Amien Rais: Hentikan Transfer Kepemilikan BUMN

MedanBisnis – Medan, Mantan Ketua MPR Prof Amien Rais mengatakan, rencana pemerintah memindahtangankan (transfer kepemilikan) aset-aset nasional bernama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada investor asing, harus dihentikan. Bahkan menurutnya, Menteri BUMN Syofyan Djalil harus diinterogasi.

“Syofyan Djalil harus segera diinterogasi. Karena dia (Syofyan Djalil-red) akan melakukan sebuah kejahatan terhadap bangsa dengan cara seenaknya menjual aset bangsa,” kata Amien Rais menjawab MedanBisnis, di Hotel Grand Angkasa, Minggu (9/3) malam.

Hadir pada kesempatan itu Ketua DPP PAN yang juga anggota Fraksi PAN DPR RI Mulfachri Harahap dan Nasril Bahar, Ketua DPW PAN Sumut Kamaluddin Harahap, Ketua DPD PAN Kota Medan Ahmad Arief MM dan Ubay Nasrul.

Menurut Amien Rais, peralihan kepemilihan aset BUMN akan dilakukan dengan praktik banting harga. Tidak lewat bursa. Tapi lewat deal-deal terbatas dengan investor asing.

“Dulu saya pernah mengatakan, siapapun dulu yang bertanggung jawab menjual Indosat ke Temasek milik Singapura itu, telah melakukan kejahatan terhadap bangsa. Jadi kalau ada menteri yang mau menjual aset bangsa seenaknya sendiri, menurut saya itu termasuk katagori kejahatan terhadap bangsa,” tegas Amien Rais.

Rencana pemerintah mengalihkan kepemilikan aset BUMN ke investor asing, menurut Amien Rais, merupakan tindakan yang cukup parah. Tahun ini saja, kata Amien, paling tidak tercatat sekitar 32 BUMN yang mau dipindahtangankan ke investor asing. Termasuk BNI 46, sejumlah PTPN, Krakatau Steel, Garuda, Pertamina serta beberapa anak perusahaan Pertamina dan sebagainya.

Semua ini, kata Amien Rais, menjadi bukti kekacauan kepemimpinan Pemerintahan Yudhoyono (SBY). “Terus terang, pemerintahan saat ini menurut saya sudah dapat dikatakan gagal, sudah kandas. Saya melihat, maaf dengan segala hormat dan simpatik saya, pemerintahan SBY ini sudah termasuk broken government. Jadi, pemerintahan sudah agak kacaubalau. Kepentingan rakyat tidak bisa lagi dilayani dengan baik,” katanya.

Amien Rais mengajak semua pihak untuk melihat di mana-mana rakyat yang antrean minyak, pemadaman listrik bergilir yang terus terjadi. Pemerintahan ini juga tidak mampu memperbaiki infrastruktur di Jawa dan luar Jawa. Paling parah dan semua rakyat harus tahu, kata Amien Rais adalah pemindahan atau transfer kepemilikan BUMN tersebut ke pihak asing.

Atas dasar itulah, mantan Ketua MPR ini menilai cukuplah pemerintahan SBY sampai 2009. Kalau sampai diberi mandat lima tahun lagi, menurutnya, bangsa ini makin tenggelam.

Sebagai misal, saat ini saja negara ini sudah semakin tidak mampu lagi berkompetisi dengan bangsa lain dan kehilangan kemandirian. Ekonomi misalnya, sudah dipegang asing, pertambangan dipegang asing, perbankan dipegang asing,

Telekomunikasi juga dipegang asing. “Kita nggk punya apa-apa kecuali tenaga. Dan sempurnalah kita sebagai bangsa pelayan karena sudah kuli,” kata Amien Rais dengan nada tinggi. (abyadi siregar)

Medan Bisnis
Rabu, 12 Maret 2008




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: