Orang Muda Harus Kembangkan UMKM

Kaum-kaum muda diharapkan dapat tampil untuk mengelola berbagai jenis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan demikian kalangan ini dapat lebih berperan dalam upaya meningkatkan perekonomian nasional melalui UMKM.

Hal ini disampaikan Nasril Bahar, anggota Komisi VI DPR RI bidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, BUMN dan Investasi, saat meninjau pelaksanaan bazaar yang digelar Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Sumut di Istana Maimun dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional BM PAN.

“Sudah saatnya kaum muda yang tampil untuk mengelola UMKM ini. Jadi tidak lagi sekedar menggantungkan harapan pada lowongan pekerjaan yang tersedia di pemerintahan. Dengan masuk dalam sektor UMKM, justru kaum mudalah yang membuka lapangan pekerjaan,” kata Nasril Bahar, Minggu (18/11).

Dalam kesempatan itu dia didampingi Ketua Umum BM PAN Ahmad Rizki Sadig, Ketua BM Sumut Zulkifli Husein, Ketua BM Medan Muhammad Iskandar Sakty Batubara dan Sekretaris Umum Himpunan UKM-UKM Pangan Bersatu, Azhari Lubis.

Menurut Nasril, yang jga Majelis Penasehat BM PAN Sumut, persoalan yang dihadapi UMKM saat ini terutama memang masih didominasi permodalan. Namun pada sisi lain, geliat UMKM masih belum pas karena kurang agresif dalam pengelolaannya. Kemungkinan karena kurangnya kaum-kaum muda yang terlibat aktif yang mengelolanya.

“Jadi orang-orang muda dapat berperan, bukan hanya karena usianya yang muda, namun juga karena semangat yang masih berkobar dan tidak terpaku pada nilai-nilai lama. Selalu berpikir kreatif untuk menemukan ide-ide baru, cara-cara dan terobosan baru, termasuk dalam mencari sumber permodalan,” ujar Nasril Bahar.

Dengan munculnya orang-orang muda, kata dia, maka UMKM juga tidak stagnan. Sesuai dengan data yang diperoleh Nasril Bahar, dari Dinas Koperasi dan UMKM Sumut menunjukkan, UMKM di Sumut berjumlah 2.067.000, dengan perincian usaha menengah 121.770, usaha kecil 596.360, dan usaha mikro 1.370.000 unit.

Acungkan Jempol

Dalam kesempatan itu, Nasril menyatakan, apa yang dilakukan BM PAN Sumut, dengan menggelar serangkaian kegiatan amal dan bazaar yang mengedepankan UMKM, sangat diacungkan jempol. Prestasi ini memang sangat membanggakan. Apalagi dengan situasi lokal saat ini. Baik Sumut maupun Kota Medan secara khusus, UMKM masih belum mendapat perlakuan seperti yang diharapkan. Kehadiran pasar-pasar modren menyebabkan pedagang kecil harus bertahan mati-matian mengahadapi serangan industri besar yang membuka banyak outlet di plaza-plaza. UMKM tetap saja terjepit.

Dengan permodalan yang minim, mustahil bagi UMKM untuk menerobos dinding tebal persoalan ini. Sulitnya mengakses dana kredit dari perbankan menyebabkan pelaku UMKM akhirnya banyak yang terjerat dalam praktik rentenir. Sudahlah terkendala sektor permodalan, ternyata ajang untuk mengembangkan usaha justru tidak tersedia.

“Dari survei yang pernah dilakukan, hanya 10 persen saja pelaku UMKM yang menggunakan jasa bank, sedangkan 90 persen lagi mendapatkan modal bukan dari bank. Dari jumlah itu, sebanyak 20 persen pelaku UKM mendapatkan modal dan terjebak utang dengan rentenir, karena bunga tinggi yang mencapai 10-20 persen per bulan. Umumnya pelaku yang terjebak dalam praktik rentenir adalah mereka yang berdomisili di pedesaan,” kata Nasril Bahar.

Makanya kesempatan seperti yang diciptakan BM PAN Sumut ini, ujar Nasril, harus diperbanyak lagi. Sehingga akses untuk menerobos pasar akan semakin lebih luas. Tetapi BM PAN juga diingatkan tidak berpuas diri dengan sekedar menciptakan event untuk UMKM, tetapi bergerak terus dan jika memungkinkan membukakan akses lebih luas terhadap perbankan swasta dan BUMN. Sehingga BM PAN dapat menyentuh hingga ke akar persoalan.

Dukung

Dukungan atas pelaksanaan kegiatan yang digagas BM PAN juga disampaikan Sekretaris Umum Himpunan UKM-UKM Pangan Bersatu Sumut Azhari Lubis, menurutnya apa yang sudah digagas BM PAN Sumut ini sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha kecil dan menengah. “Kita sangat menyambut baik. Kita harapkan acara seperti ini dapat dilakukan secara berkesinambungan,” ujar Azhari Lubis.

Dia menambahkan, upaya yang dilakukan BM PAN maupun organ-organ Partai Amant Nasional hinga di Fraksi DPR RI sudah terlihat nyata. Namun akan sangat menggembirakan jika semua pihak dapat pula melakukan tindakan serupa. Sehingga UMKM menjadi perhatian semua pihak. Dengan demikian UMKM akan semakin berkembang dan dapat menjadi tulang punggung perekonomian bangsa.




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: