Amien Rais : Waspadai Peralihan Kepemilikan 44 Bumn ke Pihak Asing

Medan (Medan Pos) – Bangsa Indonesia perlu mewaspadai terjadinya peralihan status kepemilikan 44 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada pihak asing yang diduga dilakukan melalui “deal-deal” (kesepakatan) tertentu.

“Sofyan Djalil selaku Menteri Negara BUMN harus segera diinterogasi karena diduga melakukan perbuatan yang merupakan kejahatan terhadap bangsa tersebut,” kata mantan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais di Medan, Minggu malam (9/3).

Menurut Amien, saat ini ada upaya Sofyan Djalil selaku Menteri Negara BUMN untuk “menjual” 44 BUMN di antaranya Bank Nasional Indonesia (BNI) 46, Krakatau Steel, Garuda dan beberapa Perusahaan Terbatas Perkebunan Negara (PTPN) kepada pihak asing yang dianggap sebagai investor strategis. Penjualan 44 BUMN tersebut dilakukan dengan cara “banting harga” dan tidak melalui proses pelelangan di bursa saham.

Diduga ada kesepakatan tertentu yang dilakukan Sofyan Djalil dengan pihak asing tersebut sehingga seenaknya menjual aset bangsa, kata Amien didampingi Ketua DPP PAN, Mulfahri Harahap dan Wakil Sekjen DPP PAN, Nasril Bahar, SE . Amien juga menyatakan perbuatan tersebut sama jahatnya terhadap bangsa dengan penjualan PT.Indosat kepada Singapura.

“Sofyan Djalil harus segera diperiksa disebabkan penjualan BUMN tersebut merupakan kejahatan terhadap bangsa karena menyebabkan pengelolaan bangsa ini telah dialihkan ke pihak asing,” katanya.

Broken Goverment

Lebih lanjut Amien menyatakan, pemerintahan SBY dinilai sebagai “broken goverment” (pemerintahan yang hancur) karena banyak persoalan bangsa yang tidak mapu diatasi. Menurut Amien, selama tiga tahun lebih pemerintahan SBY tidak mampu mengatasi persoalan pelik yang langsung bersentuhan dengan kepentingan rakyat.

Ia mencontohkan masih banyaknya antrian minyak tanah, seringnya terjadi pemadaman listrik, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak di Indonesia, penegakan hukum yang “tebang pilih” dan makin gundulnya hutan di Indonesia. Lebih riskan lagi kedundulan hutan itu danyak dilakukan melalui pembakaran sehingga Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor asap, katanya.

Meski demikian, tambah Amien, pemerintahan SBY harus diberi kesempatan sampai berakhirnya masa pemerintahan pada tahun 2009, setelah itu harus terjadi pergantian kepemimpinan nasional. Jika pergantian kepemimpinan nasional itu tidak dilakukan kemungkinan besar kondisi bangsa Indonesia akan semakin hancur.

Bangsa Indonesia tidak akan punya kemampuan berkompetisi dan kemandirian lagi.”Apalagi banyak aet bangsa Indonesia yang telah dialihkan kepada pihak asing,” kata Amien yang juga didampingi Ketua DPW PAN Sumut, Kamaluddin Harahap serta Ketua DPD PAN Medan, Ahmad Arif dan Wakil Sekretaris DPD PAN Medan Abyadi Siregar. (R19)

Medan Pos
Selasa, 11 Maret 2008




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: