya, tetapi juga telah berbuat untuk negara dan bangsa. Khususnya di Simalungun diharapkan dapat menjadi partner pemerintah dalam mengisi pembangunan di masa yang akan datang serta jadikan wadah ini untuk membangun dan memajukan daerah bumi habonaran do bona ini,” tandas Zulkarnain.

Sekaitan dengan semakin dekatnya pelaksanaan Pemilu 2009, bupati mengingatkan agar kader Pemuda Muhammadiyah benar-benar cerdas dan jeli dalam menentukan calon legislative pilihannya, baik ditingkat pusat, provinsi dan daerah. Dia mengajak untuk memilih para calon legislative yang benar-benar mau mendengar aspirasi rakyat dan peduli terhadap pembangunan di daerah Simalungun. Pada kesempatan itu juga bupati berpesan agar pemuda dan masyarakat tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan, sehingga tercipta situasi aman dan kondusif saat menjelang dan usai pemilu.

Sebelumnya, anggota DPR-RI H Nasril Bahar, SE pada sambutannya mengajak para pengurus Pimpinan Daerah dan Cabang Pemuda Muhammadiyah untuk bersama-sama membangun daerah, baik dalam konteks kepemudaan dan keumatan secara keseluruhan dengan menegakkan amar makruf nahi munkar.

“Mari singsingkan lengan baju kita untuk bekerja mengisi pembangunan, membantu pemerintah, masyarakat dalam konteks keumatan, sehingga Pemuda Muhammadiyah dapat menjadi generasi yang dapat di harapkan dimasa depan,” tandas Nasril.

Sedangkan H Bahdin Nur Tanjung dalam ceramah singkatnya mengajak Pemuda Muhammadiyah dan umat Islam secara keseluruhan agar mensukseskan pemilu. Umat Islam harus bersatu dalam perbedaan, tunjukkan idealisme, jangan mau diadu domba seperti pada zaman penjajahan Belanda, kata Bahdin yang disambut aplaus sekitar seribuan hadirin.

Turut memberikan kata sambutan, perwakilan PC Pemuda Muhammadiyah yang baru dilantik Salman Abror, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut Anang Anas Azhar. Sebelumnya acara tersebut ditandai dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qu’an oleh Yulia Indah Sari dan tarian tor-tor sombah yang dibawakan siswi SMA Muhammadiyah Serbalawan. (a15)

Waspada
Senin, 23 Februari 2009

Medan – Anggota DPR RI asal Sumatera Utara (Sumut) Nasril Bahar, menyatakan rasa prihatinnya atas tragedi yang terjadi saat demonstrasi para pendukung Provinsi Tapanuli (Protap) di DPRD Sumut. Demo yang akhirnya berujung pada meninggalnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat, dinilai tidak perlu terjadi sekiranya cara yang ditempuh sesuai dengan mekanisme.
“Saya prihatin dan tentu saja sangat berduka atas kasus ini. Kakanda Abdul Aziz Angkat saya kenal sebagai sosok yang sabar dan sederhana,” ujar Nasril Bahar di Jakarta, Selasa (3/2/2009).

Menurut Nasril, terlepas dari pro-kontra pembentukan Proap itu sendiri, semestinya cara-cara yang dipergunakan dalam upaya pendukung pembentukan provinsi baru dari pemekaran Sumut itu, hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang elegan.

“Ada banyak cara demokratis dan baik yang bisa ditempuh. Tetapi tindakan anarkis bukanlah salah satu solusi. Tindakan anarkis hanya akan menimbulkan masalah. Cara yang tidak damai, hanya akan menimbulkan penentangan,” ujar Nasril.

Nasril menyatakan, dia melihat demonstrasi yang berakhir menjadi tragedi itu akan menjadi titik balik yang akan merugikan para pendukung Protap itu sendiri. Jika sudah demikian, kaitan kasusnya bisa kemana-mana. Harus diupayakan agar masalah tersebut tidak melebar kemana-mana, apalagi terkait Suku Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

“Jangan sampai ini terjadi. Sumut sudah demikian terjaga baik situasi kondusifnya. Hal ini seperti ini harus terus dijaga kelangsungannya,” ujar Nasril.

Disebutkan Nasril, dia memantau terus perkembangan kasus tersebt melalui media massa dan mendukung langkah-langkah progesif dalam upaya penuntasan masalah hukum kasus demonstrasi anarkis tersebut. (rara)

Medan – Para kader Partai Amanat Nasional (PAN) di sejumlah daerah di Sumatera Utara (Sumut) terus mengoptimalkan penggunaan ambulance bantuan dari Nasril Bahar. Sejauh ini, ambulance yang dapat dipergunakan secara gratis tersebut sangat membantu masyarakat yang membutuhkan.
Keterangan yang diperoleh dari Nasril Bahar Center (NBC) menyebutkan, antuasiasme masyarakat terhadap ambulance tersebut cukup tinggi. Malah diharapkan ada penambahan unit di beberapa daerah lain, untuk menambahi empat unit yang sekarang ini difungsikan di Kabupaten Siantar, Asahan, dan Karo.

“Ada memang permintaan ambulance untuk beberapa daerah lain, sejauh ini hal itu masih kita pertimbangkan,” kata Aulia Hardi, Koordinator NBC di NBC Centre, Kamis (29/1/2009).

Nasril Bahar membantu pengadaan empat unit ambulance tersebut sejak tahun 2007 lalu. Satu unit yang dkelola bersama oleh DPD PAN Siantar dan Simalungun, satu unit lagi dikelola bersama DPD PAN Langkat dan Binjai, kemudian satu unit dikelola bersama DPD PAN Batubara, Asahan dan Tanjun Balai. Sementara satu unit lagi dikelola bersama DPD PAN Karo, Dairi dan Pakpak.

Dalam penggunaannya, ambulance tersebut dapat dipergunakan seluruh lapisan masyarakat secara gratis. Sejauh ini warga antusias dan mengandalkan penggunaan ambulance itu jika membutuhkan bantuan.

“Malah sebagian masyarakat menyempatkan diri untuk berfoto di depan ambulance itu sebagai kenangan, karena merasa sangat terbantu. Ya itulah apresiasi dari mereka, dan ini sangat menggembirakan,” ujar Aulia Hardi. (rara)

Next Page »



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.