Soetrisno Bachir Safari Kebangsaan

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) melakukan Safari Kebangsaan dengan menonjolkan Merah Putih, yang dinilainya mulai akan luntur dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mengalami ancaman separatisme.

“Kita dorong sekarang Indonesia dalam bingkai NKRI,” minta Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir di hadapan ribuan massa PAN Kota Pematang Siantar, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Pendopo Jalan Kartini Kamis (15/5) sore dalam rangkaian Safari Kebangsaan ‘Bangkit Indonesiaku Bersama Soetrisno Bachir.”

Rombongan Ketua Umum DPP PAN, antara lain anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI H Nasril Bahar SE, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sumatera Utara (Sumut) Ir. Kamaluddin Harahap MS, Ketua Fraksi PAN DPRDSU Drs. Ibrahim Sakty Batubara, Ketua Umum BM PAN Riski Sadiq Ketua DPW Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Sumut Zulkifli Husein SE, dan lainnya disambut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Pematang Siantar Drs. H. Imal Raya Harahap beserta pengurus dan anggota PAN di sekitar Makam Pahlawan.

Selanjutnya rombongan Ketua DPP PAN diarak naik becak khas Pematang Siantar dengan kap terbuka sampai ke pendopo. Menurut Soetrisno Bachir, hasil survei menyebutkan partai politik (Parpol) membuat sengsara rakyat, namun PAN harus mulai berbuat jangan sampai berbagai suku di Indonesia tercerai berai dari Sabang sampai Merauke.

“Buat persiapan-persiapan menuju penyelamatan. Saya tidak mempunyai pretensi tentang hal itu, tapi hidup memang adalah perbuatan. Partai memang sebagai pilar demokrasi, tapi partai bukan tempat cari kekuasaan atau merebut kekuasaan. Namun, sebagai pelayan memberi solusi mengatasi masalah.”

Soetrisno Bachir mengajak seluruh elemen dan komponen masyarakat agar nilai-nilai kebersamaan dan kebangsaan harus ditanamkan dengan membingkai rapat kembali persaudaraan.

“Kadang-kadang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bisa memicu konflik horizontal dan PAN harus berdiri di depan mendukung akidah perdamaian dan memberikan solusi kebangsaan.” Semua kader PAN, tegas Soetrisno Bachir, bila ingin menjadi wakil rakyat harus turun ke rakyat hingga bila rakyat sakit, para kader harus turut merasakan sakit yang dialami rakyat, kalau minyak tanah langka dan mahal, harus dicari solusi mengatasinya hingga rakyat dapat menikmatinya.

“Kita jangan putus asa meski harga bahan bakar minyak (BBM) naik, jangan sampai terjadi kekacauan dalam rumah tangga dan partai akan memperjuangkan agar harga minyak tidak naik. Kita harus bangkit, rakyat harus bangkit mengatasi persoalan keluarganya.”

Menurut Soetrisno Bachir, Indonesia baru dalam bayangan semua orang yang anak-anaknya tidak dibiayai sendiri, tapi dibiayai negara, yang kesehatannya seperti negara Malaysia dan Singapura dibiayai negara.

“Investasi boleh masuk, tapi keuntungan kita harus didahulukan, Indonesia baru harus penuh optimisme. Kita negara kaya, tapi rakyatnya miskin, karena banyak. Itulah yang mendorong saya melakukan safari keliling Indonesia untuk merubah cara berpikir ke arah yang positif.”

Pada kesempatan itu, Soetrisno Bachir meminta bila tidak menyukai lagi pemerintahan saat ini, ada kesempatan tidak memilihnya lagi pada pemilihan berikutnya, begitu juga bila tidak suka lagi dengan satu partai, jangan dipilih lagi pada pemilihan berikutnya dengan cara jangan sampai merusak apa yang ada saat ini. Pada kesempatan itu, beberapa warga PAN dan tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan berbagai keluhan mereka tentang keadaan saat ini dan keinginan mengetahui pribadi Soetrisno Bachir.

“Saya datang memberi manfaat bagi rakyat dan keinginan saya agar rakyat memiliki semangat kemandirian. Saya berusaha membantu agar rakyat bisa bangkit dan mendorong kewirausahaan. Seperti saya sendiri, saya mengharapkan kita memiliki semangat kerja keras, kerja tegas dan kerja ikhlas.”

Usai Safari Kebangsaan di Pematang Siantar, di antaranya memberikan bantuan uang pembinaan kepada grup marhaban, rombongan Ketua Umum DPP PAN itu segera berangkat menuju kota wisata Parapat, Kab. Simalungun untuk berdialog dengan para tokoh masyarakat nelayan dan para kader PAN Simalungun dan Tobasa di pelataran Hotel Niagara.

Jumat hari ini, rombongan berkunjung ke pasar-pasar tradisional di Kab. Batubara. Sebelumnya Soetrisno Bachir mengunjungi Panti Asuhan Al Washliyah di Lubuk Pakam, Deli Serdang. Di sana, Soetrisno dan rombongan menyapa para penghuni dan melakukan dialog dengan anak-anak panti. Kemudian memberi bantuan pembangunan asrama panti sebesar Rp50 juta. Di Serdang Bedagai, Soetrisno Bachir membuka Soetrisno Cup di Lapangan Pangkalan Budiman, Kampung Pon. Di sana Soetrisno Bachir menyerahkan bola kepada wasit.

Lintas Berita
Jumat, 16 Mei 2008




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: