Polisi Awasi Perdagangan Sembako

Formatnews-Siantar, Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPR RI Nasril Bahar meminta aparat kepolisian di Sumatera Utara (Sumut) mengawasi peredaran dan perdagangan sembilan bahan kebutuhan pokok (Sembako). Tindakan ini sangat penting guna membatasi ruang gerak spekulan yang belakangan kian merajalela dengan memanfaatkan krisis pangan dunia.

”Para spekulan itu berusaha mengeruk keuntungan pribadi yang sebesar-besarnya tanpa memikirkan kebutuhan perut bangsanya sendiri,” tegas Nasril Bahar di hadapan kader dan simpatisan PAN Pematangsiantar yang hadir dalam pelantikan pengurus DPC PAN Siantar Utara di Gedung Balai Bolon, Siantar, Minggu (27/4).

Pada pelantikan yang dihadiri Ketua DPW PAN Sumut Ir H Kamaluddin Harahap MSi, Wakil Sekretaris DPW PAN Sumut Irwansyah Damanik itu, Nasril mengatakan, melonjaknya harga sembako saat ini terutama beras, gula, minyak goreng dan sebagainya bukan saja karena pengaruh krisis pangan dunia yang membuat harga beras dunia meroket hingga US$ 436,76 per metrik ton. Tapi menurut Naril, kemungkinan besar hal itu terjadi akibat tindakan para spekulan yang melakukan penimbunan dan penjualan ke luar negeri untuk mengejar harga yang lebih mahal di pasaran luar negeri.

”Penyeludupan dan penimbunan bahan pokok itu dilakukan para spekulan untuk mengeruk keuntungan pribadi di tengah kondisi carut-marut pasokan pangan dunia ini,” tegas Nasril.

Wakil Sekjend DPP PAN ini menjelaskan, spekulasi para spekulan tersebut dapat dilihat dan dirasakan dari kian melonjaknya harga bahan pokok, khususnya beras. Padahal situasi saat ini Indonesia surplus beras. Sehingga sangat tidak logis jika rakyat masih saja susah membeli beras karena harganya yang terus melambung.

”Aneh rasanya ketika Presiden SBY dan pemerintah bangga atas kondisi surplus beras dan malah berniat mau ekspor beras. Justru rakyat Indonesia masih kesusahan untuk makan karena harga beras yang mahal,” ujar Nasril.

Ia juga mengaku merasa aneh ketika Sumut sebagai daerah penghasil beras—bahkan produksinya surplus—justru mengalami kesulitan beras. Karena itu, Nasril berharap kepolisian daerah harus mulai aktif mengawasi sentra-sentra perdagangan dan jalur distribusi bahan pokok khususnya beras. Karena salah satu kemungkinan yang menjadi penyebab tetap mahalnya harga beras akibat terjadinya tindakan spekulatif.

”Aparat kepolisian kami minta dengan sangat mulai melakukan pengawasan yang ketat atas perdagangan dan distribusi bahan pokok agar tindakan spekulatif tidak terjadi sehingga harga beras dan sembako pada umumnya bisa dijangkau masyarakat,” pinta Nasril.

Nasril juga minta seluruh kader dan simpatisan PAN khususnya di Pematangsiantar turut aktif mengawasi dan mencegah terjadinya praktik penimbunan dan pengiriman sembako ke luar negeri agar rakyat Sumut dan Pematangsiantar dapat makan beras dengan harga yang terjangkau.

”Kasus kelangkaan minyak goreng di negeri penghasil CPO terbesar kedua dunia sungguh memalukan dan memilukan bangsa ini dan jangan sebagai negara penghasil beras rakyatnya juga susah makan beras karena tak bisa membelinya,” kata Nasril.

Pengurus DPC PAN Siantar Utara yang diketuai Rudi Setiawan Silangit tersebut dilantik Ketua DPD PAN Pematang Siantar H Imal Raya Harahap yang juga Wakil Walikota Pematang Siantar.

Formatnews
Minggu, 27 April 2008




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: