Pengamanan PT Kereta Api Indonesia Dinilai Lemah

Medan (Berita): Standar pengamanan sarana transportasi kereta api dinilai masih rendah ditandai dengan tingginya kasus kecelakaan terutama akibat “human error” dan sarana yang tidak baik, kata anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar, di Medan, Kamis (08/02).

Dia mengatakan terjadinya sabotase pada rel kereta KA ekonomi Medan-Tanjung Balai di Mata Pao, Serdang Bedagai, Selasa hendaknya kasus terakhir yang menunjukkan indikasi tidak amannya jalur transportasi kereta api.

“Lokasi sabotase itu juga hanya berjarak sekitar 500 meter dari stasiun terdekat di Mata Pao dan ini menunjukkan bahwa pengamanan sangat kurang,” katanya.

Kecelakaan KA ekonomi jurusan Medan-Tanjung Balai memang berindikasi sabotase. Di atas rel KA itu terdapat lempengan besi sepanjang satu meter lebih, karena melindas lempengan itulah kereta api itu terguling.

Sehubungan itu, ia mengharapkan PT Kereta Api Indonesia harus meningkatkan kinerjanya karena dengan terjadinya kasus sabotase perusahaan itu harusnya semakin mengetahui kelemahan manajemennya.

Kalau PT KAI menyatakan kekurangan sumber daya untuk pengawasan jalur rel kereta api, tentu solusinya adalah menambah personil, dan kalau penambahan personil itu terbentur dengan pendanaan maka seharusnya perusahaan kereta api bisa menyampaikannya ke DPR.

“DPR pasti siap membantu mengatasi persoalan. Yang penting jangan lagi ada korban,” kata Nasril yang juga anggota Panitia Anggaran DPR RI.

Sejak tahun 2006 kasus kecelakaan kereta api di Sumut tergolong tinggi atau mencapai lima kasus.

Pada tahun 2006 tercatat ada tiga kecelakaan. Kasus itu masing-masing tabrakan dua kereta api barang di Desa Fortuna, Perbaungan, Serdang Bedagai tanggal 14 April yang terjadi akibat sistem informasi yang kacau.

Kemudian pada 7 Agustus kereta api barang anjlok di Dusun II, Kampung Keling, Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai dan pada 9 November, dua gerbong kereta api bermuatan premium terguling di Stasiun Dolok Merangir, Kabupaten Simalungun.

Sementara pada tahun ini sudah tercatat dua kasus, yakni tabrakan kereta api penumpang dan kereta api barang di Rantau Prapat, Labuhan Batu dan terakhir sabotase KA ekonomi di Mata Pao, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai, yang menyebabkan enam penumpang dan masinis terluka.

“DPR juga mendukung sikap Kementerian Perhubungan yang sudah meminta aparat keamanan dan Badan Intelejen Negara untuk melakukan penyelidikan komprehensif,” katanya.

Kalau memungkinkan pelakunya perlu dijerat dengan kasus terorisme karena tindakan pelaku peletakkan lempengan di rel itu menyebabkan kereta api terguling.

Perbuatan itu merupakan bentuk teror kepada warga yang menggunakan jasa transportasi murah itu. (Ant)

Berita Sore
Selasa, 9 Februari 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: