DPR Keberatan BBM Naik, Raker Komisi VI – Mendag Memanas

detikcom – Jakarta, Raker Komisi VI dengan Menteri Perdagangan sempat tegang karena munculnya pernyataan sikap dari 15 anggota Komisi VI yang merasa keberatan atas keputusan pemerintah menaikkan harga BBM tanpa persetujuan DPR.

Pada saat raker di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/3/2005) yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI Khofifah Indar Parawansa itu berlangsung, 15 anggota komisi VI mengiterupsi soal keberatan atas kenaikan harga BBM. Pernyataan itu dibacakan oleh Hasto Kristianto dari PDIP.

Adapun poin keberatan dari ke-15 anggota Komisi VI itu meliputi penilaian atas pemerintahan SBY-Kalla yang dianggap tidak bisa mencari terobosan dalam memberantas KKN dan mengurangi kebocoran anggaran. Bahkan pemerintah dinilai hanya mencari jalan pintas untuk menutup defisit anggaran dengan menaikkan harga BBM.

Pemerintah SBY-Kalla juga dianggap tidak memanfaatkan stabilitas perekonomian dan momentum pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai pemerintah sebelumnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pemerintah juga dianggap mengalihkan tanggung jawab menutup defisit kepada rakyat. Program kompensasi BBM yang didukung oleh jaringan intelektual Freedom Institute juga dianggap menyederhankan permasalahan.

Ke-15 anggota Komisi VI yang menyatakan keberatan atas kenaikan harga BBM diantaranya adalah Imam Suroso (PDIP), Hasto Kritiyanto (PDIP), Khoirul Saleh (PKB), Cecep Syarifudin (PKB), Sundari Fitriana (PPP), Zulkiflimansyah (PKS), Fahri Hamzah (PKS), Halmi Faisal Zein (PKB), Nasril Bahar (PAN), Refrizal (PKS), Suwignyo (PDIP).

Setelah dibacakannya surat tersebut, Hasto Kristanto menyatakan bahwa raker dengan Mendag hari ini sebaiknya tidak dilanjutkan apalagi mengambil kesimpulan. Namun masalah itu justru memancing interupsi dari sejumlah anggota Komisi VI lainnya yang justru meminta agenda sidang soal kinerja Depdag dilanjutkan.

Ada juga anggota Komisi VI yang meminta agar rapat dihentikan dan diganti dengan sidak ke lapangan. Namun menperindag menyebutkan bahwa dirinya telah memiliki program untuk melakukan sidak ke beberapa pasar tradisional dalam beberapa hari ke depan.

Setelah saling interupsi yang dibarengi dengan saling tuding dengan suara keras, akhirnya Ketua Rapat Khofifah tetap memutuskan bahwa Mendag dapat melanjutkan penjelasan tentang berbagai kebijakan di bidang perdagangan dan akan diambil satu kesimpulan dalam rapat kali ini.

Kejadian kisruh dalam rapat di Komisi VI ini bukan untuk yang pertama kalinya. Dalam rapat pekan lalu, anggota Komisi VI juga sempat beradu mulut di depan Meneg BUMN Soegiharto. Namun kali ini sumber perseteruan antar sesama anggota dewan tersebut adalah soal Cemex. (qom/)

detikcom
Selasa, 1 Maret 2005




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: