Tak Tambah Pesawat, Izin Operasional Jatayu Terancam Dicabut

Kapanlagi.com – Izin operasional Jatayu Airline terancam dicabut karena hingga batas waktu yang diberikan maskapai penerbangan itu tidak juga menambah jumlah armada pesawat.

“Sesuai dengan peraturan yang berlaku maka izin operasional Jatayu terancam dicabut oleh Departemen Perhubungan,” kata Kepala Administrator Bandara Polonia Medan, Yuli Sudoso, di Medan, Senin (12/5).

Dia menjelaskan, sebelumnya pada pertengahan Maret lalu Ditjen Perhubungan Udara membekukan dua izin operasional maskapai penerbangan di Medan yakni Kartika Airline dan Jatayu Airline karena hanya memiliki satu unit pesawat yang seharusnya memiliki minimal dua unit pesawat.

Kedua maskapai itu diberikan waktu 21 hari terhitung sejak 15 April 2008 untuk segera menambah jumlah armadanya sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 81 tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara.

Namun hingga melewati batas waktu yang ditentukan Jatayu belum juga menambah jumlah pesawatnya, sedangkan Kartika pada akhir Maret lalu telah diizinkan kembali beroperasi setelah sebelumnya menambah satu unit pesawat jenis Boeing 737-200.

“Sampai hari ini Jatayu belum juga menambah jumlah pesawatnya, maka dalam waktu dekat ini kemungkinan Jatayu akan bernasib sama dengan Adam Air,” tegasnya.

Jatayu Airline saat ini merupakan penerbangan berstatus sebagai angkutan udara tidak berjadwal atau carter, sehingga di Medan pengoperasiannya melalui jasa perusahaan biro perjalanan (travel).

Satu unit pesawat jenis Boeing 737-200 milik penerbangan itu saat ini masih tidak diterbangkan dan diparkir di taxy way terminal keberangkatan domestik Bandara Polonia.

Sementara itu pada kesempatan terpisah anggota Komisi VI DPR, Nasril Bahar, mengatakan, pemerintah sebaiknya tidak bermain-main dalam menjalankan regulasi yang ada untuk menegakkan supremasi hukum di bidang transportasi udara.

“Kita menginginkan pemerintah tidak bermain-main lagi dengan menegakkan aturan yang ada sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Jika itu tidak dijalankan, kita khawatir terjadi kemunduran dalam penegakan hukum dan berdampak negatif bagi industri penerbangan,” ujarnya sesaat sebelum bertolak ke Jakarta di Bandara Polonia Medan.

Selain itu juru bicara FPAN di DPR ini juga mengatakan, industri penerbangan di tanah air masih dipantau oleh dunia terutama Uni Eropa yang masih memberlakukan larangan terbang bagi maskapai Indonesia.

“Penerbangan kita masih dipantau oleh Uni Eropa. Oleh karena itu pemerintah dan penerbangan harus benar-benar menerapkan aturan yang ada baik dari segi keamanan, keselamatan dan pelayanan untuk terus menumbuhkan investasi di bidang industri penerbangan,” tegasnya. (*/lin)

kapanlagi.com

Senin, 12 Mei 2008




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: