Revitalisasi Industri Tekstil Lampaui Target

JAKARTA (Media): Program restrukturisasi mesin pertekstilan melampaui target dari yang ditetapkan semula, yaitu Rp1,71 triliun. Sejumlah kalangan mengingatkan Departemen Perindustrian agar selektif memilih peserta program dan transparan kepada publik.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PAN Nasril Bahar mengemukakan hal itu ketika dihubungi Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

“Untuk proses seleksi subsidi program ini, saya belum melihat prosesnya cukup transparan. Mana pengusaha yang berprospek dan mana yang tidak,” ujarnya.

Transparansi tersebut, ia menambahkan, harus dilakukan untuk menjaga independensi pemerintah dalam program berplafon Rp225 miliar bagi perusahaan berskala besar itu. Meski begitu, ia memahami, bila pemerintah berhati-hati dalam memublikasikan nama perusahaan yang tengah diseleksi.

Secara terpisah, Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismy melontarkan hal senada.

“Pemerintah harus bisa membedakan mana perusahaan yang benar-benar berminat dan mana yang tidak. Jangan sampai ada mark up atau praktik penipuan dalam program ini,” cetus Ernovian.

Program restrukturisasi mesin pertekstilan yang mulai digulirkan Januari 2007 itu bertujuan meningkatkan investasi di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT).

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka (ILMTA) Depperin Ansari Bukhari mengatakan target pemerintah meningkatkan investasi sektor TPT sebesar Rp 1,71 triliun tahun ini sudah terlampaui.

”Dari segi peningkatan investasi, target kita sudah terlampaui. Tetapi memang dari target anggaran yang akan disalurkan masih ada sisa Rp83 miliar,” kata Ansari.

Dari 70 perusahaan TPT yang mendaftar dalam program restrukturisasi permesinan skema pertama, investasi yang berhasil terkumpul sudah mencapai Rp 1,89 triliun.

”Dari 70 perusahaan ini, 20 di antaranya sudah dalam tahap verifikasi. Mereka merupakan perusahaan TPT berskala besar yang mengajukan permohonan dengan total plafon subsidi Rp142 miliar,” ungkap Ansari. (Zhi/E-2).

Media Indonesia

Rabu, 18 Juni 2007

Revitalisasi Industri Tekstil Lampaui Target

JAKARTA (Media): Program restrukturisasi mesin pertekstilan melampaui target dari yang ditetapkan semula, yaitu Rp1,71 triliun. Sejumlah kalangan mengingatkan Departemen Perindustrian agar selektif memilih peserta program dan transparan kepada publik.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PAN Nasril Bahar mengemukakan hal itu ketika dihubungi Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

“Untuk proses seleksi subsidi program ini, saya belum melihat prosesnya cukup transparan. Mana pengusaha yang berprospek dan mana yang tidak,” ujarnya.

Transparansi tersebut, ia menambahkan, harus dilakukan untuk menjaga independensi pemerintah dalam program berplafon Rp225 miliar bagi perusahaan berskala besar itu. Meski begitu, ia memahami, bila pemerintah berhati-hati dalam memublikasikan nama perusahaan yang tengah diseleksi.

Secara terpisah, Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismy melontarkan hal senada.

“Pemerintah harus bisa membedakan mana perusahaan yang benar-benar berminat dan mana yang tidak. Jangan sampai ada mark up atau praktik penipuan dalam program ini,” cetus Ernovian.

Program restrukturisasi mesin pertekstilan yang mulai digulirkan Januari 2007 itu bertujuan meningkatkan investasi di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT).

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka (ILMTA) Depperin Ansari Bukhari mengatakan target pemerintah meningkatkan investasi sektor TPT sebesar Rp 1,71 triliun tahun ini sudah terlampaui.

”Dari segi peningkatan investasi, target kita sudah terlampaui. Tetapi memang dari target anggaran yang akan disalurkan masih ada sisa Rp83 miliar,” kata Ansari.

Dari 70 perusahaan TPT yang mendaftar dalam program restrukturisasi permesinan skema pertama, investasi yang berhasil terkumpul sudah mencapai Rp 1,89 triliun.

”Dari 70 perusahaan ini, 20 di antaranya sudah dalam tahap verifikasi. Mereka merupakan perusahaan TPT berskala besar yang mengajukan permohonan dengan total plafon subsidi Rp142 miliar,” ungkap Ansari. (Zhi/E-2).

Media Indonesia

Rabu, 18 Juni 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: