Migor Kemasan Tidak Mampu Menekan Harga

Anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar menilai rencana pemerintah yang akan mengalihkan minyak goreng (migor) curah ke dalam bentuk kemasan tidak akan mampu menekan harga.

“Saya pikir kebijakan melakukan konversi ke migor kemasan tidak akan mampu menekan harga, sebab solusi itu hanya efektif untuk sementara waktu,” katanya di Bandara Polonia Medan, Minggu (30/3).

Menurut anggota DPR yang membidangi industri, perdagangan, BUMN, koperasi dan UKM ini, lemahnya kontrol dan kebijakan yang diambil pemerintah baik di pusat maupun daerah dalam memantau harga kebutuhan pokok telah membuka celah bagi pabrikan, distributor dan pedagang besar untuk memainkan harga.

Dia mencontohkan seperti kebijakan pemerintah yang akan melakukan operasi pasar jika kenaikan harga terhadap satu komoditi terjadi sebesar 25% dan berlangsung dalam waktu 10 hari berturut-turut.

“Celah-celah itulah yang dimanfaatkan oleh pabrikan, distributor maupun pedagang besar. Mereka memainkan harga dengan menaikkannya secara bertahap mulai dari 5 persen, 10 persen sampai pada harga yang mereka inginkan,” jelasnya.

Kondisi itu telah lama dialami beberapa komoditi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia seperti gula, beras dan dewasa ini giliran minyak goreng yang harganya melambung mencapai 200% dengan alasan kenaikan harga CPO dunia.

Padahal Indonesia merupakan negara pengekspor CPO terbesar kedua di dunia setelah Malaysia, namun ironis karena harga produk industri hilir CPO itu tidak dapat dikendalikan oleh pemerintah di dalam negeri, katanya.

“Agar dapat mengendalikan harga migor, pemerintah dalam hal ini Departemen Perdagangan harus memaksimalkan perannya, tidak hanya memantau kelancaran produksi ataupun distribusi barang,” tegas politisi PAN asal Sumut ini.

Pekan lalu Disperindag Sumut menyatakan operasi pasar migor di Medan yang dilakukan tidak berhasil menekan harga produk industri hilir CPO itu.

“Operasi pasar migor dilakukan produsen dengan harga jual Rp 9.000/kg dengan jatah per konsumen sebanyak 2 kg, namun harga migor di pasaran tetap bertahan,” kata Kepala Bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan Disperindag Sumut, Bitner Hutapea.

Sementara itu, saat ini harga migor curah di sejumlah pasar tradisional dan kedai pengecer di Medan bervariasi, namun bertahan tinggi pada kisaran Rp 10.500 hingga Rp 12.000/kg dari sebelumnya Rp 8.000/kg. | ANT | Global | Medan

Harian Global
Senin, 31 March 2008




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: