Pengungsi Ditabrak Kurnia, Empat Tewas, Lima Luka Berat

LANGKAT – “Rem busnya blong, jadi tidak bisa saya kendalikan lagi,” jawab Sariman tertunduk lesu di Mapolsek Pangkalan Brandan kemarin. Supir bus Kurnia ini tak menyangka bus yang dikemudikannya seketika telah merengut 4 nyawa sekaligus di posko di Kampung Lama Kelurahan Bukit Kubu Kecamatan Besitang, Jumat pagi kemarin.

“Saya tak menyangka, remnya blong,”ucapnya berulang-ulang. Sontak kejadian itu membuat prihatin. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Begitulah kini nasib para pengungsi yang naas tersebut. Para korban yang tewas seketika itu adalah Fauzi (37), Bukti Sembiring (37), Nasir (33), Amri (20) yang kesemuanya penduduk Kampung Lama Kelurahan Bukit Kubu Besitang.

Saksi mata menyebutkan pagi itu warga yang tengah mengungsi sedang berkemas-kemas untuk persiapan sarapan pagi. Tiba-tiba, bus Kurnia yang dikemudbanjirikan Sariman (32) penduduk Sibiru-Biru Kabupaten Deli Serdang itu menghantam para pengungsi. 4 pengungsi yang tewas dengan kondisi mengenaskan. Kepala pecah, dan otak yang berceceran.

Sementara, 5 orang korban banjir yang juga mengalami luka diantaranya Sofian (11), Ismail (6), Imran (33), Hafifuddin (35), Jafar Sidik (35) juga penduduk Kampung Lama Kelurahan Bukit Kubu Besitang. Semuanya mengalami luka yang cukup serius patah kaki, luka robek di kepala, dan luka dibahagian badan. Melihat kejadian itu, warga langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban ke Puskesmas Besitang yang langsung ditangani drg H Iskandar. Sementara korban yang tewas, setelah diberitahukan kepada keluarganya, langsung dibawa pulang dan dikebumikan di Pitura Sei Lepan, Halaban, dan Pangkalan Susu.

Ke-5 korban yang luka dirujuk ke RS Pertamina Pangkalan Brandan. Namun, perlakuan pihak RS yang tidak langsung diberikan pertolongan alasan rumah sakit karena tidak ada yang menjamin alias uang dimuka membuat warga kesal. 4 korban lainnya akhirnya dilarikan ke RSU Tanjungpura untuk mendapatkan pertolongan. Kepala RSU Tanjungpura dr H Agusnadi Tala ketika ditemui menjamin pembiayaan para korban untuk dirawat selama mereka berada di rumah sakit tersebut. H Malik salah satu keluarga korban yang ditabrak bus Kurnia tersebut. Pihaknya sangat prihatin terhadap pelayanan yang diberikan RS Pertamina tersebut, padahal korban harus ditolong secepatnya, bukan pula jaminan yang harus ditanyakan, katanya.

Sementara itu pula Bupati Langkat H Syamsul Arifin SE, setelah mendengar laporan ada warga masyarakatnya yang tewas dan korban luka berat akibat ditabrak bus Kurnia BL 7310 BB, langsung mengutus Kaban Kesbang Linmas Drs H Sukhyar Mulianto Msi, dan Drs H Warisan Sanjaya, kepada para ahli waris, yang tewas maupun yang mengalami luka-luka. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp 1 juta.

Warga Mengungsi di Badan Jalan

Perkembangan dari lapangan tercatat kondisi para pengungsi semakin memprihatinkan. Ratusan korban banjir Besitang yang merupakan penduduk Bukit Kubu, Pekan Besitang, terlihat masih mengungsi di berbagai tempat. Mereka masih mengungsi di Masjid Raya Besitang, dan ada juga yang mengungsi di badan-badan jalan lintas Sumatera, dengan mendirikan berbagai tenda darurat.

Sementara itu dari data yang dikumpulkan koran ini pula sudah mencapai 15 korban yang tewas dalam kejadian banjir di Langkat, yang terbanyak berasal dari Besitang, Sei Lepan, Hinai, Stabat sedangkan yang masih dinyatakan hilang sebanyak 6 orang lagi yang kesemuanya juga penduduk Besitang.

Koordinasi Penanganan Bencana Belum Solid

Sedangkan anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dari Daerah Pemilihan Langkat, Nasril Bahar, SE menyatakan, penanganan berbagai bencana di Tanah Air sejauh ini dinilai masih belum solid. Pemerintah di daerah bencana masih kewalahan untuk melakukan tindakan. Salah satunya dalam pendistribusian bantuan dan penanganan pengungsi.

“Misalnya di Langkat, di lapangan kita masih melihat situasinya belum seperti yang diharapkan. Korban yang tidak ditampung dipengungsian, banyak yang belum mendapat bantuan. Atau kalaupun ada, terbilang tidak sesuai dengan kebutuhan mendesak yang dialami mereka,” kata Nasril Bahar di Medan, Jumat, kemarin.

Nasril yang sebelumnya menyalurkan bantuan pribadi senilai Rp 100 juta kepada para korban banjir Langkat menyatakan, ke depan mestinya pola penanganan itu bisa simultan. Sehingga tidak ada korban yang merasa tidak diperhatikan.

“Saya menganggap upaya yang dilakukan Bupati Langkat untuk membantu warganya yang tertimpa bencana memang sudah maksimal. Masalahnya, bencana begitu luas, dan korban pun begitu banyak. Maka wajar dia kewalahan,” kata Nasril. Menurut Nasril, yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PAN, bencana bukan semata urusan daerah yang terkena bencana, tetapi membutuhkan keterlibatan banyak pihak lain. Baik pemerintahan maupun lembaga swadaya masyarakat, yang mestinya segera turun tangan begitu bencana datang.

“Kita masih melihat ketimpangan dan ketidaksiapan di lapangan. Ini harus menjadi pelajaran ke depan. Jangan sampai ketika bencana datang, masalah serupa masih terjadi. Kita memang tidak menghendaki terjadinya bencana, tetapi jika bencana datang, paling tidak masalah yang timbul bisa ditangani dengan baik,” kata Nasril.

Dalam kaitan bencana banjir ini, Nasril memandang sudah saatnya semangat untuk memberantas illegal logging tidak semata dibahas di tingkat wacana. Perlu aksi tegas yang berlaku dari hulu ke hilir untuk memberantas perambahan liar ini. Dia didampingi sejumlah fungsionaris PAN di Sumut, antara lain Abdul Hakim Siagian, Isfan F Fachruddin, dan Parluhutan Siregar yang duduk di DPRD Sumut, Zulkifli Husein anggota DPRD Kota Medan, serta Syahrial Harahap, Sekretaris DPD PAN Langkat.

Bantuan terus Mengalir

Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Wilayah Himpunan Keluarga Mandailing (HIKMA) Langkat Amril Nasution S Sos MAP dan Noel SM dari GM Pujakesuma Langkat juga memberikan bantuan yang diterima Drs H Masri Zein, Jumat (29/12).

Dijelaskan Amril Nasution, bahwa bantuan yang disampaikan pihaknya ini, merupakan sumbangan dari warga Mandailing yang ada di Langkat ini, setelah melihat kondisi korban banjir yang ada. Bantuan ini juga ada yang langsung sudah disampaikan ke masyarakat korban banjir, katanya. (uzi/rob)

Sumut Pos

Sabtu, 30 Desember 2006




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: