Kalangan DPR Kaget 9 Unit BUMN Akan Dijual

Jakarta, WASPADA Online – Kalangan DPR mengaku kaget dengan rencana penjualan 9 unit Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan dijual. Mereka meminta sebelum dilepas sebaiknya dibuat kajian jauh dari unsur politis. Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) H Nasril Bahar, SE mengatakan, kalau dalam konteks privatisasi BUMN sesuai dengan UU 19 Tahun 2003 untuk menyehatkan dan membesarkan BUMN wajar saja.

Namun Nasril yang berbicara di Jakarta, Jumat (23/2) mengingatkan agar konteks privatisasinya tidak kabur diharapkan pelepasan 9 unit BUMN itu tidak dilakukan akibat unsur politik. Untuk itu, Nasril menyarankan sebelum unit-unit BUMN itu dilepas komite privatisasi diharapkan membuat kajian dan analisis sehingga privatisasi itu benar-benar dalam konteks penyehatan dan tidak dilandasi unsur politik.

Nasril juga berharap agar dari 9 unit BUMN yang rencananya dilepas, dipilih selektif mungkin sehingga unit BUMN yang mencerminkan pereratan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) seperti Garuda tidak diprivatisasi. “Kalau pun diprivatisasi saya sarankan sahamnya dilepas tidak melampaui batas kewajaran,” ujar Nasril Bahar, anggota DPR-RI asal Daerah Pemilihan Sumatera Utara III.

Sementara anggota Komisi XI DPR Ramson S merasa terkejut dengan rencana pemerintah itu yang dinilai tanpa arah yang jelas. “Kita terus terang sangat terkejut dan yang menjadi pertanyaan apa visi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjual aset-aset BUMN itu,” kata Ramson S , Jumat.

Menurutnya, dalam rapat kerja Komisi XI dengan Menteri Negara (Meneg) BUMN 20 Februari lalu, penjelasan Menneg BUMN untuk melepas 9 unit usaha BUMN itu tidak jelas arah privatisasi yang mau dilakukan oleh pemerintahan SBY. ” Apa benefit yang optimal untuk bangsa ini atas pelepasan 9 unit BUMN itu,” ujar Ramson S.

Dia mengakui dalam UU APBN 2007 hanya satu yang disetujui untuk dijual sahamnya yakni PT. BNI Tbk sebesar 15% , itu pun untuk menutupi defisit anggaran di APBN 2007, yang dibutuhkan sebesar Rp 3,3 triliun. “Jadi kita sangat terkejut ketika Menneg BUMN mengajukan rencana penjualan 8 BUMN yang lain, yang membonceng PT BNI,” tambahnya.

Ramson dengan tegas menyatakan, visi yang diutarakan Meneg BUMN melepas 9 unit BUMN belum jelas sebab hanya mengutarakan model-model mekanisme proses privatisasi. “Kita sangat prihatin, seharusnya kalau ada rencana penjualan milik negara harus dengan visi yang jelas. Itu yang perlu, jika ingin lebih baik maka Presiden sendiri yang memberi penjelasan sehingga sistem kemandirian ekonomi yang diinginkan SBY dapat dijabarkan,” tegas Ramson.

Ditanya kemungkinan akan masuknya investor asing setelah sembilan unit BUMN itu dilepas, Ramson S tidak membantahnnya. “Tentu orang luar akan banyak masuk. Di pasar modal aja sebenarnya itu diportofolio 95 persen investor asing jadi bukan investor dalam negeri. Kalau ada Indeks Harga Saham Gabungan naik, maka keuntungannya 95% dinikmati investor asing, karena investor dalam negeri paling tinggi 5% yang bermain dalam market kapitalisasi.

Ramson mengakui sikap Komisi XI sampai saat ini belum final dan masih dibahas dengan membentuk Panitia Kerja (Panja). Dalam rapat kerja Menneg BUMN dengan Komisi XI, disebutkan ke 9 unit BUMN yang akan dilepas yakni, perusahaan Jasa Marga kan dilepas dengan nilai 49 persen, PT. BNI Tbk 49 %, PT Wijaya Karya, PT Permodalan Nasional Madani, PT Garuda 45%, Merpati 40%, PT. Industri Soda Indonesia 100%, Industri Gelas 63 %, PT Kambric Primisina 29%. (aya)

Waspada
BUMN Online
Jumat, 23 Februari 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: