Nasril Bahar Minta Pemkab Batubara Berikan Perhatian kepada Masyarakat Nelayan

Batubara (Medan Pos) – Masyarakat Batubara menyampaikan beragam keluhan dan persoalan yang masih melanda terkait ekonomi dan sosial masyarakat nelayan di kawasan tersebut, kepada tiga bakal calon legislatif (caleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Dalam kunjungan silaturahim ke Kecamatan Tanjung Tiram, khususnya di Desa Lingkungan 10 dan Lingkungan 11 Kelurahan Tanjungtiram Kabupaten Batubara, Jumat (1/8) tiga bakal Caleg PAN, masing-masing, Nasril Bahar SE (Caleg DPR RI), Drs Husni Lubis (DPRD Sumatera Utara) serta Khairul Bariah (DPRD Kabupaten Batubara) mendengar langsung keluhan warga nelayan yang bermukim di dua desa terisolir tersebut.

Kehadiran rombongan kader PAN yang dipimpin Nasril Bahar yang juga Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN ini diterima Lurah Tanjung Tiram, Hamdan Basyrah didampingi kepala lingkungan 10 Abdul Latif dan kepala lingkungan 11 Iwan Sinaga serta para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat.

Kepada Nasril Bahar yang kini masih Anggota FPAN DPR RI dan Anggota Komisi VI DPR RI, masyarakat Kabupaten Batubara menyampaikan keluhannya. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan itu terungkap, banyak anak usia sekolah mulai tingkat SD, SMP maupun SMA terpaksa menghilangkan angan-angannya untuk meneruskan pendidikan. Hal ini akibat sarana maupun prasarana yang tidak mendukung, bahkan satu sekolahpun tak ada di dua lokasi tersebut.

“Anak-anak sekolah harus naik perahu, kemudian disambung lagi naik ojek untuk menuju sekolah mereka. Tentunya akan menelan biaya transportasi yang cukup besar dan kami tidak sanggup,” kata salah seorang warga.

Menurutnya persoalan itu telah lama diusulkan agar dibangun sekolah di desa ini, namun saat tim survey datang rencana membangun sekolah pun ditunda dengan alasan siswa sekolah di sini kurang banyak. Karena seperti cerita warga memang lebih banyak yang terpaksa memilih untuk tidak bersekolah, karena ketiadaan biaya.

Menanggapi persoalan itu, Nasril Bahar yang juga Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumut III, yakni Kabupaten Langkat, Binjai, Tanah Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Simalungun, Asahan, Kota Siantar, Tanjungbalai dan Batubara ini mengatakan akan mendata berbagai persoalan dan selanjutnya memperjuangkan apa yang menjadi keluhan warga untuk dibahas di DPR RI. “Semuanya akan kita follow up dan dibahas serta dicari solusinya bersama dinas-dinas pemerintah terkait,” ujarnya.

Setelah mendengar berbagai keluhan masyarakat Nelayan Batubara, khususnya soal sarana dan prasarana pendidikan, seperti gedung sekolah, Nasril Bahar yang juga Anggota Komisi VI DPR RI ini meminta Pemerintah Kabupaten Batubara memberikan perhatian khusus kepada masyarakat nelayan yang sangat menginginkan adanya gedung sekolah di kawasan tersebut. “Saya berharap Pemkab Batubara mampu mencari solusinya, sehingga warga Nelayan bisa dan mampu menyekolahkan anak-anaknya,”ujarnya.

Pada kesempatan itu, Husni Lubis (caleg DPRD Sumut), melalui daerah pemilihan, Batubara, Tanjung Balai dan Asahan ini berharap masyarakat terus berupaya membentuk sistem kekeluargaan, sehingga mampu memecahkan solusi-solusi yang menjadi keluhan warga. “Sambung rasa dan keterbukaan seperti ini sangat penting, lewat kebersamaan ini tentunya aspirasi warga akan diupayakan dengan semampu kita,” ujarnya.

Warga nelayan juga menyampaikan ragam aspirasi lainnya terkait rendahnya tingkat perekonomian mereka serta sulitnya mendapat bantuan kredit tanpa agunan di bank untuk kaum nelayan.

Bahkan salah seorang nelayan pembuat ikan gembung rebus menyampaikan meskipun ikan tengah banjir, mereka tetap tidak mampu menambah jumlah ikan yang akan dilempar kepasaran karena ketiadaan tempat penyimpanan ikan di desa tersebut.

“Soalnya kan gembung rebus itu tidak tahan lama,” keluhnya. Selama ini mereka terpaksa pergi ke Tanjungbalai untuk menyimpan ikan olahan tentunya akan menambah biaya yang dikenakan Rp 15.700/bulan untuk satu keranjang ikan. “Kalaupun lewat satu hari tetap dikenai biaya 1 bulan, belum lagi biaya transfortasinya,” papar warga itu lagi.

Menurut warga lainnya jika ikan tengah banjir, para nelayan tetap tidak memiliki standarisasi harga untuk dilempar ke pasaran.” Pernah kondisi harga ikan mencapai harga terendah Rp 1000/kg saat ikan banyak. Padahal kami tahu kalau sudah sampai di Medan harganya tak pernah di bawah Rp 15 ribu,” ucap Nila seorang ibu rumah tangga.

Dia sendiri juga mengaku mengambil upahan membelah ikan untuk diolah menjadi ikan asin dengan penghasilan Rp 500/kg.

Pada kesempatan itu, Nasril Bahar juga memberikan bantuan biaya untuk pembuatan titi yang rusak.

“Mengenai kerusakan titi ini sudah lama dikeluhkan warga, namun karena belum ada biaya terpaksa perbaikannya tertunda,” kata Khairul Bariah, yang mengaku maju menjadi calon legislatif di Kabupaten Batubara karena ingin membangun kampung halamannya.

Selanjutnya, ketiga Caleg dari PAN ini memberikan bantuan buku-buku untuk menunaikan ibadah haji, peralatan dan baju olahraga yang penyerahannya digelar di Mesjid Taqwa Muhammadiyah Tanjung Tiram.(rel/R-19)

Medan Pos
Minggu, 10 Agustus 2008




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: