Menghitung Dampak Keputusan KPPU soal Temasek. Benarkah Menambah Ketidakpastian Investasi di Indonesia?

Topik : Menghitung Dampak Keputusan KPPU soal Temasek. Benarkah Menambah Ketidakpastian Investasi di Indonesia?

Narasumber 1 : Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Erwin Syahril.
Narasumber 2 : Mantan Anggota Tim Perumus RUU Investasi, Nasril Bahar.

PEMBAHASAN

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan Temasek Holdings bersama sembilan perusahaan lainya yang bergerak di bidang telekomunikasi dinilai telah menyalahi aturan dalam kepemilikan sahamnya di dua perusahaan yaitu PT Telkomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Indosat Tbk. Temasek Holdings, perusahaan milik Singapura itu dinilai telah melanggar UU No.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Oleh karena itu Temasek beserta sembilan perusahaan lainnya didenda masing-masing Rp 25 miliar dan harus melepaskan salah satu kepemilikan sahamnya di PT Telkomsel atau Indosat Tbk. Selain Temasek Holdings, KPPU juga memutuskan PT Telkomsel terbukti melanggar Pasal 17 UU No.5 Tahun 1999 tentang Monopoli. Akibatnya Telkomsel juga didenda sebesar Rp 25 miliar.

Menurut anggota KPPU Erwin Syahril, keputusan KPPU terhadap Temasek telah melalui pemeriksaan sejumlah fakta dan bukti bahwa Temasek telah melanggar UU tentang Monopoli. Erwin juga mengatakan, pasca keputusan KPPU yang telah berkekuatan hukum tetap, maka dua tahun ke depan Temasek harus segera melepaskan saham-sahamnya di salah satu perusahaan, Telkomsel atau Indosat.

Banyak yang mengatakan, keputusan KPPU terhadap praktik monopoli yang dialamatkan ke Temasek dapat mempengaruhi investasi di Indonesia. Investor akan berpikir ulang untuk berinvestasi di Indonesia. Namun menurut mantan anggota Tim Perumus RUU Investasi, Nasril Bahar, keputusan KPPU tidak akan berpengaruh terhadap investasi di Indonesia. Menurutnya keputusan KPPU merupakan bentuk kepastian hukum yang sangat diharapkan para investor di Indonesia.

Erwin juga mengatakan, meski dalam penjualan saham Telkom dan Indosat belakangan diketahui bermasalah, namun KPPU tidak merekomendasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pengusutan lebih lanjut. Sebab yang terjadi dalam kasus Temasek, yang dirugikan adalah masyarakat pengguna jasa telekomunikasi. Sayangnya, hingga kini tidak ada laporan masyarakat yang meminta kompensasi kerugian atas tingginya tarif telekomunikasi itu.

Semoga keputusan KPPU mampu memberikan jaminan kepastian hukum bagi para investor, bukan malah semakin membingungkan investor yang selama ini mengharapkan kepastian hukum dalam berinvestasi di Indonesia.

Elshinta
Rabu, 21 November 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: