Sistem Resi Gudang Disosialisasikan di Asahan

KabarIndonesia-Kisaran, Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi Departemen Perdagangan RI (Bappeti-Depdagri) mensosialisasikan Sistem Resi Gudang (SRG) di Asahan.

Sosialisasi ini berguna untuk membantu salah satu permasalahan yang saat ini kerap kali dihadapi petani dan pelaku Usaha Kecil Menengah ( UKM ). Utamanya ketika menjalankan kegiatan usaha, seperti sulitnya memperoleh akses pembiayaan. Di mana kebijakan perbankan maupun lembaga keuangan non bank, dalam memberikan pinjaman pada umumnya didasarkan pada prinisp prudensial (kehati-hatian).

Sehingga Sistem Resi Gudang sebagai solusi agunan/ jaminan tanpa perlu dipersyaratkan adanya agunan lain, yakni dalam mengakses pembiayaan petani atau pelaku UKM perlu dilakukan.

“Jadi kedepan cukup dengan system resi gudang, telah menggantikan posisi agunan dalam proses peminjaman,” jelas Kadisperindag dan Penenaman Modal Asahan, Drs H Mahendra kepada penulis, Selasa (24/6).

Sementara itu sebelumnya, di Hotel Bumi Asahan, (23/6) lalu, dalam rangkaian acara sosialiasi tersebut, Titi Hendrawati selaku Kepala Bappeti-Depdagri menjelaskan, adanya permasalah klise yang secara berkelanjutan dihadapi petani saat panen raya, yakni dengan menurunnya harga komoditas. Dan petani dengan sangat terpaksa harus menjual hasil panennya, walaupun dengan harga yang sangat rendah, demi memenuhi kebutuhan hidupnya, diperkeruh dengan kondisi perekonomian yang sangat mahal.

Sejauh ini, dengan munculnya SRG tersebut, diharapkan dapat menjadi solusi untuk membantu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani serta pelaku UKM. Melalui kemudahan memperoleh akses pembiayaan sebagai sarana pengembangan usaha dan kesejahteraan hidupnya.

“Petani bisa menjaminkan SRG-nya untuk mendapatkan modal, tanpa terpaksa menjual hasil panennya dengan harga murah,” jelas Titi. Kilas ke belakang, saat berlangsungnya sosialisasi, acara dibuka langsung oleh Bupati Asahan diwakili Sekda Kabupaten Asahan. Dan terlihat hadir Anggota DPR RI dari Komisi VI yang turut membidangi lahirnya UU-SRG, Nasril Bahar, Yusuf Pardamean, dan Irmadi Lubis, yang sekaligus menjadi nara sumber.

Di samping itu, tampil juga didepan publik, Kepala Biro Pasar Fisik Dan Jasa Bappeti-Depdagri, Dirut PT Bhanda Ghara Reksa dan Dirut PT Kliring Berjangka Indonesia. (Aziz Ahmad Ramli Panjaitan)

kabarindonesia.com
Senin, 30 Juni 2008




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: