Bandar Simalungun untuk Pemekaran Kabupaten Simalungun

Medan, Antara Sumut – Masyarakat di Kabupaten Simalungun bagian “bawah” mengharapkan, jika terwujud pemekaran Kabupaten Simalungun menjadi dua kabupaten, idealnya kabupaten hasil pemekaran itu ditabalkan dengan nama “Bandar Simalungun” dan bukan nama lain.
Gagasan itu diungkapkan oleh kalangan masyarakat di “Simalungun bawah”, suatu kawasan kabupaten tersebut yang berbatasan dengan Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Batubara. Istilah “Simalungun bawah” ini sudah berkembang sejak tahun 1950-an ketika berhembus issue yang menyebutkan kabupaten tersebut bakal dipecah menjadi dua wilayah kabupaten.

“Di kawasan ini banyak wilayah yang bernama Bandar,” kata Mudah Aman Damanik, warga Pekan Sungai Langgai, Kecamatan Bandar Masilam. Keterangan yang sama dikemukakan oleh sejumlah warga lainnya terutama warga desa-desa Bandar Tinggi, Partimbalan, Panombean Baru, Mendaro dan sebagainya. Sedikitnya ada empat wilayah kecamatan yang menggunakan nama “bandar”. Memberikan bukti disebutkan, Kecamatan Pematang Bandar, Kecamatan Bandar, Kecamatan Bandar Masilam dan Kecamatan Bandar Huluan. Juga banyak desa yang menggunakan “bandar”, seperti Bandar Tinggi, Bandar Masilam, Bandar Silau, Bandar Betsy dan lain-lain

Beberapa tahun yang lalu Pemkab Simalungun bersama DPRD setempat sepakat mengenai pemekaran kabupaten ini menjadi dua kabupaten. Kabupaten pemekaran itu diusulkan dengan nama “Simalungun Hataran”. Nama “hataran” ini tidak popular karena sewaktu-waktu dapat berubah bunyi. Di Kecamatan Dolok Batu Nanggar, terdapat sebuah desa bernama Tanjung Hataran. Desa itu terletak beberapa km dari kota Serbalawan, ibukota kecamatan. Orang-orang Tapanuli menyebutnya dengan “hataran” karena tidak mengenal huruf “h” pada awal kata. Akan etnis Jawa, Melayu mau pun Banjar menyebutkannya dengan “kataran”.

Ibukota kabupaten hasil pemekaran itu idealnya dibangun di Panombeam Baru dan bukan di Perdagangan seperti yang pernah diusulkan. Beberapa pemuka masyarakat menyebutkan, Perdagangan yang kini menjadi ibukota Kecamatan Bandar merupakan satu-satunya kota yang paling pesat perkembangannya dibandingkan dengan kota-kota lainnya di kabupaten tersebut. Diperkirakan sekitar 10 sampai 15 tahun mendatang Perdagangan mampu menjadi pemerintahan kota (pemko) yang berdiri sendiri.

“Ini kelak akan mengakibatkan kantor bupati pindah lagi dan perlu biaya besar ,” kata sejumlah pemuka masyarakat yang menolak dituliskan namanya satu per-satu. Di Panombean Baru masih tersedia tanah cukup luas yang tersambung sampai ke Desa Mendaro dan Partimbalan. Jarak antara Perdagangan dengan Panombean Baru hanya sekitar 6 km. Penduduk Kabupaten Simalungun yang bermukim dekat perbatasan Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Batubara mengharapkan agar pemekaran segera terwujud seperti yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara.

Ibukota Kabupaten Simalungun sebelumnya di Pematang Siantar, akan tetapi kini dipindahkan ke Pematang Raya, suatu kawasan yang menuju Kabupaten Tanah Karo. Bagi penduduk yang bermukim di “Simalungun bawah” sangat kepayahan untuk berurusan ke ibukota kabupaten karena membuang banyak dana, biaya dan waktu. (antarasumut)

October 20, 2008
ANTARA Sumut




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: