Sengketa Tanah di Lonsum Diprediksi Panjang

Sei Rampah, WASPADA Online, Banyak kalangan menilai dampak sengketa tanah antara warga Desa Pergulaan, Kec.Sei Rampah, Kab. Serdang Bedagai dengan PT Lonsum Kebun Rambung Sialang akan berbuntut panjang sebelum salah satu pihak mengalah.

Aksi perebutan lahan oleh pihak perkebunan itu terus tetap berlanjut. Bahkan Jumat (26/10) pihak perkebunan mentraktor lahan yang dipersengketakan dengan dikawal ketat aparat keamanan setempat bersenjata lengkap.

Pantauan Waspada Sabtu (27/10) siang, setiap orang yang masuk ke lokasi HGU difoto oknum petugas keamanan, bahkan wartawan juga difoto, sehingga sempat terjadi saling foto antar wartawan dengan petugas keamanan. Salah seorang penggarap kepada Waspada mengatakan, dia siap ditembak mati asal saja tanah itu diserahkan kembali kepada masyarakat.

AkuisisiAnggota Komisi VI Bidang Investasi DPR, Nasril Bahar menilai rencana akuisisi PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) oleh IndoAgri yang rencananya berlangsung Selasa (31/10) esok, hendaknya jadi momen untuk menyelesaikan kasus-kasus tanah yang melekat dengan PT Lonsum. Salah satunya agar sengketa lahan dengan warga Pergulaan, Serdang Bedagai dengan PT Lonsum dituntaskan terlebih dahulu.

“Masalah sengketa lahan ini hendaknya menjadi perhatian kedua belah pihak, Lonsum maupun IndoAgri. Harus ada upaya untuk menuntaskan masalah rakyat yang sudah melekat lama pada PT Lonsum ini. Sekarang adalah momen yang tepat,” kata Nasril Bahar di Medan, Minggu (28/10).

Seperti ramai diberitakan, keluarga Salim dan keluarga Sariaatmaja akan melakukan tukar guling aset di antara mereka. Keluarga Salim membeli lahan sawit PT Lonsum yang dikuasai keluarga Sariaatmaja, sementara keluarga Sariaatmaja, yang memiliki stasiun televisi SCTV dan O Channel, mengambil Indosiar yang dimiliki keluarga Salim.

Grup Salim menguasai Lonsum melalui anak perusahaan PT.Indofood Sukses Makmur, yakni PT Indo Agri sebuah perusahaan perkebunan yang terintegrasi dan pengolah minyak goreng, margarin, dan shortenings dengan merek terkemuka. Pada 31 Maret 2007, IndoAgri memiliki lahan perkebunan sekitar 224.083 hektar, di antaranya sekira 74.878 hektare telah ditanami kelapa sawit.

Dengan rencana pengambilalihan ini, total lahan perkebunan meningkat menjadi sekira 387.483 hektare, dan total lahan yang telah ditanami dengan kelapa sawit menjadi sekira 138.081 hektare. Secara keseluruhan, luas lahan yang telah ditanami sekira 165.000 hektar, termasuk karet dan tanaman lain. Menurut Nasril Bahar yang berasal dari Fraksi PAN, laporan-laporan yang diterimanya dari berbagai pihak, menunjukkan jejak-rekam PT Lonsum, dalam hubungannya dengan masyarakat di sekitar lahan perkebunannya, sering memunculkan konflik.

Terakhir dalam sengketa lahan di Desa Pergulaan, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Petani berusaha mempertahankan lahannya seluas 165,6 hektar dari 4.069,84 hektar luas tanah yang dikuasai Lonsum di Kebun Rambung Sialang Estate.

“Konflik-konflik dengan masyarakat di sekitar lahan perkebunan PT Lonsum ini, tidak hanya di Sumatera Utara. Dalam catatan kami, juga terjadi di Desa Sungai Pinang, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Desa Jempang di Kalimantan Timur hingga ke Bonto Biraeng dan Bonto Mangiring di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan korbannya sangat banyak. Kita berharap momentum akuisisi ini bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat yang bersengketa lahan dengan PT Lonsum untuk mendapatkan menyelesaian yang adil atas persoalannya,” kata Nasril Bahar.

Pada bagian lain Nasril mengingatkan, perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan-perusahaan perkebunan, hendaknya mempertimbangkan kepentingan masyarakat di masa mendatang. Masyarakat harus mendapat manfaat dari perpanjangan HGU.

Disebutkan Nasril, sesuai dengan pasal 22 UU No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, HGU dapat diberikan dengan jumlah 95 tahun dengan cara dapat diberikan dan diperpanjang di muka sekaligus selama 60 tahun dan dapat diperbarui selama 35 tahun. Namun salah satu syarat dalam perpanjangan itu, penanaman modal tidak mengganggu rasa keadilan masyarakat dan tidak merugikan kepentingan umum. Selain itu perusahaan memiliki tanggung jawab sosial, yakni tanggung jawab yang melekat pada setiap perusahaan penanaman modal untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi, seimbang dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat.

Salah satu tujuan dari Penanaman Modal, seperti yang tertuang dalam UU No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, adalah mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan. Maka jika unsur ini tidak terpenuhi, maka penanaman modal sudah kehilangan arahnya. (a07/m10)

Waspada
Minggu, 28 Oktober 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: