Ribuan Karyawan PTPN II Demo

Medan – Ribuan karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, kemarin, berunjuk rasa di halaman gedung DPRD Sumatra Utara (Sumut) dan halaman kantor direksi PTPN II. Mereka menuntut dirut perusahaan itu dicopot karena dinilai tidak memerhatikan hak-hak normatif karyawan.

Pengunjuk rasa datang ke lokasi dengan menggunakan 10 truk dan satu bus milik PTPN II. Menurut mereka, sejak 2003 karyawan tidak menerima gaji secara teratur. “Gaji sering terlambat dan terkadang malah tidak penuh,” kata Suprapto, 46, seorang karyawan yang telah bekerja selama 22 tahun.

Para pengunjuk rasa menolak keberadaan direksi perkebunan BUMN, karena membawa kesengsaraan dan petaka bagi karyawan dan kehancuran PTPN II. Buruh juga minta Menneg BUMN Sugiharto segera mengganti direksi PTPN II karena tidak mampu memberikan kontribusi APBN.

Aksi dilakukan karyawan PTPN II dari beberapa kebun menggunakan puluhan kendaraan truk dan bus. Mereka menyampaikan aspirasi dengan poster dan berorasi dipimpin pengurus SP-Bun PTPN II Tanjung Morawa.

Dalam orasinya, sejumlah karyawan PTPN II mengaku diperlakukan seperti buruh yang bekerja di masa zaman penjajahan, karena hak normatif karyawan cenderung tidak diberikan. Seperti masalah pelayanan kesehatan tidak diperoleh karyawan, karena obat-obatan di rumah sakit tidak ada.

Pernyataan sikap karyawan PTPN II tergabung dalam SP-Bun PTPN II Tanjung Morawa ditandatangani Ketua Umum Indro Suhito SH dan Sekretaris Umum Yamafati Gea SE. Mereka menilai, direksi PTPN II tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, mengakibatkan karyawan semakin sengsara dan PTPN II hancur terlilit utang.

Selain itu, direksi PTPN II menciptakan perpecahan di antara karyawan dengan cara devide et impera (pecah belah), sehingga suasana kerja tidak kondusif, kinerja perusahaan bertambah terpuruk.

SP-Bun juga minta Menneg BUMN dan Deputi Menteri BUMN bidang agro industri mengganti direksi PTPN II dengan orang yang punya kemampuan memperbaiki kondisi PTPN II, bermoral, amanah dan mengetahui kesengsaraan karyawan. Menurut mereka, buruh PTPN II telah lama menderita sehingga perlu mengusut tuntas segala penyimpangan-penyimpangan dilakukan selama ini.

Aspirasi buruh diterima Ketua Komisi E DPRDSU Sahat P Situmorang, Wakil Ketua Rafriandi Nasution, Budiman Nadapdap, Wira Abdi Dasopang. Menurut Sahat, berjanji memanggil PTPN II untuk membahas berbagai persoalan dihadapi karyawan. Khususnya, terkait dengan hak normatif.

Bertanggung jawab

Anggota Komisi VI DPR-RI H Nasril Bahar, SE menilai, aksi demo yang dilakukan para karyawan harus mendapat respon. Respon itu menurut anggota FPAN asal daerah pemilihan Sumut III itu adalah direksi harus memenuhi semua tuntutan para karyawan.

Nasril berjanji akan meminta pimpinan Komisi VI dan pimpinan DPR-RI untuk terus memperjuangkan nasib para karyawan termasuk mengaudit total PTPN II. (gunawan)

seketika.com
Selasa, 15 November 2005




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: