Amien Rais Launching Buku ‘Selamatkan Indonesia’

Jakarta – Bertepatan 10 tahun Orde Reformasi, Amien Rais yang dikenal sebagai tokoh reformasi menuangkan kritik-kritik pedasnya dalam sebuah buku. Buku berjudul ‘Agenda Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia!’ pun diluncurkan.

Buku yang ditulis Amien Rais ini diterbitkan oleh PPSK Press, dengan tebal 298 halaman. Buku ini diluncurkan Amien Rais, Selasa (13/5/2008), di sebuah gedung di kawasan Senayan, Jakarta. Selain terkait 10 tahun Reformasi, saat ini Indonesia juga memperingati 100 tahun (satu abad) Kebangkitan Indonesia.

Acara peluncuran buku itu dihadiri oleh sobat Amien Rais dari Negeri Jiran Malaysia, yakni Anwar Ibrahim. Selain Wakil PM Malaysia, tampak pula hadir beberapa tokoh nasional, seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Gubernur DKI Sutiyoso, Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir, mantan Menkeu Fuad Bawazier, politisi PAN Abdillah Thoha, artis Anwar Fuadi, juga pemeran utama Republik Mimpi seperti Gus Pur dan Megakarti.

Di dalam buku ini, Amien mengaku bahwa dirinya menyampaikan ulasan, usulan. dan kritikan. Amien sadar bukunya ini akan dianggap sebagai kritik yang tajam, terutama oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Saya sadar bahwa usulan kritis dalam risalah ini oleh sebagian masyarakat, khususnya pemerintah Yudhoyono, dianggap terlalu keras dan tajam,” tulis Amien dalam kata pengantarnya.

Bagi Amien, masalah besar Indonesia yang senantiasa bergejolak adalah mengapa bangsa Indonesia terus saja miskin, terbelakang, dan tercecer dalam derap kemajuan bangsa-bangsa lain. Salah satu yang dianalisis Amien adalah karena nasionalisme bangsa Indonesia yang sempit, yang hanya bergelora pada penampilan luarnya.

Dia mengibaratkan bangsa ini sebagai rumah di pinggir jalan raya. Nah, bangsa dan pemerintah Indonesia yang memiliki rumah ini memiliki obsesi aneh. Obsesi itu adalah bagaimana rumah pagar itu selalu terlihat bersih, mengkilat, dan tidak boleh berdebu. Adalah tampak muka rumah yang paling penting, yang lain masih bodoh, yang penting penampilan.

“Sehingga ketika perabotan rumah dicuri di depan mata si pemilik rumah, ia tidak begitu peduli. Bahkan ketika istri dan anak-anaknya dibawa keluar oleh orang lain, si pemilik rumah tidak mengambil tindakan apa pun. Ia hanya bisa menonton, seolah tidak ada sesuatu yang dirisaukan,” tulis mantan ketua umum DPP PAN ini.

Amien menyindir hal ini terkait dengan penguasaan asing terhadap aset-aset nasional Indonesia. Banyak sumber daya alam (SDA) yang dikuasai oleh negara adidaya. Apa yang terjadi saat ini merupakan pengulangan sejarah tiga abad lalu, saat Nusantara mulai dikuasai oleh VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie).

Menurut Amien, saat ini, pada dasarnya kekuatan-kekuatan korporatokrasi di awal abad 21 tidak mudah, bahkan mustahil dengan gampang bisa mengacak-acak kedaulatan ekonomi Indonesia, seandainya elit nasional tidak membungkuk dan tiarap. Masalahnya, saat ini, banyak pemimpin Indonesia yang masih mewarisi mental inlander.

Amien mencontohkan kehadiran Presiden AS George W Bush pada akhir 2006 lalu. Menurut dia, banyak pemimpin bangsa Indonesia yang ‘ketakutan’ dan merasa panas dingin karena Presiden Bush akan mampir ke Indonesia.”Pengamanan yang diberikan kepada Presiden AS yang di negerinya sendiri sudah tidak populer itu sungguh berlebih dan sekaligus agak memalukan. Tidak ada negara mana pun di dunia yang menyambut Presiden Bush seperti maharaja diraja, kecuali Indonesia di masa kepemimpinan SBY. Seolah Indonesia telah menjadi vazal atau negara protektorat AS,” tegas Amien.

Anwar Ibrahim Puji Amien Rais

Dalam sambutannya, Mantan Wakil PM Malaysia Anwar Ibrahim memuji figur Amien Rais sebagai seorang pejuang. Bahkan dia juga mengatakan salah satu sebab dia dipenjara karena berteman dengan Amien Rais.

“Saat tahun 1998, teman saya saat ditangkap ditanyai, kenal Amien Rais atau tidak? Jadi ada saham sedikit dari Amien Rais kenapa saya dipenjara,” kata Anwar dalam pidato sambutannya disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Kehadiran dirinya menurut Anwar dalam acara ini sebagai bentuk penghormatan dirinya untuk sahabatnya. Anwar menilai Amien merupakan seorang pejuang Indonesia.

“Saya datang di sini khusus untuk memberi penghormatan sahabat, yang saya anggap sebagai keluarga tapi sebagian besar sebagai pejuang Indonesia,” ujar Anwar.

Anwar juga sempat menyinggung penyebab kemarahan negara Islam atas kebijakan pemerintah AS. “Saya mengerti sebab kemarahan rakyat. Bukan hanya Malaysia, bukan juga hnaya Indonesia, tapi negara-negara Islam atas cengkraman AS,” pungkas dia.

An
war Ibrahim juga kagum terhadap kehidupan politik dan kemerdekaan pers di Indonesia. Namun Anwar juga mempunyai kritikan terhadap pemerintah RI.

“Saya kagum pada Indonesia. Meski banyak masalah seperti korupsi, tapi ruang demokrasi sangat luas,” ujar dia.

Anwar juga membandingkan kebebasan pers di Indonesia dengan Malaysia pada ajang pemilu. Gencarnya pemberitaan di setiap tahapan pemilu lengkap segala seluk beluk dengan kasus penyelewengan yang ada, bertolak belakang dengan kondisi di Malaysia.”Pemilu di Malaysia tidak ada media (pemberitaan). Padam semua,” ujar dia.

Kalah di ruang demokrastisasi dan kebebasan pers, Malaysia unggul di sektor peningkatan kesejahteraan rakyat. Terkait hal ini ia mengingatkan pemerintah RI untuk tidak mengabaikan asas keadilan bagi seluruh rakyat dalam memacu pertumbuhan ekonomi. “Jangan pernah mengorbankan rakyat demi pertumbuhan ekonomi!” tegasnya.

Sayangnya mantan menteri keuangan Malaysia ini enggan berbagi tip and trik mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional yang adil bagi rakyat. Nampaknya dia sangat memahami tantangan dihadapi pemerintah yang dalam banyak hal jauh berbeda dengan kondisi Malaysia. “Ada 220 juta penduduk Indonesia. Pening kepala saya,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Launching di Medan

Peluncuran buku monumental Amien Rais yang sangat ditunggu-tunggu banyak kalangan ini juga akan dilakukan di Kota Medan pada akhir bulan ini. Hal ini dikatakan Nasril Bahar, koordinator pelaksana launching buku Amien Rais di Kota Medan.

Menurut Nasril, acara launching buku Amien Rais tersebut akan dilakukan secepatnya mengingat begitu antusiasnya masyarakat menunggu-nunggu kehadiran buku tersebut.

“Kita akan segera melaunching buku ini di Medan dan dihadirki langsung oleh pak Amien Rais,” jelas Nasril.

Dikatakan Nasril, antusiasme masyarakat sangat jelas terlihat dengan langsung habisnya buku tersebut di hari pertama penjual di beberapa toko buku di Jakarta.

“Insya Allah, kami akan secepatnya menluncurkan buku ini di Kota Medan agar warga Kota Medan dan Sumatera Utara khususnya yang telah lama menanti buku ini akan segera dapat menikmatinya,” ujar Nasril.




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: