Dirut Jamsostek Iwan Pontjo Dinonaktifkan

Komisaris PT Jamsostek (Persero) membuat langkah yang mengejutkan. Iwan P Pontjowinoto dinonaktifkan dari posisi direktur utama (dirut). Posisinya kini diduduki Andi Achmad M Amien. Pemberhentian sementara Iwan Pontjo ini disahkan melalui Keputusan Komisaris PT Jamsostek No KEP/01/DEKOM/012007. Surat ini ditandatangani Komisaris Utama PT Jamsostek Prijono Tjiptoherijanto pada 19 Januari 2007.

Dalam surat keputusan PT Jamsostek yang diterima detikcom, Sabtu (20/1), dewan komisaris melihat telah terjadi disharmonisasi di antara direksi. Sehingga terdapat situasi yang tidak kondusif dan dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya perusahaan. Pihak komisaris melihat keadaan tersebut adalah keadaan yang kritis yang disebabkan tindakan Iwan Pontjo. Sehingga mendesak pihak komisaris untuk bertindak dalam menjalankan fungsi pengawasannya. Andi Achmad pun ditugaskan untuk memegang kursi dirut hingga digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam jangka waktu 30 hari sejak keputusan tersebut berlaku.

SP Jamsostek: Penonaktifan Iwan Pontjo Fenomenal

Meski menyambut baik penonaktifan Iwan P Pontjowinoto sebagai direktur utama Jamsostek, namun serikat pekerjanya (SP) menilai keputusan itu fenomenal.

“Ini keputusan fenomenal. Belum pernah ada kejadian komisaris memecat Dirut. Biasanya yang memecat adalah menteri,” kata Ketua SP Jamsostek Abdul Latif saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/1). Abdul Latif menjelaskan, SP dapat menerima keputusan tersebut. SP pun berharap Pelaksana Tugas Dirut yang baru, Andi Achmad M Amien dapat menciptakan suasana kerja yang lebih baik.

“Kami salut dan bangga karena komisaris telah menunjukkan wibawa dan komitmennya terhadap perusahaan,” tandasnya. Melalui Keputusan Komisaris PT Jamsostek No KEP/01/DEKOM/012007 tertanggal 19 januari 2007, Iwan Pontjo diberhentikan sementara dari kursi direktur utama. Posisinya digantikan Andi Achmad M Amien.

Menneg BUMN Minta BPKP Audit PT Jamsostek

Menanggapi kisruh di PT Jamsostek, Kementerian BUMN meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit operasional terhadap PT Jamsostek.

Demikian disampaikan Sekretaris Menneg BUMN M Said Didu ketika dihubungi detikcom, Minggu (21/1). “Hari Jumat (19 Januari 2007) malam atau malam Sabtu, Menneg BUMN sudah mengirim surat ke BPKP. Audit ini untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Jamsostek,” ujarnya.

Diharapkan mulai minggu depan, BPKP akan mulai memeriksa perusahaan pengelola dana pekerja ini. Mengenai pemecatan Iwan Pontjowinoto oleh dewan komisaris, Said mengaku secara tertulis pihaknya belum mendapat laporan mengenai hal ini. Dewan Komisaris PT Jamsostek yang dipimpin Prijono Tjiptoherijanto mencopot Iwan Pontjowinoto dari jabatan dirut menggunakan menggunakan pasal 19 AD/ART PT Jamsostek. Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Komisaris No Kep/01/DEKOM/012007. Sebagai pengganti Iwan, dewan komisaris menunjuk A Achmad M Amien untuk menjabat sebagai dirut hingga dilaksanakan RUPS.

Komisaris Jamsostek Berwenang Copot Dirut

Sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PT Jamsostek, dewan komisaris berhak menonaktifkan direktur utama setelah melalui sejumlah persyaratan tertentu.

“Apakah persyaratan itu sudah dipenuhi sehingga komisaris bisa menonaktifkan (dirut), kita belum tahu. Apakah memang Iwan Pontjowinoto bersalah sehingga komisaris memakai wewenang itu,” ujarnya. Menneg BUMN rencananya akan bertemu dengan Menakertrans dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk membahas kasus PT Jamsostek, Minggu.

“Saya pikir Pak Menneg BUMN sedang mengatur waktu untuk bicara dengan Menakertrans dan BKPP,” ujarnya. Said meminta semua pihak yang terlibat kisruh Jamsostek untuk bersabar. Mereka mengelola dana yang sangat besar yang merupakan milik jutaan pekerja di Indonesia.

“Jangan karena ego masing-masing mengorbankan sekian juta orang, itu kan amanah untuk mengelola uang orang,” pesan Said.

DPR Minta Menneg Bumn Berhentikan Iwan Pontjowinoto Secara Permanen

Anggota DPR dari Fraksi PAN, Nasril Bahar, mendukung keputusan Dewan Komisaris PT Jamsostek yang memberhentikan sementara Iwan P Pontjowinoto sebagai Dirut PT Jamsostek. Nasril di Jakarta, Minggu, meminta Menneg BUMN Sugiharto, sesuai wewenang yang dimiliki, mengeluarkan keputusan untuk memberikan pemberhentian Iwan secara tetap.

“Menneg BUMN jangan lagi menggunakan politik pembiaran atas kasus yang sudah berlangsung berlarut-larut itu.” Nasril mengutip Pasal 31 UU BUMN, “Komisaris bertugas mengawasi direksi dalam menjalankan kepengurusan Persero serta memberikan nasihat kepada direksi”.

Pasal 92 ayat 1 UU perusahaan terbatas menyatakan anggota direksi dapat diberhentikan dengan sementara oleh RUPS atau komisaris dengan menyebutkan alasannya. “Jadi, keputusan Dewan Komisaris PT Jamsostek itu merupakan sebuah keputusan yang sangat tepat dalam menyelamatkan perusahaan dari kepercayaaan yang telah diberikan tenaga kerja yang jumlah puluhan juta dan keputusan mereka dilindungi oleh UU,” kata Nasril.

Dengan alasan tersebut di atas dia meminta Menneg BUMN selaku pemegang saham atas kuasa pemerintah untuk memberikan pemberhentian tetap kepada Iwan dari jabatan Dirut PT Jamsostek. Sebelumnya, Dewan Komisaris PT Jamsostek memberhentikan Iwan pada Jumat malam (19/1) dan menunjuk Andi Achmad M Amien sebagai pelaksana tugas Dirut PT Jamsostek. (detikcom/Ant/d)

Sinar Indonesia Baru

Senin, 22 Januari 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: