Wadah Masyarakat Minang Akan Berkibar Di P.Siantar-Simalungun

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Salah satu wadah masyarakat Minang dalam waktu dekat akan berkibar di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun ditandai dengan terbentuknya pengurus organisasi Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM-3) Pematangsiantar-Simalungun.

“Pengkuhan pengurus BM-3 Pematangsiantar-Simalungun direncanakan di Pujasera, Siantar Hotel, Pematangsiantar pada Sabtu 2 Agustus 2008 ini,” sebut Ketua Pelantikan atau pengukuhan pengurus BM-3 Pematangsiantar-Simalungun H. Rahmat, SH didampingi Sekretaris Panitia Evi Tanjung kepada wartawan di Pematangsiantar Senin (28/7).

Menurut Evi Tanjung yang merupakan tokoh masyarakat Minang dan Ketua Tim Formatur pembentukan BM-3 Pematangsiantar-Simalungun, dasar pembentukan BM-3 Pematangsiantar-Simalungun yakni mandat dari BM-3 Wilayah Sumatera Utara (Sumut).

“Mandat itu ditindaklanjuti dengan mengadakan musyawarah berupa duduk bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat Minang, alim ulama dan para pemuda Minang hingga terbentuk Tim Formatur sembilan orang. Selanjutnya, melalui rapat, Tim Formatur berhasil menyusun kepengurusan BM-3 Pematangsiantar-Simalungun sebanyak 180 orang unsur pengurus,” terang Tanjung.

Dengan terbentuknya pengurus BM-3 Pematangsiantar-Simalungun dan selanjutnya dikukuhkan atau dilantik, sebut Tanjung, akan menjadi wadah resmi yang nantinya bila ada musyawarah masyarakat Minang Sumut, masyarakat Minang dari Pematangsiantar-Simalungun sudah bisa menjadi salah satu peserta.

Pengurus BM-3 Pematangsiantar-Simalungun, imbuh Rahmat, nantinya akan dilantik Ketua Umum BM-3 Sumut Prof. Dr. Hj. Djanius Jamin dan akan dihadiri Gubernur Sumut (Gubsu) H. Syamsul Arifin, SE sekaligus bersilaturahmi, karena salah satu lembaga pemenangan calon Gubsu yakni Haji Arifin Institute (HAI), ketuanya yakni Evi Tanjung. “Pelantikan itu akan turut dihadiri anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang merupakan salah seorang tokoh masyarakat Minang Sumut Nasril Bahar, SE.”

“Kami mengharapkan masyarakat Minang yang ada di Pematangsiantar dan Simalungun agar hadir bersama-sama hingga bisa duduk bersama dalam pelantikan itu dan selanjutnya membuat program yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat Minang di Pematangsiantar dan Simalungun,” harap Tanjung.
Tanjung menyebutkan ada pepatah mengatakan “Dimana bumi dipijak, di sana langit dijunjung” yang artinya dimana pun masyarakat Minang berada mempunyai tanggung jawab dengan daerah dimana mereka berada. Kemudian, pepatah lain menyebutkan “Duduk surang bersampik-sampik, duduk bersamo berlapang-lapang” yang maksudnya kerja sendiri akan susah, tapi kerja bersama-sama akan gampang/mudah. “Kalau sudah ada wadah, apa pun dapat dikerjakan.”

Rahmat menambahkan dalam pelantikan pengurus BM-3 itu, panitia akan memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum duafa warga Minang Pematangsiantar-Simalungun serta dimeriahkan dengan tari-tarian dari Pematangsiantar-Simalungun dan Medan. “Meski tidak ada undangan tertulis, karena tidak terjangkau panitia, kami mengharapkan masyarakat Minang Pematangsiantar-Simalungun agar menghadiri pelantikan itu.” (a14).

Waspada
Selasa, 29 Juli 2008




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: