Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar: Pabrik Gula Rafinasi Ancaman Bagi Petani Tebu

Medan (Analisa)- Target pencapaian swasembada gula nasional tahun 2009 masih menyisakan masalah di dalam negeri. Pertarungan gula rafinasi dan gula lokal tak kunjung usai.

Hal ini tidak terlepas dari aturan dan pelaksanaannya di lapangan yang inkonsistensi. Karenanya, langkah konsisten serta peningkatan produksi lokal mendesak dilakukan untuk memenuhi target swasembada gula.

Hal ini disampaikan Nasril Bahar, anggota Komisi VI DPR RI bidang Industri, Perdagangan, BUMN Koperasi serta Usaha Kecil dan Menengah di Medan, Selasa (25/12).

“Sesuai Kepmenperindag No. 527 Tahun 2004 tentang Tata Niaga Gula disebutkan, gula rafinasi hanya diperuntukkan bagi kebutuhan industri makanan dan minuman. Dilarang untuk diperjualbelikan untuk kebutuhan rumah tangga. Bila gula rafinasi masuk dan dikonsumsi rumah tangga, jelas akan menimbulkan iklim usaha yang tidak kondusif. Kenyataannya hari ini, banyak ditemukan gula rafinasi diperjualbelikan di pasaran,” kata Nasril.

Pemerintah Tidak Berani

Sampai hari ini, kata Nasril, pemerintah seperti tak berani mengatur kapasitas gula rafinasi dengan kapasitas terpasang (utilisasi) industri makanan dan minuman.

Semakin tak jelasnya pengaturan tentang gula rafinasi dari pemerintah terlihat nyata dengan diberikannya izin kepada lima perusahaan untuk mendirikan pabrik gula rafinasi di daerah.

Salah satu izin itu diberikan kepada perusahaan yang akan membangun pabriknya di Kawasan Industri Medan (KIM) II di Deli Serdang.

Gula rafinasi merupakan gula yang digunakan dalam proses industri makanan dan minuman. Impor gula melalui jalur ini dilakukan importir produsen yaitu industri makanan dan minuman itu sendiri.

Realisasi impor pada 2006 mencapai 372.300 ton lebih rendah dari tahun lalu yang masih 413.036 ton. Sementara, gula yang diimpor industri gula rafinasi adalah gula kristal mentah (raw sugar).

Jenis gula ini digunakan industri gula rafinasi, industri MSG, dan pabrik penggilingan untuk mengisi idle capacity. Realisasi impor rafinasi pada 2006 mencapai 636.150 ton lebih rendah dari tahun lalu yang masih 683.057 ton.

Industri gula rafinasi mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk untuk impor raw sugar.

Semula diharapkan pemberian fasilitas itu bisa menyelamatkan industri gula rafinasi domestik dari penurunan harga gula yang tajam di luar negeri.

Hasil gula rafinasi yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk diharapkan bisa diserap industri makanan dan minuman domestik sehingga tidak terjadi penumpukan stok yang berpotensi merembes ke pasar konsumsi.

Pada 2007 ini, ujar Nasril, produksi gula rafinasi ditargetkan mencapai 1.442.863 ton dan hingga akhir Oktober 2007, realisasi produksi baru mencapai 1,146 juta ton.

Ditargetkan produksi gula rafinasi akan mencapai sebanyak 1,815 juta ton pada 2008. Tahun selanjutnya, produksi dapat ditingkatkan lagi menjadi 2,02 juta ton.

Diprediksikan kebutuhan impor raw sugar tahun 2008 akibat berdirinya lima pabrik baru tersebut antara 1,7 juta ton-1,8 juta ton untuk memproduksi 1,6 juta ton gula rafinasi.

Volume produksi gula rafinasi tahun 2008 ditargetkan lebih tinggi dari volume produksi tahun 2007 sebesar 1,45 juta ton.

Kontroversi

Kontroversi penolakan atas sikap pemerintah yang lebih memberikan izin pendirian pabrik gula rafinasi baru dan memberikan izin impor raw sugar kepada pabrik-pabrik gula rafinasi baru itu menjadi masalah tersendiri.

Persoalannya, kapasitas gula rafinasi mencapai 1 juta ton pada 2007 dan kapasitas gula rafinasi yang terpasang sekira 1 juta ton dan ini telah mencukupi kebutuhan industri makanan dan minuman.

“Yang lebih merasakan derita atas kebijakan yang tak jelas dari inidustri gula rafinasi ini adalah petani dan produsen gula lokal. Derita itu disebabkan, gula rafinasi tersebut sudah masuk ke pasar menjadi gula konsumsi dengan harga yang murah,” ujar Nasril yang juga Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bidang Politik Pertahanan dan Keamanan. (rrs)

Analisa
Rabu, 26 Desember 2007




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: