Reshuffle Diumumkan Senin? SBY Sudah Kabari Menteri yang Akan Direshuffle

Bogor (SIB) Belum ada satu pun menteri yang muncul di kediaman pribadi Presiden SBY. Namun SBY menyatakan telah berkomunikasi dengan para anggota kabinetnya yang akan direshuffle. Menteri-menteri yang diteleponnya itu adalah menteri yang akan diganti atau digeser ke posisi lain.

“Saya juga telah berkomunikasi dengan menteri-menteri tertentu, baik yang dengan hormat akan saya berhentikan, belum tentu karena yang bersangkutan tidak cakap, atau yang bersangkutan melakukan kesalahan,” kata SBY usai salat Jumat di Masjid Al Istiqomah, Kompleks Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/5/2007).

Pergantian dan pergeseran para pembantunya itu, imbuh SBY, semata-mata demi efektivitas kabinet yang masih harus melanjutkan tugas 2,5 tahun ke depan.

“Demikian juga saya sudah berkomunikasi dengan menteri-menteri yang meskipun barangkali akan tetap berada di kabinet, tapi saya sampaikan hasil evaluasi saya,” tutur SBY.

Para menteri ini diminta meningkatkan kinerjanya secara sungguh-sugguh. “Ada 1-2 menteri yang perlu meningkatkan kinerjanya,” ujar dia.

“Itulah posisi siang ini dan akan terus berlanjut untuk melaksanakan tugas penting ini. Saya ingin separuh perjalanan pemerintah yang saya pimpin ini betul-betul bisa mengemban tugas lebih baik lagi,” imbuh SBY.

Terkait reshuffle kabinet ini, SBY mengaku telah berkomunikasi dengan ketiga menko dan Wapres Jusuf Kalla untuk meminta pendapat mereka. “Tapi putusan akhir tetap ada pada saya,” tegas SBY.

Siti: Reshuffle Diumumkan Senin

Ternyata reshuffle harusnya diumumkan hari ini setelah salat Jumat (4/5/2007). Namun entah mengapa, pengumuman ditunda menjadi hari Senin 7 Mei 2007.

Informasi ini dibocorkan oleh Menkes Siti Fadillah Supari saat berpidato di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Kala itu Siti tengah melantik pejabat eselon I dan II Depkes. Sedianya mereka dilantik pukul 14.00 WIB, tapi kemudian diajukan pukul 10.00 WIB.

“Hari ini saya lantik dan saya ajukan (waktu pelantikannya), karena dikira pengumuman (reshuffle kabinet) hari ini setelah Jumatan. Tapi tampaknya tadi pagi sudah diberitahu bahwa diundur hari Senin,” ujar Siti.

“Ini pasti dicatat oleh wartawan. Pengumumannya diundur hari Senin,” ulang Siti sambil tersenyum.

Santer 6 Menteri akan Dicopot SBY

Hingga Jumat (4/5) kemaren, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih membahas secara intens siapa saja menteri yang akan diganti dan di-reposisi, serta siapa figur-figur baru yang bakal masuk ke dalam Kabinet Indonesia Bersatu hasil reshuffle jilid II.

Informasi dari sumber yang dekat dengan Puri Cikeas menyebutkan, pertemuan presiden dengan sejumlah menteri Kamis (3/5) di kediaman presiden di Cikeas Bogor memutuskan enam menteri bakal dicopot. Sementara sejumlah menteri lainnya digeser dan tetap bertahan di kabinet.

Sumber yang layak dipercaya dan ada di sekitar pertemuan itu menyebutkan, menteri yang akan dicopot itu adalah Mendagri Moh Makruf, Menteri Kimpraswil Djoko Kirmanto, Menhan Yuwono Sudarsono, Menteri BUMN Sugiharto, Menteri Usaha Kecil dan Menengah Suryadharma Ali, dan menteri Pertanian Anton Apriantono.

Sementara menteri yang posisinya digeser antara lain Menhub Hatta Radjasa menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi menggantikan Sofyan Djalil, lalu posisi Menhub dijabat Kapolri Sutanto. Sofyan Djalil menjadi Menteri BUMN. Sedangkan informasi sementara yang diterima, Menteri Keuangan Sri Mulyani tetap pada posisinya.

Yusril Ihza Mahendra juga dikabarkan akan bergeser dari posisinya, sedangkan Menteri Hukum Hamid Awaluddin juga akan diganti namun disebut-sebut dipertahankan oleh Wapres Jusuf Kalla.

Alasan pencopotan para menteri itu terkait dengan kondisi kesehatan dan lemahnya kinerja serta loyalitas mereka dalam membantu presiden menjalankan roda pemerintahan yang baik dan bersih sesuai janji duet SBY-JK ketika kampanye pilpres lalu.

”Jadi, menteri yang sakit-sakitan dan tidak loyal kepada pemerintah dipastikan diganti. Namun, sampai tadi pagi belum ada kepastian final siapa-siapa saja menteri lain yang dicopot, digeser dan tetap dipertahankan,” kata sumber tersebut.

Disebut-sebut, Mendagri akan dijabat M Yasin atau EE Mangindaan. M Yasin pernah menjadi anak buah SBY ketika menjabat Menko Polkam, sedangkan EE Mangindaan saat ini adalah Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Kedua kandidat ini sama-sama berasal dari TNI.

Djoko Kirmanto yang beberapa kali harus dirawat karena sakit juga dipastikan dicopot. Belum final siapa yang bakal menduduki posisi Djoko Kirmanto sebagai Menteri Pekerjaan Umum (PU). Namun, tokoh Golkar Burhanuddin Napitupulu memiliki kans besar mengisi posisi itu.

Disebut-sebut, Suryadharma Ali juga akan dicopot karena ia dinilai kurang loyal, lebih banyak mengurus partai dari pada menjalankan tugasnya sebagai pembantu presiden. Sedangkan Sugiharto dicopot dari jabatannya karena gagal membenahi BUMN. Malah kehadiran Sugiharto membuat banyak BUMN sakit karena disusupi orang-orang dekatnya.

Disebut-sebut, penentuan menteri itu juga menjadi rebutan parpol. Ada parpol yang mengajukan kadernya untuk posisi tertentu ditolak presiden, tapi tetap ngotot agar kadernya itu tetap masuk. “Masalah ini sempat memusingkan presiden,” ujar sumber harian ini.

Sementara Juru Bicara Presiden, Andi Alfian Malarangeng membenarkan isi pembicaraan Presiden Yudhoyono dengan tiga Menko di Cikeas yang berakhir hingga larut malam Kamis (3/5) menyangkut rencana perombakan kabinet. “Kan perlu Presiden SBY berbicara dengan ketiga pembantunya itu terkait reshuffle kabinet yang menyangkut menteri di bawah kordinir Menko,” kata Andi.

Namun, Andi menolak, menyebutkan siapa saja menteri yang dicopot dan digeser jabatannya. “Itu kan wewenang Presiden. Biar beliau sajalah yang mengumumkan,” katanya.

Hatta Menristek, Sofyan Menneg BUMN, Kusmayanto Menkominfo

Reshuffle kabinet kemungkinan besar akan diumumkan Presiden SBY pada Senin (7/5/2007) mendatang. Menjelang pengumuman itu, isu-isu liar pun bermunculan. Terakhir, muncul isu Hatta Rajasa jadi Menristek, Sofyan Djalil Menneg BUMN, dan Kusmayanto Kadiman Menkominfo.

Isu ini beredar mulai Jumat (4/5/2007) sejak pagi hingga siang. Namanya juga isu, sehingga belum diketahui kebenarannya. Walau sebenarnya susunan menteri kabinet baru sudah ada. Wapres Jusuf Kalla mengaku sudah melihat daftar susunan kabinet itu.

Sayang, Hatta tidak bisa dihubungi. Beberapa hari terakhir ini, telepon Hatta dalam posisi aktif. Namun, Hatta tidak mau mengangkat teleponnya. Kusmayanto Kadiman satu suara. Dia memasang pesan berbahasa Inggris dalam mailbox telepon genggamnya.

Isu lain yang beredar, selain tiga menteri itu, ada menteri-menteri lain yang juga mengalami pemindahan posisi. Misalnya, Abdul Rahman Saleh digeser menjadi Menkum dan HAM, sementara Hamid Awaludin dipindah ke Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).

Dengan perubahan posisi itu, maka Saifullah Yusuf akan diberhentikan dari Menteri PDT dan Sugiharto juga akan diberhentikan dari Menneg BUMN. Sementara posisi Jaksa Agung akan diisi oleh Hendarman Supandji, yang selama ini semakin moncer sebagai Kepala Timtas Tipikor.

Kapolri Jenderal Sutanto juga akan memiliki pos baru di Menteri Perhubungan. Sedangkan Kapolri akan dijabat Komjen Pol Hendarso Dahuri yang saat ini menjabat Kabareskrim. Semua ini hanya isu yang belum terkonfirmasi.

Hatta Mulai Kemas-kemas?

Reshuffle akan diumumkan Presiden SBY dalam waktu sangat dekat. Isu-isu seputar menteri yang akan lengser pun kian santer terdengar.

Seperti yang berhembus di kalangan wartawan Departemen Perhubungan. Konon, Menteri Hatta Rajasa sudah mulai berkemas-kemas. Benarkah?

Isu itu diperoleh wartawan dari seorang sumber di departemen yang berkantor di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, yang enggan disebut namanya. “Eh Pak Hatta sudah mulai kemas-kemas tuh, istrinya juga datang,” kata sumber tersebut.

Informasi itu tentu membuat wartawan terperanjat. Akhirnya mereka mencoba mencari tahu dan menunggu di lobi gedung, Jumat (4/5/2007).

Sekitar pukul 15.42 WIB, seorang perempuan yang diketahui sebagai istri Hatta, Oktini Watti Ulfadariah, keluar dari lift. Perempuan paruh baya itu tampak cantik dengan setelan baju muslim warna ungu.

Wartawan pun langsung menyapa. “Selamat sore, Bu,” sapa wartawan kepada wanita yang akrab disapa Okke itu.

“Ya ada apa ya,” sahut Okke kikuk.

“Ada acara apa Bu, kok ke sini sore-sore,” lanjut wartawan.

“Ada Dharma Wanita,” katanya dengan ekspresi wajah kebingungan.

“Katanya Bapak mulai kemas-kemas ya Bu,” kata wartawan lagi.

“Enggak tuh enggak ada,” ujar Okke sambil masuk dalam mobil Toyota Alphard B 282 HR yang sudah menunggunya.

Wartawan pun mencoba menyelidiki dengan naik ke lantai 8 dan 9 Gedung Dephub. Namun wartawan tidak melihat aktivitas yang menonjol.

Sebelumnya, seusai salat Jumat, tidak seperti biasanya, Hatta enggan menjawab pertanyaan wartawan. Begitu selesai salat, Hatta langsung naik ke ruangannya di lantai 9.

Golkar Hanya Bisa Menambah 1 Kursi Menteri

Keinginan Partai Golkar untuk menempatkan banyak kadernya di posisi menteri tidak terkabulkan. Golkar hanya bisa menambah 1 kursi menteri. Satu kader Golkar yang masuk ke kabinet adalah Andi Matalatta.

“Hanya nambah satu, Pak Andi Matalatta,” kata salah seorang pengurus DPP Partai Golkar kepada detikcom, Jumat (4/5/2007). Menurut dia, JK juga telah melihat nama Andi Matalatta masuk dalam susunan menteri kabinet SBY yang baru.

Namun, sumber itu mengaku belum mengetahui secara jelas di posisi menteri apa Andi Matalatta nanti. “Posisinya saya agak lupa, tapi dia sudah pasti. Sebenarnya ada dua kader, tapi yang satu lagi semakin tidak jelas,” ungkap dia.

Pengurus Golkar ini membantah Golkar menggelar rapat khusus sore ini di kantor DPP Partai Golkar untuk merespons reshuffle kabinet itu. Hanya saja, dia mengakui bahwa tambahan 1 menteri di kabinet baru ini memang sangat jauh dari yang diharapkan Golkar sebelumnya.

Dengan tambahan 1 menteri ini, maka Golkar setidaknya memiliki 4 kader Golkar. Mereka adalah Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan Andi Matalatta.

Hamid Awaludin yang merupakan orang dekat Kalla juga sepertinya masih dipertahankan, meski harus berganti posisi. Namun, Hamid tidak dihitung sebagai menteri dari Golkar.

Hubungan Politik Rendah, Wakil Rakyat Minta Sugiharto Diganti

Permintaan agar Menneg BUMN Sugiharto diganti datang dari anggota DPR. Keinginan tersebut dicetuskan salah satu anggota Komisi VI DPR. Penggantian didasarkan pada kinerja Sugiharto yang dinilai lemah dan minus dukungan politik.

Anggota Komisi VI Nasril Bahar menyatakan, lemahnya dukungan politik terhadap Sugiharto tercermin dari rapat-rapat kerja selama ini. Dari 5 kali rapat kerja dengan Komisi VI, hanya 10 persen kelompok fraksi (poksi) yang mendukung.

“Sebetulnya juga tidak sampai 10 persen dukungan politik dari itu. Rendahnya dukungan itu, karena memang kinerja Menteri Sugiharto rendah. Ada banyak persoalan yang tidak bisa dibenahi.

JK Ikut Lihat Nama-nama yang Baik dalam Reshuffle Kabinet

Kabar bahwa Wapres Jusuf Kalla tidak dilibatkan Presiden SBY dalam reshuffle kabinet tidak terlalu benar. Buktinya JK ikut melihat nama-namanya.

JK memang tidak menjawab secara tegas iya atau tidak saat ditanya apakah dilibatkan atau tidak oleh SBY dalam melakukan reshuffle kabinet.

“Tentu tugas wapres untuk membantu presiden. Saya ikut lihat nama-nama yang baik,” kata JK dalam jumpa pers di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/5/2007).

Siapa saja nama-namanya? todong wartawan. JK hanya cengar-cengir. Minggu ini ya diumumkan? cecar wartawan. “Tunggu ajalah,” ucap JK dengan santai. Tetap awal Mei kan? desak wartawan. “Iya, ini kan masih awal Mei,” ujar JK sambil tersenyum.

Mengenai kedatangan 3 menko ke kediaman pribadi SBY di Cikeas Kamis kemarin, JK menampik pertemuan itu untuk membicarakan reshuffle.

“Oh, nggak. Itu pertemuan lebih banyak bicara tentang hal lain, seperti politik dan amandemen UUD. Nah saat ini kan reshuffle yang sedang hangat, makanya (dugaan) itu yang muncul,” kata JK.

Ketua umum Partai Golkar ini juga menegaskan reshuffle kabinet bukanlah masalah politis, melainkan kinerja menteri.

“Ya seperti awalnya reshuffle untuk mencapai pemerintahan yang lebih baik. Untuk itu pergantian menteri dilihat dari kemampuan, kredibilitas dan sebagainya yang lebih baik dari menteri sebelumnya. Ini kan namanya pengabdian kepada bangsa untuk menjalankan roda pemerintahan,” ujar JK diplomatis.

Hendarman Tersipu Malu Ditanya Benarkah Bakal Jadi Jaksa Agung

Isu reshuffle kabinet berkembang liar. Salah satunya menyebutkan Hendarman Supandji bakal menjadi jaksa agung. Saat dikonfirmasi, Plt Jampidsus ini cuma bisa tersipu malu.

Selamat yah, Pak! Denger-denger nama Bapak sudah tercantum jadi jaksa agung? Sapa wartawan saat melihat Hendarman turun dari kantornya di Gedung Bundar Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, pukul 15.00 WIB, Jumat (4/5/2007).

Mendengar sapaan itu, Hendarman tidak terlihat kaget. Dia justru senyum terkulum dan tersipu-sipu malu.

Bapak dipanggil Presiden? Bapak udah ditelepon Presiden yah? cecar wartawan yang semuanya hanya ditanggapi dengan diam oleh Hendarman. Padahal biasanya ketua Timtas Tipikor ini paling responsif terhadap semua cecaran pertanyaan wartawan.

“Sudah, sudah, sudah, nggak, nggak, nggak,” elak Hendarman sambil bergegas melangkah menuju mobilnya.

Sebelumnya Hendarman terlihat keluar dari Gedung Bundar menuju Gedung Utama dengan membawa berkas-berkas laporan ke Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh.

Saat balik lagi ke Gedung Bundar, wajahnya terlihat agak tegang dan langkahnya terburu-buru melintasi wartawan. Ponselnya berdering terus, namun tak diangkat. Saat hendak dicegat wartawan, dia langsung menepis dengan ucapan “Udah deh” sambil buru-buru naik tangga, padahal biasanya naik lift.

Setelah itu terlihat ajudan dan pengawalnya bersiap-siap memasukkan beberapa baju dan barang-barang ke dalam mobilnya, bolak-balik berkali-kali dari kantor Hendarman ke mobilnya. Siap-siap pindah ke Gedung Utama? (Detikcom/Tbt/e)

Sinar Indonesia Baru
Sabtu, 5 Mei 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: