Ekonomi Makro, UU FTZ Ancam Kedaulatan RI

JAKARTA(SINDO) – Sidang Paripurna DPR akhirnya mengesahkan Perppu No 1/2007 tentang Penetapan Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ) sebagai undang-undang (UU).

Namun, pengesahan tersebut diwarnai hujan interupsi dan pernyataan nota keberatan (minderheits nota) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) yang menganggap pengesahan ini sama saja mengorbankan kedaulatan Indonesia kepada sekelompok pemodal asing.

Juru bicara FPDIP Hasto Kristiyanto dalam pendapat akhir fraksi menyatakan alasan kondisi darurat ekonomi yang dikemukakan pemerintah hanyalah rekayasa. Fraksinya menduga ada lobi 20 korporasi besar asing yang menjanjikan investasi minimal Rp17 triliun di Batam, Bintan, Karimun (BBK) dan mempekerjakan 30.000 orang kepada pemerintah apabila landasan hukum di kawasan itu cepat diterbitkan.

“Manipulasi kondisi ‘hal ihwal yang memaksa’ yang diubah substansinya dari keselamatan negara menjadi keselamatan korporasi inilah yang ditolak oleh FPDIP,” kata Hasto di Jakarta,kemarin. Konsep penetapan status FTZ bagi BBK menggunakan peraturan pemerintah, yang menjadi isi Perppu 1/2007, dianggap tetap menyimpang dari konstitusi.

Menurutnya, penetapan itu menjadikan tiga kawasan tersebut secara otomatis terlepas dari kedaulatan penuh suatu negara karena peraturan yang berlaku adalah prinsip ekonomi pasar bebas yang tidak sesuai dengan konstitusi.

“Politik yang menjanjikan keajaiban baru bagi Batam ternyata diterobos dengan antiklimaks, bukan sebagai UU penetapan kawasan ekonomi khusus yang dikeluarkan, melainkan suatu peraturan pemerintah yang tidak cukup kokoh,” ujar Hasto Selain penolakan FPDIP, pengesahan Perppu 1/2007 menjadi UU itu juga disertai tujuh syarat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN).

Di antaranya pemerintah harus memperbaiki sistem legal, wajib membangun sistem hakhak atas tanah rakyat,mengembangkan usaha mikro dan rakyat kecil, serta memberi jaminan untuk antisipasi kasus penyelundupan. Saat juru bicara FPAN Nasril Bahar membacakan pandangan fraksi, dua anggota fraksi itu justru mengajukan interupsi ketidaksetujuannya terhadap sikap fraksinya.

Dradjad H Wibowo dan Alvian Lie menyatakan tidak dapat menerima Perppu No 1/2007 sebagai UU. Namun interupsi langsung dibalas anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) Agus Hermanto yang menyatakan interupsi tersebut tidak pantas. Alasannya, dalam pandangan pertama FPAN sudah bulat menerima pengesahan tersebut. “Jadi sebaiknya perbedaan pendapat tidak diungkapkan dalam paripurna,” kata Agus.

Sementara Ketua Komisi VI DPR Didik J Rachbini mengungkapkan, pembahasan Perppu No 1/2007 menjadi UU menyisakan banyak masalah substansial yang perlu dipecahkan. Di antaranya penafsiran kegentingan yang memaksa yang masih dipertanyakan DPR dan DPD. Juga disharmoni kebijakan yang bisa muncul dalam penerapan UU tersebut.

“Perppu FTZ ini dibahas secara efektif dalam waktu kurang dari satu bulan dari 14 September–4 Oktober dan ini waktu yang singkat untuk menyusun UU, tapi anggota Komisi VI menyadari bahwa FTZ penting untuk menarik investasi,” ujarnya. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, disahkannya UU FTZ membuat posisi BBK sebagai pendongkrak investasi makin jelas.

Menurutnya,pertumbuhan ekonomi yang didorong investasi merupakan kunci pembangunan yang berkelanjutan. Pemerintah, katanya,masih memberikan ruang kepada pemerintah daerah BBK untuk pengembangan sejumlah industri di kawasan itu dan untuk penyesuaian dana perimbangan. Untuk itu, tidak ada peraturan yang akan dilanggar dalam UU No 32/ 2004.“Dewan kawasan yang ditunjuk oleh presiden juga akan segera ditetapkan,” katanya. (muhammad ma’ruf)

Seputar Indonesia

Fiskal Depkeu
Rabu, 10 Oktober 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: