Suara Terbanyak, Buka Peluang Caleg Kompeten Gugur

Metode suara terbanyak dalam menetapkan calon legislatif (caleg) 2009 membuka peluang yang sama. Namun caleg yang berkompetensi bakal rontok karena sedikitnya waktu sosialisasi.
Penilaian itu dikatakan Nasril Bahar caleg Partai Amanat Nasional (PAN) dan Darwin Z Saleh caleg Partai Demokrat yang dihubungi Media Indonesia, Senin (17/11).

Darwin, caleg nomor urut satu daerah pemilihan Lampung mengatakan, penetapan suara terbanyak bagi caleg memiliki dua sisi mata uang. Pertama, mendekatkan caleg dengan konstituen. Calon yang memiliki jaringan dan hubungan dengan konstituen mempunyai kans yang lebih besar.

“Namun bagaimana sosialisasi ke masyarakat mengenai penetapan suara terbanyak, itu yang menjadi masalah. Memang waktu tersedia cukup banyak tetapi itui belum cukup,” kata Darwin.

Kedua, lanjutnya, caleg yang kompeten sulit bersaing dengan caleg yang kurang kompeten. karena caleg yang kompoten tidak memiliki cukup waktu untuk bersosialisasi atau berinteraksi dengan konstituennya.

“Ini yang harus dipikirkan, apakah cukup caleg kompeten mewakili partai. Biasanya mereka tidak cukup waktu untuk sosialisasi,” katanya.

Hal senada dikatakan Nasril Bahar, caleg nomor urut satu Sumatera I ini menyatakan, PAN sendiri telah menetapkan suara terbanyak sejak 2005. Sejak itu kader PAN menyiapkan diri, bekerja dan berinteraksi dengan konstituen.

“Itu saja kami rasa belum cukup w aktu untuk sosialisasi. Memang metode ini membuka peluang yang sama bagi caleg, tapi apa masyarakat juga mengerti,” kilah Nasril.

Nasril sangsi, bila masyarakat cukup diberi sosialisasi mengeani metode penetapan berdasarkan suara terbanyak. Ia yang sudah terjun langusng ke masyarakat masih menemukan kendala masalah tersebut.

Sebagaimana diketahui, metode ini diyakini mampu menciptakan pola hubungan langsung antara konstituen dengan wakilnya. Hal itu juga akan membuka ruang buat rakyat untuk mengontrol anggota DPR. Suara terbanyak akan meningkatkan akuntabilitas Dewan terhadap pemilihnya, sehingga kinerjanya pun juga meningkat.

Hingga saat ini sedikitnya terdapat 9 partai politik (parpol) yang akan menerapkan sistem suara terbanyak dalam menetapkan calon legislatif (caleg) 2009 nanti. Parpol itu antara lain: PAN, Golkar, Demokrat, Barnas, Hanura, PBR, PDS, PDIP, dan PNBK.

PDIP memakai suara terbanyak bila ada caleg yang mendapatkan suara 15 % BPP namun bila tidak ada, maka kembali ke nomor urut. Sedangkan PNBK menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di suatu daerah pemilihan (dapil). (Faw/OL-03)

mediaindonesia.com




    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: