Adelin Lis Kembali Ditahan

[MEDAN] Adelin Lis, yang pada Senin (5/11) divonis bebas dalam kasus pembalakan liar oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Selasa (6/11) kembali ditahan Polda Sumatera Utara (Sumut). Penahanan kali ini atas dugaan kasus pencucian uang.

Untuk kasus terbaru itu, polisi sudah melengkapi pembuktian. Bahkan tim dari Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri diturunkan, untuk mendukung penuntasan kasus pencucian uang oleh Adelin Lis.

“Berkas dalam kasus pencucian itu sudah rampung, kini sedang diteliti ulang. Dalam waktu dekat polisi akan melimpahkannya ke Kejaksaan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut, Kombes Pol Ronny Sompie di Medan, Selasa (6/11) pagi.

Adelin Lis masih ada di dalam tahanan Polda Sumut, meskipun yang bersangkutan telah divonis bebas pada kasus pembalakan liar. Polisi telah menerbitkan surat penahanan baru untuk kasus pencucian uang dari hasil pembalakan liar. Kepolisian sampai saat ini terus melacak keberadaan dana Adelin, yang diduga masih disimpan di luar negeri.

“Saat ini memang tim dari Mabes Polri turun ke Medan untuk membantu menangani dugaan kasus kejahatan pencucian uang oleh Adelin Lis. Adelin sudah ditahan kembali,” ungkap Sompie.

Terkait hal tersebut, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto juga menegaskan, Adelin tetap akan diperiksa dalam kasus dugaan pencucian uang. Data dan bukti-bukti akurat terkait tuduhan pencucian uang sudah dikantongi tim penyidik gabungan Bareskrim Mabes Polri dan Polda Sumut.

“Kami telah menyiapkan penyidikan kasus pencucian uang yang diduga melibatkan Adelin Lis. Namun, seperti apa bukti itu, kini masih didalami secara intensif oleh Mabes Polri. Di sisi lain, Mabes Polri juga mendukung langkah Kejaksaan untuk mengajukan banding atas pu- tusan bebas terhadap Adelin Lis,” jelasnya.

Secara terpisah, kuasa hukum Adelin Lis, Sakti Hasibuan mengaku belum mendapat laporan penahanan kembali kliennya. Namun, dia beranggapan polisi tidak memiliki alasan untuk menahan kembali Adelin. Sebab, tuduhan tindak pidana pencucian uang tidak b erdasar bukti yang cukup.

Sakti menjelaskan, saat di persidangan pun Adelin dilaporkan tidak terkait dengan kasus korupsi, sehingga dasar tindak pidana pencucian uang seperti yang dituduhkan sama sekali tidak ada bukti. Untuk itu, tim kuasa hukum segera menempuh upaya hukum, seperti mengajukan gugatan praperadilan, termasuk menyurati pejabat-pejabat terkait dengan penahanan tersebut. “Kami akan menempuh upaya hukum tersebut. Ini telah membuktikan bahwa polisi terlalu memaksakan kasus tersebut,” katanya.

Mengadu ke KY

Menanggapi vonis bebas terhadap Adelin, anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Nasril Bahar berpendapat, kini menjadi tugas Menteri Kehutanan MS Kaban dan jajarannya untuk mengajukan bukti baru (novum). Hal itu diperlukan agar mantan terdakwa kasus pembalakan liar di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) itu dapat dijerat kembali.

Dia menilai, vonis bebas Adelin merupakan cermin betapa sulitnya penanganan kasus pembalakan liar. “Sudah saatnya kinerja Menhut dievaluasi kembali,” katanya.

Sejalan dengan sikap tersebut, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara menggalang dukungan untuk mengadukan hakim yang mengadili dan memvonis bebas Adelin Lis ke Komisi Yudisial (KY). “Putusan ini sangat mengejutkan dan sangat memalukan. Kasus ini menambah deretan nama pelaku pembalakan liar yang divonis bebas. Apa yang dibahas selama ini, mengenai dugaan konspirasi dan permainan di lembaga peradilan, sudah diperlihatkan,” kata Ketua Walhi Sumut, Hardi Munthe, Senin malam.

Menurut Hardi, putusan hakim yang membebaskan Adelin Lis sangat mencederai proses penegakan hukum dan masyarakat yang menjadi korban bencana di Kabupaten Madina.

Kasus ini pun menambah daftar cukong kayu yang divonis bebas oleh pengadilan. Beberapa pelaku pembalakan liar lain yang divonis bebas, berdasarkan data Walhi, di antaranya Washington Pane, Aleng, dan Joner Purba, yang merupakan bawahan Adelin. Vonis bebas kasus pembalakan liar juga terjadi di Simalungun, Labuhan Batu, Tapanuli Tengah, maupun di Pengadilan Negeri Asahan. [AHS/G-5]

Suara Pembaruan
Selasa, 6 November 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: