PAN Gagal Nego Dalam Pilgubsu, Kader Kecewa

Medan, WASPADA Online, Gagalnya Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung kadernya dalam paket Cagubsu, membuat kekecewaan kader. Kegagalan partai ini mengusung kader karena Ibrahim Sakty Batubara yang diusung ternyata tidak layak jual.

Sejumlah kader PAN, kepada Waspada, Jumat (25/1), mengatakan kekecewaannya melihat hasil akhir pendaftaran cagub dan cagubsu di KPU Sumut. PAN gagal mengusung kader yang menurut mereka terbaik, yakni Drs H. Ibrahim Sakty Batubara, MAP. Dia yang hanya dicalonkan sebagai cawagubsu, tapi ditolak beberapa orang kandidat cagubsu. Akhirnya partai ini hanya mampu sebagai pendukung kandidat dari partai lain.

Wakil Sekretaris DPW PAN Sumut Anang Anas Anshar, S.Ag, mengaku telah memperkirakan kalau jago dari PAN Ibrahim Sakty Batubara tidak layak ‘jual’. Sementara partai berkeinginan untuk mengusung kadernya pada Pilgubsu kali ini.

Anehnya, menurut Anang, Ibrahim Sakty ngotot ingin tampil. Sehingga ada kader lain yang diminta kandidat cagub untuk mendampinginya dari partai berbeda diganjal habis. “Akibatnya, ya seperti ini. Itulah sulitnya bila kita mengusung kader yang tidak laku dijual,” katanya.

Sedangkan Ketua Departemen Komunikasi Eksternal DPW PAN Sumut Fachruddin menilai PAN Sumut saat ini berada dalam kondisi berkabung. Dia mengaku kecewa karena PAN tidak mampu mencalonkan kadernya sendiri.

Padahal untuk ini PAN Sumut telah melakukan berbagai tahapan yang alot. “Bahkan terkait pencalonan kader terpaksa memberhentikan Ketua PAN Sumut Kamaluddin Harahap,” ujar dia. Informasi lain diperoleh Waspada, kini kader PAN di Sumut merasa ‘minder.’ Mereka seakan tidak percaya partai sebesar PAN kalah dalan bernegosiasi dengan partai-partai lain di Pilgubsu. “PBR saja bisa mengusung kadernya. Masak, sekelas PAN hanya jadi partai pendukung,” kata seorang kader.

Disebutkan bahwa muara dari masalah ini adalah petinggi partai hanya berpikir untuk kepentingan pribadi. Terlalu memaksakan kader yang tidak diterima oleh kandidat cagub dari partai lain. Padahal ada kader potensial yang ‘dilirik’ partai lain untuk bergabung. Yakni Ir. Kamaluddin Harahap, MSi.

Sayangnya, menurut sumber, Kamaluddin Harahap, ‘dikerjai’ kader lainnya untuk tidak maju. Upaya ini berhasil sehingga DPP tetap mempertahankan Ibrahim Sakty Batubara. Bahkan setelah dia ditolak di mana-mana, kader yang diusung juga bukan Kamaluddin Harahap, tapi anggota DPRRI asal Sumut Nasril Bahar, SE. Kader PAN ini juga akhirnya ditolak oleh Abdul Wahab Dalimunthe, yang memilih Raden Muhammad Syafii.

Beredar informasi, untuk Kamaluddin Harahap, sepertinya benar-benar ingin ‘dihabisi’ partai. Kesempatannya untuk maju sebagai cawagub ditutup rapat. Terbukti, DPP PAN tidak juga mengeluarkan rekomendasi untuknya, walaupun cagub dari partai lain sebagai pasangannya menunggu hingga pukul 09:00 hari Kamis (24/1). Untuk masalah ini, Kamaluddin Harahap, yang ditanya Waspada tidak banyak berkomentar. Dia hanya bilang menerima sepenuhnya keputusan yang diambil partai. “Saya yakin, keputusan partai adalah yang terbaik,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Zulkifli Hasan dan Pelaksana Tugas (Plt) Viva Yoga Mauladi, berbicara kepada Waspada melalui telefon selular Jumat (25/1). Zulkifli Hasan, mengatakan ada beberapa faktor yang membuat kader PAN tidak dapat diusung. Sedang Viva Yoga, lebih melihat masalah ini sebagai catatan PAN untuk memperbaiki diri ke depan.

Kedua pengurus DPP PAN ini hampir senada mengatakan bahwa, partainya tetap berupaya mendukung kadernya untuk maju. Tapi memang mengalami beberapa kendala. Kata Zulkifli Hasan, PAN telah membuka komunikasi dengan tiga kandidat cagubsu sebelumnya. Yakni Laksda Herry W. Marzuki, Syamsul Arifin dan Abdul Wahab Dalimunthe. Ternyata Herry Marzuki tidak mampu mencari partai lain untuk berkoalisi dengan PAN. Sementara Syamsul dan Abdul Wahab, tidak menerima Ibrahim Sakty, karena alasan primordial.

“Keduanya menginginkan pasangan mereka suku Jawa,” kata Zulkifli Hasan.

Secara terpisah, Viva Yoga Mauladi, menambahkan harus diakui kalau ikatan-ikatan primordial dapat ditarik menjadi ikatan politik. Hal ini dinilai wajar sepanjang tidak destruktif dan tidak menyalahi nilai-nilai kebangsaan.

Tentang Kamaluddin Harahap yang diminta cagub partai lain? Disebutkan Zulkifli Hasan, tetap didorong. Namun, kendalanya tetap ada saja. Yakni menyangkut masalah primordial tadi.

Ke depan Zulkifli Hasan, berharap kader PAN bersatu. Faktanya partai ini belum mampu mengusung kadernya sebagai pasangan cagubsu. Harus diingat, kataya, tujuan partai bukan hanya Pilkada, tapi Pemilu Legislatif. “Saya imbau kader jangan terpecah belah karena Pilkada,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Viva Yoga. Dia bilang PAN harus menang dalam Pemilu Legislatif. Minimal memperoleh 20 persen suara. Dengan begitu partai ini tidak kesulitan lagi untuk mengusung calonnya, karena tidak membutuhkan koalisi. Begitupun, dia menolak ketika Waspada menyebutkan, sekarang ini yang terjadi PAN lemah dalam bernegosiasi dengan partai-partai lain. (m17/m11)

Waspada
Sabtu, 26 Januari 2008




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: