Sebelas Anggota DPR ke Korea Utara

Jakarta, (Analisa) – Di tengah masa persidangan yang sedang berlangsung, 11 anggota DPR dari berbagai fraksi dan komisi melakukan kunjungan ke Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) pada 11-14 September 2006 untuk suatu misi diplomatik meningkatkan hubungan kedua negara, di samping mendinginkan suasana ‘panas” di Korea Utara terkait penundaan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu.

Pimpinan delegasi kunjungan Joseph Umar Hadi dari Fraksi PDIP di Gedung DPR/MPR/DPD Senayan Jakarta, Selasa menjelaskan, segala persiapan sedang dilakukan 11 anggota DPR yang akan mengikuti kunjungan resmi tersebut.

Namun dalam daftar delegasi 11 anggota DPR RI itu bukan berasal dari Komisi I DPR yang membidangi masalah luar negeri. Joseph Umar Hadi berasal dari Komisi V DPR yang membidangi perhubungan dan telekomunikasi. Joseph yang menjadi Koordinator Kunjungan ke Korea Utara adalah Wakil Ketua Komisi V.

Wakil Koordinator dalam kunjungan ini adalah Hj Zunatul Mafruchah dari FKB dan anggota Komisi VIII (bidang keagamaan). Anggota delegasi terdiri atas, tiga anggota Fraksi Partai Golkar (FPG), yaitu Sri Harini (Komisi IX/tenaga kerja dan kesehatan), Djelantik Mokodompot (Komisi VIII/keagamaan), Azwir Daynitara (Komisi VI/investasi dan perdagangan). Satu anggota FPDIP yang ikut delegasi adalah Sudigdo Adi dari Komisi IX (bidang tenaga kerja/kesehatan).

Dua anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD), yaitu Balkan Kaplale (Komisi X/pendidikan) dan Zaenuddin (Komisi VIII/keagamaan). Selain itu dua anggota Fraksi PAN, yaitu Asman Abnur (Komisi XI/anggaran) dan Nasril Bahar (Komisi perdagangan dan investasi). Sedangkan satu anggota delegasi dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (BPD) adalah anggota Komisi V yang membidangi perhubungan dan telekomonukasi.

Joseph didampingi Zunatul Mafruchah menjelaskan, kunjungan ini mengatasnamakan Grup Kerja Sama Bilateral (GSKB). Walaupun delegasi bukan anggota komisi luar ngeri DPR RI, namun misi yang diemban lebih bernuansa diplomasi.

Joseph menjelaskan tujuan kunjungan ini adalah mendinginkan suasana hati RRDK yang sedang “panas” akibat penundaan kunjungan Presiden ke Korea Utara, memberi dukungan terhadap reunifikasi dua Korea, mendorong terselenggaranya kembali pertemuan “Six Party Talks”, mendorong terciptanya perdamaian di Kawasan Semenanjung melalui dialog dan perundingan.

Selain itu meyakinkan RRDK bahwa Semenanjung Korea yang stabil merupakan prasayarat untuk reunifikasi kedua Korea secara damai, memberi tawaran kepada RRDK bahwa Indonesia bersedia menawarkan jasa baik dalam bentuk memfasilitasi dialog untuk mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea.

“Kunjungan jug akan diarahkan untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia-RRDK,” katanya.

Joseph menjelaskan pula bahwa agenda kunjungan ini adalah berunding dengan Dewan Persahabatan antara Parlemen Korea-Indoensia di Mansudae Hall, pertemuan dengan Acting Ketua Komite Hubungan Budaya Luar Negeri RRDK Mun Jae Chol dan meninjau Demiliterisasi Zone (DMZ) di Panmunjon.

Selain itu, bertemu dengan Ketua Supreme People’s Assembly (SPA) RRDK Choe Tae Bok dan berkunjung ke pusat pengembangan Ristek RRDK.

Dalam kunjungan ini, DPR mengeluarkan biaya resmi berupa tiket dan akomodasi serta uang saku. Tiket untuk setiap anggota DPR yang menjadi delegasi sebesar 2.400 dolar AS, uang saku 200 dolar AS dan uang tambahan untuk setiap anggota delegasi 300 dolar AS. (Ant)

Analisa
Rabu, 6 September 2006




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: