Ambil Kebijakan Atasi Harga Minyak Goreng

JAKARTA–MIOL: Kalangan DPR mendesak pemerintah mengambil kebijakan tidak normal, di tengah situasi kenaikan harga minyak goreng yang tidak normal.

Desakan itu dikemukakan Wakil Ketua Komisi VI DPR Anwar Sanusi, saat rapat gabungan dengan Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan Menteri Perdagangan Mari E Pangestu, di Jakarta, Senin (15/5).

Anwar Sanusi heran dengan melonjaknya harga minyak goreng. Pasalnya dari jumlah produksi dibanding konsumsi nasional sangat jauh bedanya. Produksi CPO sebagai bahan baku minyak goreng mencapai 16 juta ton. Sedangkan konsumsi minyak goreng dalam negeri 3,3 juta ton atau ekuivalen CPO, 4,7 juta ton.

“Dari produksi CPO untuk minyak goreng hanya 10%, lalu kemana yang 90%? Masak diekspor semua?. Ekspor penting tapi kepentingan nasional lebih penting. Pemerintah harus ambil kebijakan tidak normal dalam situasi ini,” tegas Anwar.

Pemerintah, seharusnya bisa mengamankan konsumsi minyak goreng yang hanya 10% dari total produksi CPO nasional. Pengusaha selalu mengambil keuntungan, ketika harga luar negeri naik mengapa volume untuk dalam negeri juga dikurangi.

“Kalau jumlah volume dalam negeri tidak dikurang, tidak mungkin harga naik. Karena konsumsi juga tidak serta merta melonjak drastis,” tukas Anwar.

Cari Regulasi Tepat

Menteri Perindustrian Fahmi Idris sepakat mencari regulasi yang tepat menurunkan harga minyak goreng. Untuk jangka pendek pihaknya tengah melakukan stabilisasi harga dengan target khusus harga bisa Rp6.500 sampai Rp6.800 per Kg melalui distributor satu tingkat di atas pengecer.

Menteri Perdagangan Mari E Pangestu mengakui, kalau harga minyak goreng dalam negeri semata-mata dipengaruhi perkembangan harga di pasar internasional. Pihaknya juga berupaya menurunkan harga dengan program stabilisasi harga (PSH) dengan pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI), dan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI).

“Mereka sepakat menurunkan harga dengan bertahap dan menambah pasokan dalam negeri 100 ribu ton dari jumlah rutin yang didistribusikan,” kata Mari.

Melalui mekanisme ini, tambah Mari, diharapkan hingga akhir Mei ini harga turun menjadi Rp6.500-6.800/kg dari harga yang saat ini mencapai Rp 8.000/kg.

Anggota Komisi VI dari FPAN Nasril Bahar menimpali, menyerahkan operasi pasar ke pengusaha sama saja bohong. Harusnya pemerintah yang langsung bergerak, bisa melalui Bulog.

Menurutnya, menaikkan pungutan ekspor bisa saja dilakukan, namun harus diantisipasi adanya penyelundupan Crude Palm Oil (CPO) mengingat harganya yang tinggi di luar negeri.

“Bukannya apa, aparat kita masih banyak yang imannya kurang kuat. Bisa saja itu terjadi transaksi di tengah laut. Sebaiknya PE tak dilakukan,” ujarnya.

Menurutnya, ada ironisme, sebagai negara produsen CPO terbesar di dunia, harga minyak goreng sangat tinggi. “Ini menunjukkan, ada mismanajemen dalam regulasi industri CPO. Ini tak bisa adhoc, tapi harus integral,” katanya.

Dia pun meminta agar naiknya harga CPO di pasar internasional tidak lantas menginjak harga di level petani. “Produsen jangan permainkan harga petani,” katanya.

Azwir Dainy Tara dari FPG bahkan menuding bahwa naiknya harga minyak goreng akibat permainan sindikat. Hal ini terjadi karena ada ketidaknormalan harga, pemerintah sendiri nampaknya tak berdaya.

“Kesepakatan ditingkat pengusaha sih ok, tapi saya ragu dalam implementasinya,” katanya.

Anggota Komisi VI dari FPDIP Aria Bima menilai intervensi penting dilakukan karena kebijakan ini menyangkut ekonomi kerakyatan. “Di daerah sudah banyak industri yang bangkrut. Ada pabrik kerupuk yang tutup. Ini soal ekonomi rakyat, lindungi mereka. Masa nasib 200 juta orang rakyat diserahkan ke mekanisme pasar internasional.”

Reprizal, anggota Komisi VI dari FPKS bahkan menilai pemerintah didikte pengusaha. “Ini kan yang main hanya orang-orang itu saja. Masa pemerintah kalah ama pengusaha,” ujarnya. (Faw/OL-02).

Media Indonesia
Senin, 15 Mei 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: