Perbaiki Iklim Investasi, Pemda Diminta Terapkan Sistem Pelayanan Daerah Satu Pintu

Siantar (SIB) – Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumut diminta segera melakukan pembenahan konkrit terhadap berbagai perangkat, peraturan daerah maupun birokrasi yang mendukung iklim investasi di daerahnya masing-masing, salah satunya melalui penerapan Unit Pelayanan Daerah Satu Pintu (UPDSP). Hal ini penting segera dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun secara nasional.

Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar mengemukakan hal itu pada acara Sosialisasi UU NO 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, di Siantar Hotel, Senin (28/4). Sosialisasi yang dibuka Wakil Walikota Siantar Imal Raya Harahap itu juga menampilkan pembicara antara lain Deputi Menteri Bidang Penanaman Modal BKPM Pusat Drs Sutarto dan Ketua Bidang Penanaman Modal Kadin Sumut Arnold Damanik. Hal itu disampaikan Ketua Panitia Acara Aripay Tambunan MM melalui relisnya.

DPR kata Nasril selama ini masih melihat soal perijinan usaha di daerah masih saja rumit. Selain itu para pelaku usaha seringkali terpaksa mengeluarkan biaya tinggi. Namun ironisnya, meski sudah membayar mahal, prosesnya pun menelan waktu yang sangat lama.

Nasril yang juga Wakil Sekjend DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai persoalan itu merupakan masalah klasik sejak jaman Orde Baru. “Untuk itu para kepala daerah segera merubah pola pembangunan di daerahnya masing-masing dengan menerapkan UPSDP itu,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi yang sanga positif terhadap apa yang dilakukan Pemkab Sergai sebagai Pemkab pertama di Sumut yang memelopori sistem perijinan lewat pelayanan satu pintu.

Nasril pun mencontohkan apa yang dicapai Pemkab Sragen di Propinsi Jawa Tengah. “Pertumbuhan ekonomi daerah itu saat ini melaju pesat hingga 300 persen setelah menerapkan sistem pelayanan satu atap untuk mengurus perizinan usaha. Ini mesti ditiru untuk mendorong iklim usaha dan investasi di Sumut,” ujarnya.

Selain pelayanan satu atap, aspek lainnya yang harus dilakukan lanjut Nasril adalah memberi kepastian hukum kepada para investor.

Indonesia Posisi 135

Lebih lanjut dikatakannya, bila Sumut tidak segera memperbaiki iklim investasinya maka jangan diharapkan adanya pertumbuhan investasi. Sehingga Indonesia tetap tidak akan bernilai di mata investor dunia. Seperti data hasil survey World Investment Report Tahun 2007 lanjut Nasril, Indonesia hanya berada pada posisi 135 sebagai negara yang menjadi tujuan investor dunia dari 175 negara yang disurvey,” ujarnya.

Menurutnya, hasil survey tahun 2008 peringkat Indonesia sudah membaik menjadi posisi 123 dari 178 negara yang disurvey. Peningkatan itu katanya karena mulai adanya perbaikan-perbaikan iklim usaha dan investasi.(M-17/d)

Sinar Indonesia Baru
Selasa, 29 April 2008




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: