Setelah 3,5 Jam Terbakar, Penerbangan ke Polonia Lancar

Bandara Polonia Medan untuk kedua kalinya terbakar. Yang pertama 9 Maret 2006, yang kedua, Sabtu (1/12) pukul 20.30 WIB dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 24.00 WIB. Meski demikian, penerbangan ke Polonia tidak mengalami hambatan.

Hingga pukul 10.30 WIB siang tadi, penerbangan pesawat dari bandara Soekarno-Hatta menuju Polonia Medan sesuai jadwal. “Oh, tidak ada penundaan. Tidak ada masalah,” kata petugas Informasi Bandara Soekarno-Hatta Khairul, siang tadi.

Menurut Khairul, tidak adanya penundaan penerbangan pesawat menuju Medan, karena terminal kedatangan Bandara Polonia Medan tetap normal. Kebakaran di Bandara Polonia Medan hanya terjadi di terminal keberangkatan.

Terminal keberangkatan domestik Bandara Polonia, Medan dilahap di jago merah pukul 20.30 WIB. Api berhasil dipadamkan pukul 24.00 WIB.

Akibat kebakaran ini, proses check in dilakukan di bawah tenda darurat. Pihak bandara terus mengupayakan penerbangan pesawat tetap berjalan dengan baik.

Hingga siang tadi, asap putih masih mengepul di beberapa titik di terminal domestik Bandara Polonia, Medan. Asap mengepul di loket check in lantai 1 dan sejumlah plafon di lantai 2. Sementara, tim forensik Mabes Polri terus bekerja di lantai 2 Bandara Polonia. Tim berusaha untuk mencari fakta-fakta penyebab kebakaran.

Sementara itu, ratusan polisi berjaga-jaga secara menyebar di berbagai titik di Bandara Polonia. Sekeliling bandara dipasang police line. Di belakang police line, aparat polisi bersiaga penuh.

Api membakar bandara selama 3,5 jam hingga pukul 24.00 tadi malam. Akibatnya sejumlah penerbangan dari dan ke Bandara Polonia sempat terganggu.

Terminal keberangkatan domestik Bandara Polonia, Medan ludes terbakar. Aktifitas bandara pun dialihkan ke 3 tempat. Lokasi pengganti untuk check in dibuat sangat sederhana.

Untuk memudahkan penumpang, Bandara Polonia membagi lokasi di 3 tempat yakni di depan ruang VIP, Avron Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Medan, dan kantor perwakilan Garuda Indonesia.

Para penumpang yang akan menggunakna maskapai Lion Air dan Air Asia, maka kegiatan administrasi dilakukan di depan ruang VIP. Sementara itu di Avron Pangkalan TNI AU digunakan untuk kegiatan maskapai Sriwijaya Air, Mandala, dan Batavia Air.

Garuda pun tidak mau kalah. Mereka membuka kegiatan di kantornya. Karena banyak penumpang yang bingung, akhirnya Garuda juga membuka konter di depan ruang VIP. Untuk memudahkan penumpang, setiap maskapai menuliskan namanya atas kertas foli0.

Lamban

Setelah menyala hebat sekitar 3,5 jam, api yang membakar terminal keberangkatan domestik Bandara Polonia akhirnya padam pada pukul 24.00 WIB, Sabtu. Lambannya pemadaman karena sistem hidran di bandara tidak berfungsi dengan baik.

Api yang semula menyala-nyala hingga ke atap bangunan terminal, kini sudah berganti jadi asap putih saja, pertanda api sudah padam. Begitu pun, saat ini petugas pemadam kebakaran masih juga menyiramkan air ke sisa-sisa bangunan untuk memadamkan bara.

Lambannya petugas memadamkan api dalam kasus kebakaran di bandara kali ini, terkait dengan tidak sempurnanya sistem pencegahan kebakaran di bandara. Hidran-hidran air yang berada di sekitar terminal domestik, tidak satupun yang berfungsi. Petugas pemadam kebakaran yang mencoba mengoperasikan tiga unit hidran, hanya bisa kecewa.

Akibatnya petugas hanya bisa mengandalkan air dari mobil pemadam yang terkadang tidak terlambat datang.

Berkenaan dengan masalah sistem ini, Administratur Bandara Polonia Yuli Sadoso menyatakan kemungkinan ada masalah pada hidran sehingga saat akan digunakan tidak berfungsi.

“Biasanya pemeriksaan dilakukan rutin setiap tiga bulan. Tapi akan kami cek,” kata Yuli Sadoso.

Kebakaran yang menimpa Bandara Polonia sangat disayangkan. Kebakaran yang terjadi untuk kedua kalinya ini ditengarai akibat kecerobohan.

“Saya tidak pernah melihat bandara internasional yang berantakan pengelolaannya seperti Polonia. Kondisinya seperti terminal bus saja,” kata anggota DPR dari FPAN Nasril Bahar.

Dalam kasus ini, Nasril menepis adanya dugaan sabotase. Faktanya, bandara akan tetap dipindahkan ke Kuala Namu, jika proyek telah selesai. Yang terjadi hanya unsur kecerobohan saja.

“Instalasi listrik dan sebagainya sangat tidak terjaga. Bahkan di Bandara Polonia ini, CCTV-nya justru banyak yang tidak berfungsi. Begitulah kondisinya. Belum lagi sistem parkir, dan pelayanan lain,” ujar anggota DPR asal Sumatera Utara.

Yang mengherankan, lanjut Nasril, sistem pencegah kebakaran justru tidak baik di bandara ini. Terbukti sudah dua kali kejadian kebakaran dalam dua tahun terakhir.

Pada 9 Maret 2006, kebakaran menghanguskan seluruh terminal kedatangan internasional yang disebabkan arus pendek listrik. Sementara kebakaran yang kedua ini juga diduga bermula dari listrik. (mgm, ins)

Surabaya Post
Kamis, 2 Desember 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: