Archive for December, 2006

LANGKAT – “Rem busnya blong, jadi tidak bisa saya kendalikan lagi,” jawab Sariman tertunduk lesu di Mapolsek Pangkalan Brandan kemarin. Supir bus Kurnia ini tak menyangka bus yang dikemudikannya seketika telah merengut 4 nyawa sekaligus di posko di Kampung Lama Kelurahan Bukit Kubu Kecamatan Besitang, Jumat pagi kemarin.

“Saya tak menyangka, remnya blong,”ucapnya berulang-ulang. Sontak kejadian itu membuat prihatin. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Begitulah kini nasib para pengungsi yang naas tersebut. Para korban yang tewas seketika itu adalah Fauzi (37), Bukti Sembiring (37), Nasir (33), Amri (20) yang kesemuanya penduduk Kampung Lama Kelurahan Bukit Kubu Besitang.

Saksi mata menyebutkan pagi itu warga yang tengah mengungsi sedang berkemas-kemas untuk persiapan sarapan pagi. Tiba-tiba, bus Kurnia yang dikemudbanjirikan Sariman (32) penduduk Sibiru-Biru Kabupaten Deli Serdang itu menghantam para pengungsi. 4 pengungsi yang tewas dengan kondisi mengenaskan. Kepala pecah, dan otak yang berceceran.

Sementara, 5 orang korban banjir yang juga mengalami luka diantaranya Sofian (11), Ismail (6), Imran (33), Hafifuddin (35), Jafar Sidik (35) juga penduduk Kampung Lama Kelurahan Bukit Kubu Besitang. Semuanya mengalami luka yang cukup serius patah kaki, luka robek di kepala, dan luka dibahagian badan. Melihat kejadian itu, warga langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban ke Puskesmas Besitang yang langsung ditangani drg H Iskandar. Sementara korban yang tewas, setelah diberitahukan kepada keluarganya, langsung dibawa pulang dan dikebumikan di Pitura Sei Lepan, Halaban, dan Pangkalan Susu.

Ke-5 korban yang luka dirujuk ke RS Pertamina Pangkalan Brandan. Namun, perlakuan pihak RS yang tidak langsung diberikan pertolongan alasan rumah sakit karena tidak ada yang menjamin alias uang dimuka membuat warga kesal. 4 korban lainnya akhirnya dilarikan ke RSU Tanjungpura untuk mendapatkan pertolongan. Kepala RSU Tanjungpura dr H Agusnadi Tala ketika ditemui menjamin pembiayaan para korban untuk dirawat selama mereka berada di rumah sakit tersebut. H Malik salah satu keluarga korban yang ditabrak bus Kurnia tersebut. Pihaknya sangat prihatin terhadap pelayanan yang diberikan RS Pertamina tersebut, padahal korban harus ditolong secepatnya, bukan pula jaminan yang harus ditanyakan, katanya.

Sementara itu pula Bupati Langkat H Syamsul Arifin SE, setelah mendengar laporan ada warga masyarakatnya yang tewas dan korban luka berat akibat ditabrak bus Kurnia BL 7310 BB, langsung mengutus Kaban Kesbang Linmas Drs H Sukhyar Mulianto Msi, dan Drs H Warisan Sanjaya, kepada para ahli waris, yang tewas maupun yang mengalami luka-luka. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp 1 juta.

Warga Mengungsi di Badan Jalan

Perkembangan dari lapangan tercatat kondisi para pengungsi semakin memprihatinkan. Ratusan korban banjir Besitang yang merupakan penduduk Bukit Kubu, Pekan Besitang, terlihat masih mengungsi di berbagai tempat. Mereka masih mengungsi di Masjid Raya Besitang, dan ada juga yang mengungsi di badan-badan jalan lintas Sumatera, dengan mendirikan berbagai tenda darurat.

Sementara itu dari data yang dikumpulkan koran ini pula sudah mencapai 15 korban yang tewas dalam kejadian banjir di Langkat, yang terbanyak berasal dari Besitang, Sei Lepan, Hinai, Stabat sedangkan yang masih dinyatakan hilang sebanyak 6 orang lagi yang kesemuanya juga penduduk Besitang.

Koordinasi Penanganan Bencana Belum Solid

Sedangkan anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dari Daerah Pemilihan Langkat, Nasril Bahar, SE menyatakan, penanganan berbagai bencana di Tanah Air sejauh ini dinilai masih belum solid. Pemerintah di daerah bencana masih kewalahan untuk melakukan tindakan. Salah satunya dalam pendistribusian bantuan dan penanganan pengungsi.

“Misalnya di Langkat, di lapangan kita masih melihat situasinya belum seperti yang diharapkan. Korban yang tidak ditampung dipengungsian, banyak yang belum mendapat bantuan. Atau kalaupun ada, terbilang tidak sesuai dengan kebutuhan mendesak yang dialami mereka,” kata Nasril Bahar di Medan, Jumat, kemarin.

Nasril yang sebelumnya menyalurkan bantuan pribadi senilai Rp 100 juta kepada para korban banjir Langkat menyatakan, ke depan mestinya pola penanganan itu bisa simultan. Sehingga tidak ada korban yang merasa tidak diperhatikan.

“Saya menganggap upaya yang dilakukan Bupati Langkat untuk membantu warganya yang tertimpa bencana memang sudah maksimal. Masalahnya, bencana begitu luas, dan korban pun begitu banyak. Maka wajar dia kewalahan,” kata Nasril. Menurut Nasril, yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PAN, bencana bukan semata urusan daerah yang terkena bencana, tetapi membutuhkan keterlibatan banyak pihak lain. Baik pemerintahan maupun lembaga swadaya masyarakat, yang mestinya segera turun tangan begitu bencana datang.

“Kita masih melihat ketimpangan dan ketidaksiapan di lapangan. Ini harus menjadi pelajaran ke depan. Jangan sampai ketika bencana datang, masalah serupa masih terjadi. Kita memang tidak menghendaki terjadinya bencana, tetapi jika bencana datang, paling tidak masalah yang timbul bisa ditangani dengan baik,” kata Nasril.

Dalam kaitan bencana banjir ini, Nasril memandang sudah saatnya semangat untuk memberantas illegal logging tidak semata dibahas di tingkat wacana. Perlu aksi tegas yang berlaku dari hulu ke hilir untuk memberantas perambahan liar ini. Dia didampingi sejumlah fungsionaris PAN di Sumut, antara lain Abdul Hakim Siagian, Isfan F Fachruddin, dan Parluhutan Siregar yang duduk di DPRD Sumut, Zulkifli Husein anggota DPRD Kota Medan, serta Syahrial Harahap, Sekretaris DPD PAN Langkat.

Bantuan terus Mengalir

Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Wilayah Himpunan Keluarga Mandailing (HIKMA) Langkat Amril Nasution S Sos MAP dan Noel SM dari GM Pujakesuma Langkat juga memberikan bantuan yang diterima Drs H Masri Zein, Jumat (29/12).

Dijelaskan Amril Nasution, bahwa bantuan yang disampaikan pihaknya ini, merupakan sumbangan dari warga Mandailing yang ada di Langkat ini, setelah melihat kondisi korban banjir yang ada. Bantuan ini juga ada yang langsung sudah disampaikan ke masyarakat korban banjir, katanya. (uzi/rob)

Sumut Pos

Sabtu, 30 Desember 2006

Advertisements
Medan, (Analisa) – Tahun 2007 mendatang, Forum Daerah Usaha Kecil dan Menengah (Forda UKM) Sumut mengharapkan pemerintah khususnya di Sumut dapat meningkatkan keberpihakan pada pengusaha kecil guna mempercepat pertumbuhan roda perekonomian di Sumut.

Demikian Ketua Forda UKM Sumut Cahyo Pramono, SE, MBA pada acara Refleksi Akhir Tahun Forda UKM Sumut di salah satu cafe berada di pusat perbelanjaan di Medan, Kamis (28/12). Hadir pada acara tersebut Anggota DPR RI yang membidangi program UKM/Koperasi Nasril Bahar, SE, Penasehat Forda UKM dr. Sofyan Tan, Wakil Ketua Forda UKM Medan Efrizal Adil Lubis, Ketua Forda UKM Sergei M Yusuf dan inisiator LBH UKM Adriansyah Nasution. Menurutnya, pemerintah dapat mendorong pertumbuhan UKM di Sumut dengan membantu penjaminan penyaluran kredit dari pihak perbankkan yang dialokasikan dalam APBD.

“Sebab, bila UKM berkembang di daerah ini sudah secara otomatis akan mendongkrak kenaikan PAD daerah setempat,” tukasnya.

Di samping itu, tahun mendatang Cahyo juga mengharapkan pemerintah daerah setempat memberikan kemudahan bagi pertumbuhan UKM dengan melahirkan berbagai perda yang tidak memberatkan para pelaku untuk mengembangkan usaha.

“Salah satunya dengan mempermudah perizinan usaha dengan menetapkan perizinan satu atap guna merangsang lebih banyak lagi para investor lokal di bidang usaha kecil dan menengah,” tandasnya sembari memuji kebijakan positif Kabupaten Sergei yang telah melakukan pelayanan satu atap guna memancing pertumbuhan investasi di daerah tersebut. Dalam kesempatan itu, Cahyo mengungkapkan beragam keluhan yang disampaikan para pengusaha kepada Forda UKM Sumut sepanjang tahun 2006.

KELUHAN

Menurutnya, berdasarkan data, paling banyak keluhan yang disampaikan seputar tindakan oknum aparat kepolisian yang kerap melakukan sweping, memeriksa dan menahan kendaraan yang mengangkut produk UKM. Tindakan tersebut sangat meresahkan para pelaku UKM. Sedangkan keluhan terhadap aparat birokrasi (Pemrov atau Pemkab/Pemko) berkaitan penerapan perda perizinan dan sebagainya menempati urutan kedua. “Sebaliknya keluhan terhadap gangguan dari aksi premanisme yang pada tahun sebelumnya mendominasi, pada tahun ini sudah jauh berkurang seiring dengan komitmen pihak kepolisian guna memberantas premanisme di Sumut,” tukasnya.

Cahyo, selanjutnya menambahkan, meskipun keluhan terhadap tindakan aparat kepolisian meningkat sepanjang tahun ini, pihaknya cukup bergembira melihat respon positif Kapodasu dan jajarannya tidak ragu menindak oknum aparat yang terlibat kasus tersebut.

“Mengingat selalu turunnya tim atas instruksi Kapoldasu setiap menerima laporan warga UKM menunjukkan adanya keinginan Polri menghapuskan tindakan negatif yang diperbuat aparatnya di lapangan,” tandasnya.

Walaupun demikian, mengingat tingginya frekwensi terhadap keluhan tersebut, Ketua Forda UKM Sumut tersebut mengatakan kedepannya pihaknya telah membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forda UKM. Dalam lembaga yang berdiri atas inisiator Edrin Adriansah Nasution ini nantinya diisi pada pengacara seperti Maya Manurung, Alkaf Masri, Untung Haryono, Nur Alamsyah dan lainnya.

KEBIJAKAN

Sementara itu, anggota DPR RI Nasril Bahar, SE dalam kesempatan itu mengungkapkan selama ini belum ada kebijakan yang dilahirkan pemerintah mendukung perkembangan UKM.

Sebahagian besar kampanye yang didengung-dengungkan selama ini dinilainya hanya sebagai lip service semata. Mengingat hal itu, Nasri berjanji DPR RI kedepannya akan berusaha melahirkan peraturan perundang-undangan yang lebih berpihak pada kepentingan usaha kecil menengah.

“Termasuk mendesak pemerintah pusat supaya mendorong pemerintah daerah supaya segera memberlakukan sistem satu atap dalam berbagai perizinan,” tukasnya.

Sementara itu, Penasehat Forda UKM Sumut Sofyan Tan dalam pertemuan itu, mengungkapkan terlihatnya perkembangan aktivitas Forda UKM tahun 2006 dari pada tahun sebelumnya. Sofyan juga menyoroti pentingnya sosialisasi Forda UKM kepada para pengusaha kecil menengah di Sumut sebab masih terdapat pengusaha yang tidak mengenal Forda UKM.

Karena itu, tambahnya, sosialisasi kedepannya sangat penting, supaya terjalin persatuan di antara para pengusaha guna menghadapi permasalahan kedepannya. (aru)

Analisa
Jumat, 29 Desember 2006

Profil Nasril Bahar

Nama : Nasril Bahar, SE.
Tingkat : DPR
Partai : Partai Amanat Nasional (PAN)
Propinsi Asal : Sumatera Utara
Distrik : Sumut III

Alamat Rumah
Jalan : Jl. Sakti Lubis no 416 Sitirejo Medan Amplas,
Kota : Medan
Propinsi : Sumatera Utara

Lahir : Medan, 31 Desember 1964
Jenis Kelamin : Lelaki
Agama : Islam

Istri : Kilopatra, Hj, Dra
Anak :
1. Muhammad Faisal
2. Imam Firdaus
3. Dina Kharina
4. Muhammad Rais Haq,

Pendidikan
1. SD Muhammadiyah 01 Medan
2. SMP Mualimin Muhammadiyah, Medan
3. SMA Negeri Medan
4. Sarjana Ekonomi Uviversitas Muhammadiyah Sumut (UMSU)

Pengalaman Organisasi
1. Bendahara Pemuda Muhammadiyah Kota Medan (1989-1993)
2. Wakil Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut (1998-2002)
3. Wakil Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut ( 2002-2006)
4. Ketua Majelis Ekonomi PW Muhammadiyah Sumut (2002-2006)
5. Ketua Forum Pengusaha Muda Muhammadiyah Sumut
6. Wakil ketua Forum Komunikasi Pengusaha Kecil & Menengah Indonesia, Sumatera Utara (FKPKMI – Sumut)
7. Ketua Umum Ikatan Keluarga Lawang – Sumatera Utara
8. Bendahara Ikatan Keluarga Luhak Agam – Sumatera Utara
9. Bendahara Lembaga Adat Badan Musyawarah Masyarat Minang Sumatera Utara ( BM3)
10. Wakil Bendahara DPW PAN Sumut (1998-2000)
11. Wakil DPD PAN Kota Medan (1999-2000)
12. Wakil Ketua DPW PAN Sumut (2000-2005)
13 Wakil Sekjen Badan POLHANKAM DPP PAN (2005-2009 )
14. Anggota Komisi VI DPR RI Komisi bidangi Industri, Perdagangan dan BUMN serta Koperasi dan UKM.
15. Anggota Panitia Anggaran DPR RI

Pekerjaan
Direktur CV Ridho Mandiri Garment

indopolitik.com