Impor Beras, Martabat Indonesia Rusak

detikcom, Medan – Rencana pemerintah untuk mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton pada tahun 2007 tidak hanya dinilai merugikan petani. Rencana itu juga merupakan langkah yang menyebabkan jatuhnya martabat bangsa karena tidak mampu memberdayakan pertanian secara efekif.

“Impor beras itu sangat memalukan. Terang-terangan menunjukkan Indonesia tidak mampu mencukupi bahan pangan rakyatnya padahal alam berlimpah ruah. Menunjukkan Indonesia tidak punya kemampuan mengolah lahannya yang kaya,” kata anggota DPR RI Nasril Bahar di Medan, Sabtu (17/2/2007).

Dikatakan Nasril, selama enam tahun, Indonesia terus saja mengimpor beras dari negara tetangga. Pada tahun 2000 jumlahnya 531.140 ton, tahun 2001 sebanyak 8.737 ton, tahun 2002 naik drastis menjadi 1.000.586 ton, kemudian menurun jadi 656.126 ton di tahun 2003.Pada tahun 2004 jumlah beras yang diimpor 29.350 ton, tahun 2005 sebanyak 70.050 ton, dan terakhir pada tahun 2006 beras yang diimpor itu berjumlah 820.000 ton. Sementara pada tahun 2007 pemerintah berencana mendatangkan 500.000 ton beras.

“Sudah begitu, impor beras ini juga menunjukkan pemerintah membantah sendiri pernyataannya tentang kenaikan produk padi nasional. Kalau angka yang disajikan benar, Indonesia tidak perlu impor beras,” kata Nasril yang juga anggota Panitia Anggaran DPR RI.

Dalam pidato awal tahun Presiden SBY pada 31 Januari 2007 lalu, kata Nasril, disampaikan bahwa produksi padi tahun 2006 sebesar 54,7 juta ton. Naik dibanding tahun 2005 sebesar 54,1 juta ton. Sementara pada 14 Februari 2007 hasil koordinasi presiden dengan 13 gubernur menyimpulkan, stok beras cukup untuk kebutuhan nasional yakni dua juta ton. Padahal stok nasional minimal sebanyak satu juta ton.

“Kalau memang meningkat dan cadangan cukup, untuk apa impor lagi. Ini kan aneh. Terkesan dipaksakan. Menguatkan dugaan memang untuk kepentingan kelompok tertentu. Ada yang menarik keuntungan dari impor beras ini. Siapa yang diuntungkan, yah, lihat saja siapa yang berada di sekitar masalah impor ini. Semudah itu melihatnya,” ujar Nasril.(ir/ard)

detikcom
Matrix-Centro
Sabtu, 17 Februari 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: