Demografi Binjai

Kota Binjai terletak di antara 3 31’40”-2 47′ Lintang Utara dan 98 27’3″-98 32’32” Bujur Timur. Posisi Kota Binjai ada di bagian Utara Propinsi Sumatera Utara pada ketinggian tempat 25-35 m di atas permukaan laut dan kondisi wilayah relatif datar. Luas wilayah Kota Binjai adalah 9.023,62 Ha ( 90,23 km2) secara administratif terdiri dari 5 Kecamatan dan 37 Kelurahan dengan jumlah penduduk 219.145 jiwa.

B. SARANA DAN PRASARANA
Kota Binjai mempunyai transportasi darat, disamping itu juga tersedia sarana dan prasarana listrik, telekomunikasi dan air bersih.

C. IDENTIFIKASI BIDANG USAHA POTENSIAL
Bidang Usaha Potensial
Selama tahun 2000 kontribusi terbesar dalam perekonomian Kota Binjai berasal dari sektor industri pengolahan yaitu sebesar 29,18% dari total PDRB. Namun nilai kontribusi dari sektor industri pengolahan ini hampir sama dengan sektor perdagangan, hotel dan restoran yang menduduki peringkat kedua dalam kontribusi terhadap PDRB yaitu 28,86%. Sedangkan peringkat ketiga masih diduduki oleh sektor pertanian sebesar 11,21%. Besaran nilai kontribusi ini menunjukkan bahwa bidang usaha di sektor industri, perdagangan, hotel, restoran serta pertanian merupakan komoditi yang layak untuk dikembangkan atau diunggulkan di Kota Binjai.

D. POTENSI PENDUKUNG BIDANG USAHA POTENSIAL
1. Kebutuhan Pusat Pelayanan Bisnis dan Perdagangan
Salah satu keuntungan yang dimiliki oleh Kota Binjai adalah posisinya yang terletak di jalur lintas Sumatera. Jalur ini menghubungkan Kota Binjai dengan kota-kota lainnya inisialnya Kota Medan, Kabupaten Langkat dan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Dukungan sarana transportasi berupa infrastruktur dan sarana angkutan sangat penting dalam memperlancar arus distribusi barang. Selain itu, Kabupaten Langkat memiliki potensi sumber daya alam yang mendukung Kota Binjai sebagai pusat dagang, di mana seluruh hasil bumi yang ada di Kabupaten Langkat bermuara di Kota Binjai dan selanjutnya ke Kota Medan.

2. Hasil Buah-buahan
Selain sebagai kota dagang, Kota Binjai dikenal pula sebagai kota rambutan karena buah rambutannya manis dan dagingnya segar. Rambutan dari Kota Binjai dinikmati dan diakui sampai ke luar Pulau Sumatera. Luas areal perkebunan rambutan di Kota Binjai mencapai 425 Ha dengan jumlah produksi sekitar 2.400 ton per tahun. Usaha perkebunan rambutan ini umumnya dilakukan oleh penduduk secara tradisional. Oleh karena itu, bila musim panen tiba petani justru mengalami kerugian. Konsumen menginginkan buah ini dikonsumsi dalam keadaan segar, namun yang terjadi banyak buah rambutan yang busuk dan terbuang karena daya tampung pasar sangat terbatas dan sistem penyimpanan yang masih sederhana.

3. Industri Kecil dan Kerajinan
Untuk mengembangkan dan menata industri di Kota Binjai, pemerintah daerah telah menetapkan Kecamatan Binjai Utara dan Binjai Timur sebagai kawasan pembangunan industri besar, Kecamatan Binjai Barat dan Binjai Selatan sebagai kawasan pembangunan industri pertanian dan peternakan, dan semua lokasi (Kecamatan) untuk pembinaan industri skala sedang. Terkecuali, kawasan Binjai Kota untuk kawasan industri.

E. BIDANG USAHA UNGGULAN LAYAK DIKEMBANGKAN
A. Kawasan Pusat Bisnis Terpadu (Central Business District/CBD)
Pertumbuhan pasar kawasan pusat bisnis (CBD) sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, hal ini dikarenakan situasi dan kondisi ekonomi serta politik dalam negeri yang belum kondusif. Namun pada tahun 2005 mendatang diperkirakan akan terjadi peningkatan permintaan, seiring dengan perbaikan ekonomi nasional. Kawasan pusat bisnis dalam hal ini adalah kawasan perkantoran, pertokoan, perbankan serta retailer yang berada di lokasi yang sangat strategis dengan lahan seluas 20.000 m2.

B. Pengolahan Buah Terpadu
Budidaya buah-buahan mempunyai prospek yang cukup cerah untuk dikembangkan di negara Indonesia, karena iklim tropis dengan tingkat kelembaban antara 5090% dan bersuhu antara 15-35 C sangat menunjang bagi pertumbuhan dan didukung oleh luas areal yang memadai. Di bagian Barat wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan merupakan wilayah paling basah, kaya akan berbagai buah-buahan khas tropis Indonesia, di antaranya rambutan, durian, duku, mangga, salak, nangka, srikaya, lengkeng, nenas dan lain-lain.

Industri pengolahan buah-buahan yang memproses buah untuk dikalengkan (canning), dibuat jus, dijadikan sari buah, serta sebagian dibuat jam atau selai dan ada juga yang dikeringkan (keripik nangka, kentang dan sebagainya) cukup banyak namun jumlah buah yang diproses tersebut masih relatif kecil bila dibandingkan dengan produksi buah yang hanya dilakukan melalui penanganan segar.




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: