Atasi Gejolak Harga CPO, Harus Ada Intervensi Harga

Jakarta-Komisi VI DPR mendesak pemerintah membuat regulasi sebagai kekuatan menghadapi gejolak harga CPO internasional dengan memberikan jaminan pasokan ke dalam negeri.

Demikian rekomendasi yang dibacakan Wakil Ketua Komisi VI Anwar Sanusi, Komisi VI DPR RI dalam rapat kerja dengan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Selasa (15/5).

Rekomendasi itu sebagai penolakan Komisi VI terhadap upaya kenaikan tarif pungutan ekspor (PE) CPO. Komisi VI meminta pemerintah melanjutkan program stabilisasi harga dengan bentuk subsidi silang harga CPO dari produsen ke prosesor maupun untuk operasi pasar, ketimbang menaikan PE CPO.

Menurut anggota Komisi VI Nasril Bahar, kebijakan yang paling tepat diambil pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng di dalam negeri adalah dengan mengintervensi harga CPO secara langsung tanpa menyerahkan kebijakan stabilisasi harga kepada pengusaha ataupun asosiasi yang terlibat di dalamnya.

Aria Bima, anggota Komisi VI dari FPDIP juga meminta agar pemerintah segera melakukan intervensi harga karena kebutuhan minyak goreng ini sangat mempengaruhi ekonomi kerakyatan.

Hal senada dilontarkan Azwir Dainy Tara dari FPG yang menuding gejolak harga minyak goreng dalam negeri yang terjadi saat ini akibat ulah para spekulan yang tidak bisa diberantas pemerintah. (moh ridwan)

Sinar Harapan
Rabu, 16 Mei 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: