Bebas, Adelin Lis Tetap Dicekal,

MEDAN- Di luar dugaan, terdakwa kasus pembalakan hutan Adelin Lis, divonis bebas, Senin (5/11). Majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut menyatakan, tidak ada bukti yang cukup dalam dakwaan yang diajukan jaksa.

Situasi ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jalan Pengadilan, langsung riuh begitu hakim menyatakan Adelin bebas dari segala dakwaan.

Para pendemo yang berada di halaman gedung pengadilan juga berteriak menyatakan kecewa.

Padahal sebelumnya empat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Harli Siregar, Tomo Sitepu, Agus, dan Halila menuntut Adelin penjara 10 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan, karena didakwa melakukan pembalakan liar di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Selain itu ganti rugi dana Propisi Sumber Daya Hutan (PSDH) Rp 119 miliar dan 2,9 juta dolar AS, secara tanggung renteng dengan terdakwa lainnya dalam kasus yang sama.

“Terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan. Sebab itu, terdakwa dibebaskan dari tahanan dengan segera dan dipulihkan nama baiknya,” kata Hakim Anwar Byrin yang memimpin sidang bersama Hakim Robinson Tarigan, Dolma Sinaga, Jarasmen Purba, dan Ahmad Sena.

Atas putusan ini, Adelin tentu saja senang. “Saya terharu, ternyata masih ada keadilan,” kata Adelin didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea dan kawan-kawan.

Jaksa Harli Siregar, menyatakan kecewa atas putusan ini dan akan mengajukan banding.

“Kami kecewa mengapa hakim tidak mempertimbangkan saksi-saksi dan bukti yang diajukan,” kata dia. Kejaksaan pun siap kasasi. Dan, selama belum ada putusan hukum yang tetap, cekal terhadap Adelin masih berlaku.

“Akan dilihat dulu apakah si terdakwa tidak tersangkut kasus lainnya. Kami masih berupaya kasasi. Jadi belum final, kita tunggu putusan kasasinya,” tegas Kapuspenkum Kejagung Thomson Siagian.

Preseden Buruk

Bebasnya Adelin dari jeratan hukum dalam kasus pembalakan hutan, dianggap preseden hukum yang buruk. Hal itu juga membuat trauma masyarakat.

“Ini sangat mengejutkan, kok bisa hakim membebaskan Adelin Lis begitu saja,” kata anggota FPDI-P DPRD Sumatera Utara (Sumut) Efendy Naibaho, Senin (5/11).

Dia menyatakan, melihat keseriusan polisi menyelidiki kasus itu, termasuk proses menjemput Adelin dari China Juli 2006 lalu, rasanya tidak mungkin Adelin akan bebas.

“Kok tega-teganya hakim melukai perasaan keadilan rakyat. Di mana nuraninya? Saya mengusulkan agar hakimnya segera dilaporkan kepada hakim pengawas atau ke Komisi Yudisial,” kata aktivis lingkungan itu.

Anggota FPAN DPR Nasril Bahar meminta kinerja Menteri Kehutanan dievaluasi.

”Kami menghormati proses hukum, walau tentu saja sangat kecewa. Tinggal bagaimana Menteri Kehutanan (Menhut) MS Ka’ban bisa menunjukkan kinerjanya dengan memberikan novum atau bukti baru agar Adelin bisa disidangkan lagi,” kata dia.

Secara kasat mata, lanjut Nasril, kiprah Adelin sudah diketahui. aktanya, hampir semua perusahaan di bidang ehutanan, punya masalah dengan illegal logging, menebang di luar konsesi, dan tidak melaksanakan berbagai kewajiban. (dtc-62)

Suara Merdeka
Selasa, 6 November 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: