Archive for February, 2009

SIMALUNGUN (Waspada): Pemuda merupakan generasi harapan masa depan bangsa, diharapkan dapat berperan aktif untuk turut mewarnai pelaksanaan pembangunan di negara Indonesia, khususnya di daerah Kabupaten Simalungun.

Demikian Bupati Simalungun HT Zulkarnain Damanik, dalam sambutannya saat menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah se-kabupaten Simalungun dan Tabligh Akbar, di Serbelawan, Minggu (22/2).

Dikatakan, sebagai generasi masa depan bangsa, pemuda juga dituntut untuk selalu meningkatkan pengetahuannya sehingga nantinya menjadi penerus bangsa yang memiliki ilmu pengetahuan dan mampu untuk menghadapi berbagai tantang. Selain itu, sebagai pemuda harus mampu menjadi penutan dan contoh yang baik ditengah-tengah masyakat.

“Pemuda Muhammadiyah tidak saja dapat dipercaya, tetapi juga telah berbuat untuk negara dan bangsa. Khususnya di Simalungun diharapkan dapat menjadi partner pemerintah dalam mengisi pembangunan di masa yang akan datang serta jadikan wadah ini untuk membangun dan memajukan daerah bumi habonaran do bona ini,” tandas Zulkarnain.

Sekaitan dengan semakin dekatnya pelaksanaan Pemilu 2009, bupati mengingatkan agar kader Pemuda Muhammadiyah benar-benar cerdas dan jeli dalam menentukan calon legislative pilihannya, baik ditingkat pusat, provinsi dan daerah. Dia mengajak untuk memilih para calon legislative yang benar-benar mau mendengar aspirasi rakyat dan peduli terhadap pembangunan di daerah Simalungun. Pada kesempatan itu juga bupati berpesan agar pemuda dan masyarakat tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan, sehingga tercipta situasi aman dan kondusif saat menjelang dan usai pemilu.

Sebelumnya, anggota DPR-RI H Nasril Bahar, SE pada sambutannya mengajak para pengurus Pimpinan Daerah dan Cabang Pemuda Muhammadiyah untuk bersama-sama membangun daerah, baik dalam konteks kepemudaan dan keumatan secara keseluruhan dengan menegakkan amar makruf nahi munkar.

“Mari singsingkan lengan baju kita untuk bekerja mengisi pembangunan, membantu pemerintah, masyarakat dalam konteks keumatan, sehingga Pemuda Muhammadiyah dapat menjadi generasi yang dapat di harapkan dimasa depan,” tandas Nasril.

Sedangkan H Bahdin Nur Tanjung dalam ceramah singkatnya mengajak Pemuda Muhammadiyah dan umat Islam secara keseluruhan agar mensukseskan pemilu. Umat Islam harus bersatu dalam perbedaan, tunjukkan idealisme, jangan mau diadu domba seperti pada zaman penjajahan Belanda, kata Bahdin yang disambut aplaus sekitar seribuan hadirin.

Turut memberikan kata sambutan, perwakilan PC Pemuda Muhammadiyah yang baru dilantik Salman Abror, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut Anang Anas Azhar. Sebelumnya acara tersebut ditandai dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qu’an oleh Yulia Indah Sari dan tarian tor-tor sombah yang dibawakan siswi SMA Muhammadiyah Serbalawan. (a15)

Waspada
Senin, 23 Februari 2009

Advertisements
Medan – Anggota DPR RI asal Sumatera Utara (Sumut) Nasril Bahar, menyatakan rasa prihatinnya atas tragedi yang terjadi saat demonstrasi para pendukung Provinsi Tapanuli (Protap) di DPRD Sumut. Demo yang akhirnya berujung pada meninggalnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat, dinilai tidak perlu terjadi sekiranya cara yang ditempuh sesuai dengan mekanisme.

“Saya prihatin dan tentu saja sangat berduka atas kasus ini. Kakanda Abdul Aziz Angkat saya kenal sebagai sosok yang sabar dan sederhana,” ujar Nasril Bahar di Jakarta, Selasa (3/2/2009).

Menurut Nasril, terlepas dari pro-kontra pembentukan Proap itu sendiri, semestinya cara-cara yang dipergunakan dalam upaya pendukung pembentukan provinsi baru dari pemekaran Sumut itu, hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang elegan.

“Ada banyak cara demokratis dan baik yang bisa ditempuh. Tetapi tindakan anarkis bukanlah salah satu solusi. Tindakan anarkis hanya akan menimbulkan masalah. Cara yang tidak damai, hanya akan menimbulkan penentangan,” ujar Nasril.

Nasril menyatakan, dia melihat demonstrasi yang berakhir menjadi tragedi itu akan menjadi titik balik yang akan merugikan para pendukung Protap itu sendiri. Jika sudah demikian, kaitan kasusnya bisa kemana-mana. Harus diupayakan agar masalah tersebut tidak melebar kemana-mana, apalagi terkait Suku Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

“Jangan sampai ini terjadi. Sumut sudah demikian terjaga baik situasi kondusifnya. Hal ini seperti ini harus terus dijaga kelangsungannya,” ujar Nasril.

Disebutkan Nasril, dia memantau terus perkembangan kasus tersebt melalui media massa dan mendukung langkah-langkah progesif dalam upaya penuntasan masalah hukum kasus demonstrasi anarkis tersebut. (rara)