Saham PGN Anjlok, Orang Dekat Menneg BUMN Dituding Bermain

Anjloknya saham PT Perusahaan Gas Negara diduga permainan sebuah perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas tersebut dituding memiliki hubungan khusus dengan Menneg BUMN Sugiharto.

“Perusahaan sekuritas tersebut ternyata memiliki hubungan khusus yang sudah terbangun sejak lama dengan Menneg BUMN sewaktu dia menjabat sebagai direktur keuangan di sebuah perusahaan migas terbesar di Indonesia,” tuding anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar di Medan, Minggu (11/2/2007).

Bukti hubungan khusus tersebut, Meneg BUMN menjadikan seorang direktur di perusahaan broker saham tersebut menjadi salah seorang direktur di PGN.

“Sangat besar keterkaitan antara perusahaan sekuritas tersebut dengan lingkaran Menneg BUMN. Sehingga kuat diduga, perusahaan sekuritas tersebut menjadi bagian dari skenario yang telah disusun orang-orang di lingkaran Menneg BUMN,” ujar anggota Fraksi Partai Amanat Nasional itu.

Nasril Bahar tertarik menelusuri lebih dalam keberadaan perusahaan sekuritas tersebut setelah mereka menjadi pembeli terbanyak saham PGN pada 12 Januari 2007 lalu. Perusahaan sekuritas itu membeli saham PGN sebesar 19,97 juta lembar saham dengan nilai Rp 149,7 miliar.

Anehnya, pembelian tersebut terjadi ketika para broker asing menjual saham PGN secara masif setelah keluarnya pengumuman direksi PGN bahwa proyek SSWJ Phase II terlambat selesai. Dugaan insider trading pun mengemuka.

Menurut Nasril, pelaku insider trading bukanlah karyawan, direksi atau komisaris PT. PGN. Orang-orang dekat Menneg BUMN-lah menjadi pelaku kegiatan mencari keuntungan melalui pasar saham dengan cara memanfaatkan informasi internal perusahaan emiten atas rencana atau keputusan perusahaan emiten yang belum dipublikasikan itu.

Nasril menerangkan orang-orang di lingkaran Menneg BUMN merupakan pihak yang memiliki akses sangat besar untuk mengetahui segala informasi internal di PGN. Kuat dugaan dengan memanfaatkan akses yang mereka miliki tersebut, mereka mendapatkan informasi internal PGN. Informasi itu kemudian dijadikan material untuk menyusun skenario menguntungkan dalam transaksi saham PGN di lantai bursa.

“Presdir BUMN sektor jasa keuangan dan perbankan, pejabat bidang restrukturisasi dan perbankan Menneg BUMN, dirkeu BUMN migas dan mantan pejabat teras kementerian BUMN, merupakan orang-orang di lingkaran Menneg BUMN yang sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing memiliki akses untuk mendapatkan informasi internal di PT PGN,” tandas Nasril.

Salah satu keganjilan lain yang terlihat, belum pernah ada penyelidikan terhadap perusahaan sekuritas tersebut. Bahkan menurut Nasril, ada kesan keterlibatan perusahaan sekuritas tersebut sengaja ditutup-tutupi.

detikcom
Matrix Centro
Minggu, 11 Februari 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: