Katingan Pilot Project Rotan

KASONGAN– Potensi rotan di Kabupaten Katingan yang sangat melimpah sangat disayangkan apabila tak dikelola dengan baik. Guna memaksimalkan potensi ini, pemerintah pusat melalui Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindagkop) telah menetapkan kabupaten ini sebagai pilot project pengembangan sektor rotan.

“Keputusan memilih kabupaten ini sebagai pilot project rotan sudah ditetapkan oleh Deperindagkop. Adapun pertimbangannya lantaran potensi rotan di sini yang sangat melimpah masih belum diimbangi dengan pengelolaan secara optimal,” kata Dirjen Usaha Kecil Menengah (UKM) Deperindagkop, Sakari, saat menyertai kunjungan anggota Komisi VI DPR RI ke Kabupaten Katingan, kemarin (25/7).

Selanjutnya, secara khusus pemerintah pusat melalui Deperindagkop akan memperhatikan secara serius pengelolaan sektor usaha rotan di kabupaten ini. Di antaranya adalah peluncuran beberapa program pemberdayaan sektor usaha rotan.

Menurut Sakari, salah satu program yang pada 2007 mendatang akan dilaksanakan adalah Vacational Traning. Program ini bertujuan memberikan pelatihan singkat tentang pengembangan sektor usaha rotan. Setelah mengikuti pelatihan ini, warga mempunyai keterampilan lebih baik daripada sebelumnya.

Agar program pilot project ini dapat berlangsung efektif dan efisien, Deperindagkop bekerjasama dengan pemerintah di tingkat kabupaten akan membuat unit pelaksana teknis (UPT). “Melalui UPT ini nantinya kita akan menyediakan tenaga ahli dan terampil dalam pengembangan sektor usaha rotan,” ujar Sakari.

Sementara itu, untuk mengembangkan sektor rotan, Pemkab Katingan telah melakukan berbagai cara. Termasuk melalui upaya menembus pasar ekspor sendiri. Tetapi dalam perkembangannya tetap saja harga rotan di tingkat petani belum stabil. Bahkan, sekarang ini harga justru semakin mengalami kelesuan.

Menurut salah seorang anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar, anjloknya harga rotan di tingkat petani lantaran permainan tengkulak itu. Tetapi, masa-masa mendatang kondisi ini diharapkan tak terjadi lagi. Terlebih sekarang ini Undang-Undang nomor 9 tahun 2006 tentang Resi Gudang sudah rampung digodok dan sudah pula disahkan. Pada prinsipnya undang-undang yang sekarang ini tinggal menunggu Peraturan Pelaksana (PP) adalah menyelamatkan petani dari bulan-bulanan rentenir.

“Tak hanya petani rotan, petani lainnya pun biasanya akan mengalami permasalahan serupa saat panen maupun produksi melimpah. Harga yang sebenarnya di tingkat konsumen akhir relatif stabil justru sangat anjlok di tangan para rentenir,” ujar Nasril.

Dengan adanya undang-undang tentang Resi Gudang ini, maka stok produk rotan maupun hasil pertanian lainnya yang melimpah dapat dijadikan sebagai anggunan mendapatkan pinjaman dari perbankan.

“Sehingga, mereka tak perlu menjual rotan maupun hasil panennya dengan harga murah. Sebab, undang-undang nomor 9 tahun 2006 itu menjadi landasan hukum bagi petani untuk mendapatkan pinjaman dari bank dengan hanya bermodalkan anggunan stok hasil panennya,” ujar Nasril seraya berharap pada pertengahan tahun 2007 mendatang PP undang-undang itu sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Anggota Komisi VI DPR RI yang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Katingan, seluruhnya berjumlah tujuh orang. Mereka adalah H Soekardjo Hardjosoewiro dari Fraksi PDI P, Dra Chairunnisa MA dari Fraksi Partai Golkar, H Suwignyo BA dari F PDI P, Ir HM Yusuf Pardamen dari F PD, Dr Ir Atte Sugandi MM dari F PD, Nasril Bahar SE dari F PAN dan H A Najiyulloh LC dari F PKS serta Dirjen UKM Sakari beserta sejumlah staf di Departemen Perindustrian danh Perdagangan.

Dalam kunjungan ini para wakil rakyat ini juga menyempatkan mendengarkan paparan tentang pembangunan di Kabupaten Katingan yang disampaikan oleh Bupati Katingan Drs Duwel Rawing. Selanjutnya, rombongan yang diangkut dengan Bus Pemprov Kalteng ini menyempatkan mengunjungi salah satu gudang pengumpul rotan di Kasongan dan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Lestari di SMPN-1 Kasongan serta pusat kawasan industri di Desa Hampanen. (tur)

Kalteng Pos

Rabu, 26 Juli 2006




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: