Anggota DPR RI Nasril Bahar Menilai Semangat Pemberantasan Ilegal Logging Jangan Sekadar Wacana

Medan (SIB) – Dalam kaitan bencana banjir di Langkat, Anggota DPR RI Nasril Bahar menilai sudah saatnya semangat untuk memberantas illegal logging dilakukan, jangan hanya sebatas wacana. Perlu aksi tegas yang berlaku dari hulu ke hilir untuk memberantas perambahan liar ini.

Demikian kata Nasril Bahar, Jumat (29/12) di Medan, seusai menyumbang korban banjir di Besitang, Langkat. Saat menyalurkan di Besitang Langkat, terut mendampingi sejumlah fungsionaris PAN di Sumut, antara lain Abdul Hakim Siagian, Isfan F Fachruddin, dan Parluhutan Siregar yang duduk di DPRD Sumut, Adi Munasib dan Zulkifli Husein anggota DPRD Kota Medan, serta Syahrial Harahap, Sekretaris DPD PAN Langkat. Bantuan itu antara lain berupa beras, mie instan, air mineral, obat-obatan dan bahan bantuan lain. Penyalurannya dilakukan melalui PAN Langkat dan Muhammadiyah Langkat.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dari Daerah Pemilihan Langkat, Nasril Bahar, SE juga menyatakan, penanganan berbagai bencana di Tanah Air sejauh ini dinilai masih belum solid. Pemerintah di daerah bencana masih kewalahan untuk melakukan tindakan. Salah satunya dalam pendistribusian bantuan dan penanganan pengungsi.

“Misalnya di Langkat, di lapangan kita masih melihat situasinya belum seperti yang diharapkan. Korban yang tidak ditampung dipengungsian, banyak yang belum mendapat bantuan. Atau kalaupun ada, terbilang tidak sesuai dengan kebutuhan mendesak yang dialami mereka,” katanya.

Nasril yang sebelumnya menyalurkan bantuan pribadi senilai Rp 100 juta kepada para korban banjir Langkat menyatakan, ke depan mestinya pola penanganan itu bisa simultan. Sehingga tidak ada korban yang merasa tidak diperhatikan.

“Saya menganggap upaya yang dilakukan Bupati Langkat untuk membantu warganya yang tertimpa bencana memang sudah maksimal. Masalahnya, bencana begitu luas, dan korban pun begitu banyak. Maka wajar dia kewalahan,” kata Nasril.

Menurut Nasril, yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PAN, bencana bukan semata urusan daerah yang terkena bencana, tetapi membutuhkan keterlibatan banyak pihak lain. Baik pemerintahan maupun lembaga swadaya masyarakat, yang mestinya segera turun tangan begitu bencana datang.

“Kita masih melihat ketimpangan dan ketidaksiapan di lapangan. Ini harus menjadi pelajaran ke depan. Jangan sampai ketika bencana datang, masalah serupa masih terjadi. Kita memang tidak menghendaki terjadinya bencana, tetapi jika bencana datang, paling tidak masalah yang timbul bisa ditangani dengan baik,” kata Nasril. (RT/u)

Sinar Indonesia Baru
Minggu, 21 Januari 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: